Ponticity post author Kiwi 14 Agustus 2026

Pemprov Kalbar Siapkan Dua Skema Upacara HUT ke-81 RI

Photo of Pemprov Kalbar Siapkan Dua Skema Upacara HUT ke-81 RI

PONTIANAK, SP - Sehari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan upacara tingkat provinsi.

Berbagai unsur yang terlibat mulai dari panitia, TNI, Polri, ASN, pelajar, mahasiswa, Pramuka hingga Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terus menjalani tahapan persiapan untuk memastikan seluruh rangkaian upacara pada 17 Agustus 2026 berlangsung tertib, aman dan khidmat.

Persiapan tersebut terlihat dalam pelaksanaan gladi kotor upacara yang digelar Jumat (14/8/2026). Gladi dilakukan untuk mengecek secara langsung kesiapan setiap unsur, sekaligus menemukan sejumlah hal yang masih perlu disempurnakan sebelum pelaksanaan gladi bersih.

Perwakilan Seksi Upacara 17 Agustus Kesbangpol Kalimantan Barat, Siti Nur Hidayat, mengatakan gladi kotor menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prosesi, baik untuk upacara penaikan maupun penurunan Bendera Merah Putih.

Menurutnya, seluruh rangkaian prosesi diperiksa secara bertahap agar setiap personel memahami posisi, tugas dan pergerakan masing-masing.

"Pada prinsipnya hari ini kami berusaha maksimal untuk mempersiapkan sedemikian rupa, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi lagi," kata Siti, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan, hasil evaluasi gladi kotor akan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan gladi bersih yang dijadwalkan berlangsung sehari sebelum upacara.

Dengan demikian, setiap kekurangan yang ditemukan dalam gladi kotor masih memiliki waktu untuk diperbaiki sebelum pelaksanaan upacara sesungguhnya pada Senin, 17 Agustus.

Sinergi Lintas Instansi

Siti menjelaskan, upacara penaikan bendera akan diselenggarakan oleh Polda Kalimantan Barat, sedangkan upacara penurunan bendera akan diselenggarakan oleh Kodaeral XII.

Pembagian tugas tersebut menjadi bagian dari koordinasi antarlembaga dalam memastikan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di tingkat Provinsi Kalbar dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan dan susunan acara yang telah ditetapkan.

Tidak hanya unsur TNI dan Polri, sejumlah elemen masyarakat juga dilibatkan dalam rangkaian upacara.

Personel pendukung berasal dari ASN, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa serta Pramuka. Keterlibatan berbagai unsur tersebut sekaligus mencerminkan bahwa peringatan kemerdekaan merupakan momentum bersama seluruh masyarakat.

Setiap unsur memiliki peran masing-masing dalam mendukung jalannya upacara, baik sebagai petugas, peserta maupun pendukung teknis di lapangan.

"Persiapannya kita lakukan bersama-sama. Semua unsur yang terlibat diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing sehingga pada saat pelaksanaan nanti tidak ada kendala yang berarti," kata Siti.

Kondisi Cuaca Turut Diantisipasi

Selain persoalan teknis, kondisi cuaca juga menjadi perhatian panitia dalam setiap tahapan latihan.

Cuaca panas dan kondisi lapangan yang berdebu menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan, terutama bagi personel yang harus menjalani rangkaian latihan dalam waktu cukup lama.

Karena itu, gladi dilaksanakan pada pagi hari. Panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh.

"Kita juga mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing karena rangkaian upacara tanggal 17 begitu banyak," ujarnya.

Menurut Siti, kesiapan fisik sama pentingnya dengan kesiapan teknis. Personel yang bertugas harus mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan kondisi prima.

Terlebih pada hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung pada saat pengibaran bendera, tetapi juga dilanjutkan dengan berbagai agenda peringatan kemerdekaan lainnya.

30 Paskibraka Kalbar Siap Jalankan Tugas

Di tengah persiapan tersebut, perhatian juga tertuju kepada 30 anggota Paskibraka Kalimantan Barat 2026 yang akan menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih.

Sebanyak 30 anggota Paskibraka tersebut terdiri dari 15 putra dan 15 putri, yang merupakan perwakilan dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Mereka telah menjalani pendidikan dan pelatihan secara intensif sebagai persiapan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 RI tingkat provinsi.

Persiapan Paskibraka Kalbar telah berlangsung selama sekitar 20 hari, mulai 30 Juli hingga 18 Agustus 2026, dengan pusat pelatihan di Hotel 95.

Selain anggota utama, panitia juga telah menyiapkan pasukan delapan, pasukan 17, pasukan 45 serta pembawa baki yang akan mendukung prosesi pengibaran maupun penurunan bendera.

Dalam setiap tahapan latihan, ketepatan gerakan, kekompakan, kedisiplinan dan ketahanan fisik menjadi perhatian utama.

Bagi para anggota Paskibraka, tugas tersebut bukan sekadar menjalankan prosesi pengibaran bendera. Mereka membawa amanah untuk menjadi bagian dari peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Persiapan Sudah Dimulai Sejak Juli

Persiapan HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat sebenarnya telah dimulai jauh sebelum pelaksanaan gladi.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, sebelumnya memimpin Rapat Koordinasi Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kalbar di Ruang Tengkawang, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (9/7/2026).

Rapat tersebut menjadi salah satu tahapan awal untuk memastikan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait memahami tugas masing-masing.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai kebutuhan, mulai dari pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, kesiapan Paskibraka, protokol, lokasi kegiatan, pengamanan, lalu lintas, kesehatan, konsumsi hingga sarana dan prasarana.

Harisson menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda rutin tahunan.

"Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia harus kita maknai sebagai momentum memperkuat persatuan, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar berlangsung khidmat, tertib, aman, dan memberikan kesan yang baik bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Harisson, semangat kebangsaan harus menjadi bagian utama dari setiap kegiatan peringatan kemerdekaan.

Karena itu, koordinasi lintas sektor harus dilakukan secara konsisten hingga hari pelaksanaan.

Harisson Minta Semua Detail Diperhatikan

Harisson meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait memperkuat koordinasi serta bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan upacara tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat.

"Saya berharap seluruh OPD dan instansi terkait dapat memperkuat koordinasi sejak sekarang. Setiap detail harus dipersiapkan secara matang, mulai dari kesiapan lokasi, protokol acara, Paskibraka, konsumsi, kesehatan, hingga pengamanan. Jangan sampai ada hal-hal yang terlewat karena keberhasilan kegiatan ini merupakan tanggung jawab kita bersama," tegas Harisson.

Ia juga meminta masing-masing bidang menyusun rencana kerja secara rinci serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di lapangan.

"Kita ingin memastikan seluruh agenda peringatan HUT RI ke-81 di Kalimantan Barat berjalan lancar tanpa kendala. Oleh sebab itu, setiap bidang harus menyusun rencana kerja secara rinci, melakukan evaluasi berkala, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan," tambahnya.

Arahan tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai tahapan persiapan yang kini memasuki fase akhir.

Mulai dari koordinasi panitia, latihan Paskibraka, gladi kotor hingga gladi bersih menjadi bagian yang saling berkaitan untuk memastikan kesiapan upacara.

Dua Pelajar Kalbar di Paskibraka Nasional

Tidak hanya mempersiapkan upacara tingkat provinsi, Kalimantan Barat juga memiliki kebanggaan lain pada peringatan HUT ke-81 RI tahun ini.

Dua pelajar Kalbar, Mirza Rafi Navazani dan Celine Olivia Apriani Theo, terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat nasional 2026.

Keduanya akan menjadi bagian dari putra-putri terbaik Indonesia yang dipercaya menjalankan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Sebelum mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Jakarta, keduanya diterima Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di ruang kerjanya pada Senin (13/7/2026).

Ria memberikan apresiasi sekaligus pesan agar keduanya mampu menjaga nama baik daerah selama menjalankan tugas di tingkat nasional.

"Saya mengucapkan selamat kepada Ananda Mirza dan Ananda Celine yang telah dipercaya mewakili Kalbar sebagai Calon Paskibraka Tingkat Nasional. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, jaga kesehatan, junjung tinggi disiplin, dan tampilkan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Kalbar," ujar Ria Norsan.

Menurut Ria, kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka nasional merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Keduanya tidak hanya membawa nama pribadi, keluarga dan sekolah, tetapi juga membawa nama Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Paskibraka Nasional Jalani Latihan Intensif

Secara nasional, sebanyak 76 calon Paskibraka dari 38 provinsi dipersiapkan untuk menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.

Para calon Paskibraka nasional tersebut telah menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan secara intensif.

Persiapan bahkan terus dimatangkan hingga mendekati hari pelaksanaan karena kondisi lapangan di Istana Merdeka membutuhkan penyesuaian tersendiri.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan para pelatih meminta tambahan waktu latihan agar para calon Paskibraka dapat beradaptasi dengan kondisi lapangan di halaman Istana Merdeka.

"Contohnya adalah tebal rumput di halaman istana. Itu secara teknis juga tadi mempengaruhi kebiasaan adik-adik kita yang biasanya sudah secara teknis keras rumputnya atau lapangannya. Nah, di istana cukup tebal, jadi butuh sedikit penyesuaian," kata Prasetyo.

Menurutnya, permintaan tambahan latihan tersebut telah disetujui untuk memberikan kesempatan kepada para calon Paskibraka melakukan penyesuaian sebelum menjalankan tugas pada 17 Agustus.

Gladi kotor dan gladi bersih menjadi bagian dari tahapan akhir untuk memastikan seluruh personel memahami kondisi lapangan dan rangkaian prosesi yang akan dijalankan.

Dari 119 Ribu Pendaftar

Perjalanan menuju Paskibraka nasional juga tidak berlangsung singkat.

Berdasarkan data Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), proses seleksi calon Paskibraka nasional 2026 diikuti 119.441 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Seleksi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.

Peserta harus melewati berbagai tahapan, antara lain seleksi administrasi, kesehatan, pembinaan ideologi Pancasila, inteligensi umum, kemampuan peraturan baris-berbaris, kesamaptaan dan penilaian kepribadian.

Peserta terbaik kemudian melanjutkan seleksi di tingkat provinsi sebelum mengikuti proses verifikasi di tingkat pusat.

Sebanyak 228 peserta yang mewakili seluruh provinsi mengikuti tahap verifikasi akhir tingkat pusat pada 15-19 Juni 2026.

Dari proses tersebut kemudian ditetapkan 76 calon Paskibraka nasional yang akan menjalankan tugas di Istana Merdeka.

Bagi Mirza dan Celine, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa generasi muda Kalimantan Barat mampu bersaing dan dipercaya mengemban tugas kenegaraan di tingkat nasional.

Menuju 17 Agustus

Kini, seluruh persiapan memasuki tahap akhir.

Di Kalimantan Barat, gladi kotor menjadi kesempatan untuk mengevaluasi setiap detail pelaksanaan. Setelah itu, gladi bersih menjadi tahapan terakhir sebelum seluruh personel menjalankan tugas sebenarnya.

Di tingkat nasional, Mirza dan Celine bersama 74 calon Paskibraka lainnya juga terus mematangkan kesiapan di Jakarta.

Semua bergerak menuju satu momentum yang sama: 17 Agustus 2026.

Hari ketika Merah Putih kembali dikibarkan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Kalimantan Barat, persiapan tersebut bukan semata-mata tentang memastikan sebuah upacara berjalan tanpa kesalahan.

Lebih jauh, peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kalbar. Pemerintah Provinsi akan terus mendukung generasi muda yang memiliki semangat berprestasi agar mampu membawa nama daerah di tingkat nasional maupun internasional," kata Ria Norsan terkait keikutsertaan putra-putri Kalbar di Paskibraka nasional.

Sementara bagi panitia tingkat provinsi, seluruh persiapan yang telah dilakukan diharapkan bermuara pada satu hasil: upacara yang berlangsung tertib, aman, lancar dan khidmat.

Sebab di balik beberapa menit prosesi pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus, terdapat berminggu-minggu latihan, koordinasi, evaluasi dan kerja bersama dari berbagai unsur.

Ketika Merah Putih berkibar pada 17 Agustus nanti, seluruh persiapan itu akan menemukan puncaknya. Bukan sekadar sebagai seremoni, tetapi sebagai pengingat bahwa kemerdekaan terus dirawat melalui disiplin, persatuan dan pengabdian setiap generasi. (tim)

 

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda