Potret post authorBob 05 Januari 2026

Bunda Inklusi Mengetuk Pintu Senja: Ketua DWP Kemenag Kalbar Menyapa Lansia dengan Hati

Photo of Bunda Inklusi Mengetuk Pintu Senja: Ketua DWP Kemenag Kalbar Menyapa Lansia dengan Hati
PONTIANAK, SP - Di saat sebagian orang sibuk mengejar masa depan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Salbia Muhajirin, justru memilih menengok masa lalu yang berjasa membentuk hari ini.
 
Maka, pada Senin (5/1/2025), Salbia hadir sebagai Bunda Inklusi Kemenag Kalbar bersama pengurus DWP dalam kunjungan ke Panti Jompo Graha Werdha Marie Joseph, Jalan 28 Oktober Pontianak, sebagai rangkaian Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI Tahun 2026.
 
Kunjungan ini merupakan lanjutan dari rangkaian silaturahmi kemanusiaan setelah sebelumnya menyapa LPI Arrahmah Pontianak dan Panti Asuhan Bakti Luhur Pontianak.
 
Jika dua tempat sebelumnya dipenuhi suara anak-anak dan semangat belajar, maka di Graha Werdha Marie Joseph, Salbia dan rombongan DWP disambut sunyi yang sarat makna—sunyi yang mengajarkan bahwa kebijaksanaan sering lahir dari usia yang menua.
 
Sebagai Bunda Inklusi, Salbia tidak datang membawa konsep rumit tentang kepedulian. Ia hadir menyapa, menggenggam tangan para lansia, berbincang hangat, dan menebarkan senyum yang tidak dibuat-buat.
 
Sebuah gestur sederhana yang diam-diam menyindir dunia modern: bahwa empati tidak membutuhkan teknologi tinggi, cukup keberanian untuk peduli.
 
Salbia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para pengelola dan pendamping panti yang dengan kesabaran luar biasa merawat para orang tua.
 
Menurutnya, merawat lansia bukan sekadar tugas sosial, melainkan ibadah kemanusiaan yang nilainya melampaui batas agama dan budaya. “Di tempat seperti inilah nilai inklusivitas benar-benar hidup,” ungkapnya.
 
Bagi Salbia, inklusi bukan hanya tentang anak disabilitas atau kelompok rentan tertentu, tetapi tentang menghadirkan rasa aman dan dihargai bagi setiap insan, termasuk mereka yang berada di usia senja.
 
Kehadiran DWP Kemenag Kalbar di panti jompo ini menjadi penegasan bahwa kasih sayang tidak mengenal usia, dan perhatian tidak mengenal syarat.
 
Dalam kesempatan tersebut, pengurus DWP Kanwil Kemenag Kalbar juga menyerahkan tali kasih sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada para lansia dan pengelola panti.
 
Namun lebih dari itu, yang ditinggalkan adalah pesan moral: bahwa kebersamaan dan kekeluargaan harus terus dirawat, bahkan ketika rambut telah memutih.
 
Melalui kunjungan ini, Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalbar mengajak masyarakat untuk kembali belajar tentang makna menghormati orang tua.
 
Sebab peradaban yang besar bukan yang paling cepat berlari, tetapi yang paling tulus menoleh dan merangkul mereka yang berjalan lebih pelan. (*)
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda