Ponticity post author Kiwi 14 Agustus 2026

Suara Klakson Bikin Resah, Warga Keluhkan Antrean Truk Solar di SPBU Jalan Adi Sucipto: Bruder Steph Harapkan Semua Pihak Jaga Ketertiban

Photo of Suara Klakson Bikin Resah, Warga Keluhkan Antrean Truk Solar di SPBU Jalan Adi Sucipto: Bruder Steph Harapkan Semua Pihak Jaga Ketertiban

PONTIANAK, SP - Aktivitas antrean kendaraan, khususnya truk-truk besar yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di salah satu SPBU di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Bangka Belitung Laut (BBL), Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, dikeluhkan warga sekitar.

Selain menyebabkan antrean kendaraan memanjang hingga menutupi akses jalan di depan rumah warga, suara bising dari kendaraan yang mengantre juga dinilai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Sejumlah pengemudi truk disebut kerap membunyikan klakson dengan suara keras, terutama ketika antrean berlangsung cukup panjang.

Kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi.

Menurut informasi yang disampaikan warga, gangguan serupa berulang kali muncul ketika terjadi antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar di SPBU tersebut.

Warga mengaku tidak mempersoalkan aktivitas SPBU maupun kebutuhan para pengemudi untuk mendapatkan BBM. Namun, mereka berharap aktivitas tersebut tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial ST mengatakan, antrean kendaraan yang berlangsung hingga ke depan rumah membuat warga kesulitan beraktivitas.

Situasi menjadi semakin tidak nyaman ketika sejumlah truk membunyikan klakson secara berulang-ulang.

“Kami sebagai warga di sekitar SPBU ini merasa sangat terganggu akibat antrean panjang di depan rumah kami. Truk-truk tersebut juga berisik dengan membunyikan klakson yang begitu nyaring,” ujar ST.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pengelola SPBU maupun instansi terkait. Warga berharap ada pengaturan yang lebih baik agar antrean kendaraan tidak mengganggu akses masyarakat dan tidak menimbulkan kebisingan yang berlebihan.

“Ini bukan hanya terjadi sekali. Kalau sedang ramai dan antrean solar panjang, kondisi seperti ini kembali terjadi,” katanya.

Warga juga berharap para pengemudi kendaraan yang mengantre dapat memiliki kesadaran untuk menghormati lingkungan sekitar.

Membunyikan klakson secara terus-menerus, terlebih di kawasan permukiman, dinilai tidak hanya mengganggu ketenangan tetapi juga berpotensi memicu ketegangan antara pengemudi dan masyarakat.

Perlu Respons Sebelum Muncul Gesekan

Keluhan warga tersebut mendapat perhatian dari Ketua Forum Relawan kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stephanus Paiman OFMCap.

Setelah menerima informasi mengenai kondisi tersebut, ia menilai persoalan antrean kendaraan di SPBU sebaiknya segera ditangani secara bijaksana oleh pihak-pihak terkait.

Menurutnya, keluhan masyarakat jangan sampai dibiarkan berlarut-larut hingga berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Dari informasi warga ini, saya menyarankan pemilik SPBU atau instansi terkait harus merespons keluhan warga agar tidak terjadi gesekan yang dapat mengganggu hal yang lebih besar lagi,” ujar Bruder Stephanus.

Ia menilai komunikasi antara pengelola SPBU, pengemudi kendaraan, pemerintah daerah, dan warga sekitar menjadi penting untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Persoalan antrean BBM, khususnya solar, memang tidak selalu sederhana. Di satu sisi, masyarakat dan pelaku usaha membutuhkan ketersediaan BBM untuk menunjang aktivitas ekonomi dan transportasi.

Namun di sisi lain, aktivitas tersebut tetap perlu dikelola agar tidak mengorbankan kenyamanan, keamanan, dan akses masyarakat yang berada di sekitar SPBU.

“Karena itu, pengaturan antrean menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pengelola SPBU dapat mempertimbangkan penataan jalur kendaraan sehingga antrean tidak menutup akses keluar-masuk rumah warga maupun mengganggu pengguna jalan lainnya,” papar Sang Tokoh Kemanusiaan ini dengan ciri khasnya tersenyum ramah.

Selain itu, para pengemudi juga diharapkan tidak membunyikan klakson secara berlebihan selama menunggu giliran pengisian BBM.

Warga Berharap Ada Solusi Nyata

Warga sekitar berharap persoalan ini tidak hanya menjadi keluhan yang muncul ketika antrean solar sedang panjang. Mereka menginginkan adanya solusi yang bersifat permanen sehingga kejadian serupa tidak terus berulang.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah membangun komunikasi antara pengelola SPBU dan warga sekitar untuk mengetahui titik-titik persoalan yang paling sering menimbulkan gangguan. Dengan demikian, pengaturan antrean dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.

Jika diperlukan, instansi terkait juga diharapkan turun melakukan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas di sekitar SPBU, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika antrean kendaraan meningkat.

Bagi warga, persoalan ini sebenarnya sederhana, mereka hanya ingin tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman tanpa terganggu antrean kendaraan yang menutup akses rumah maupun suara klakson yang berulang-ulang.

Di sisi lain, para pengemudi truk juga tentu membutuhkan kepastian dan pelayanan BBM yang baik. Karena itu, solusi yang paling tepat bukan saling menyalahkan, melainkan mencari pola pengaturan yang memungkinkan kepentingan kedua belah pihak tetap terakomodasi.

Keluhan warga ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pelayanan publik dan kegiatan ekonomi di suatu kawasan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Warga tidak menolak aktivitas SPBU. Mereka hanya berharap aktivitas tersebut dapat berlangsung secara tertib, tidak mengganggu akses jalan, dan tetap menghormati hak masyarakat sekitar untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman dan tenang,” papar Bruder Steph.

Kini, warga menunggu respons konkret dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait agar persoalan antrean dan kebisingan tersebut tidak terus berulang dan berkembang menjadi konflik antara warga dengan pengguna SPBU. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda