Ponticity post author Kiwi 17 Agustus 2026

Dari Latihan ke Podium, Dua Shooter Muda Kalbar Ukir Prestasi di Bali Open IPSC 2026

Photo of Dari Latihan ke Podium, Dua Shooter Muda Kalbar Ukir Prestasi di Bali Open IPSC 2026

PONTIANAK, SP — Kerja keras, disiplin, konsistensi latihan, serta dukungan para pelatih dan senior menjadi modal penting bagi dua shooter muda asal Kalimantan Barat (Kalbar), Yudhistira dan Arjuna, dalam mengembangkan kemampuan olahraga menembak.

Keduanya kembali menunjukkan kualitasnya dengan menorehkan prestasi membanggakan pada Bali Open IPSC Level III 2026 yang berlangsung di Pecatu Shooting Range, Bali. Dalam ajang tersebut, Yudhistira dan Arjuna mampu bersaing dengan ratusan shooter dari berbagai negara dan berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara.

Bali Open IPSC 2026 diikuti 341 peserta/shooter dari 14 negara, yakni Australia, Kamboja, China, Hong Kong, Indonesia, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Afrika Selatan, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand.

Di tengah persaingan internasional tersebut, dua shooter muda Kalbar mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Yudhistira berhasil meraih:
• Juara 1 Kategori Junior Divisi Production
• IPSC President Medal
• Juara 1 Grade C Divisi Production
Sementara itu, Arjuna sukses meraih:
• Juara 1 Kategori Super Junior Divisi Standard
• Juara 1 Grade C Divisi Standard

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa shooter muda dari Kalimantan Barat memiliki kemampuan untuk bersaing di level yang lebih tinggi, sekaligus menjadi buah dari proses latihan panjang yang telah mereka jalani sejak beberapa tahun terakhir.

Berawal dari Pengenalan Orang Tua
Perjalanan Yudhistira dan Arjuna di dunia olahraga menembak bermula pada akhir 2023. Keduanya pertama kali diperkenalkan dengan olahraga menembak dan penggunaan senjata api oleh orang tua.

Dari pengalaman awal tersebut, muncul ketertarikan yang kemudian berkembang menjadi keseriusan untuk berlatih. Memasuki 2024, Yudhistira dan Arjuna mulai aktif menjalani latihan secara lebih rutin.

Tidak hanya berlatih dengan senjata api, keduanya juga memperdalam kemampuan melalui latihan IPSC menggunakan air soft gun. Latihan dilakukan di Lapangan Tembak Akademi Kepolisian (Akpol) dengan mendapatkan bimbingan dari para pelatih di lingkungan Akpol.

Pengalaman latihan kemudian diperluas dengan mengikuti pembinaan di Platina (Pusat Latihan Anti Teror Indonesia), di bawah bimbingan para penembak berpengalaman.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk dasar kemampuan dan mental bertanding keduanya.
Sertifikasi Menjadi Tonggak Penting
Keseriusan Yudhistira dan Arjuna dalam olahraga menembak berlanjut pada 2025. Keduanya mengikuti dan dinyatakan lulus sertifikasi IPSC.

Setelah memperoleh sertifikasi, proses pengembangan kemampuan tidak berhenti. Keduanya terus mencari pengalaman dan kesempatan berlatih bersama para shooter yang lebih senior dan berpengalaman.

Untuk meningkatkan kemampuan, Yudhistira dan Arjuna mendapatkan pembinaan dari Tim Pelatih Tembak Reaksi Perbakin, di antaranya Om Jay, Om Semuil, serta sejumlah shooter senior lainnya.

Mereka juga mendapatkan kesempatan berlatih di Lapangan Senayan dan berlatih bersama para shooter IPSC terbaik Indonesia di Lapangan Pusdik Kav, Kota Baru Parahyangan.

Ketika berada di Kalimantan Barat, latihan juga dilakukan di Lapbak Kie Kav MDC, Kabupaten Kubu Raya, di bawah arahan Pak Putra dari Perbakin Kalbar.
Pengalaman latihan bahkan diperluas hingga mendapatkan wawasan dari dunia olahraga menembak di negara lain. Keduanya pernah mengikuti latihan di bawah bimbingan salah satu shooter terbaik dari Filipina.

Latihan Tidak Mengenal Kata Berhenti
Bagi Yudhistira dan Arjuna, latihan bukan hanya dilakukan menjelang pertandingan. Setiap kesempatan dimanfaatkan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan.

Keduanya juga rutin berlatih bersama para senior dan Taruna Akpol. Latihan tersebut dilakukan untuk mempertahankan konsistensi, akurasi, kecepatan, serta kesiapan mental menghadapi kompetisi.

Bagi keduanya, setiap perlombaan bukan semata-mata tentang mengejar kemenangan. Kompetisi juga menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang telah dibangun melalui latihan.

“Setiap perlombaan dijadikan ajang latihan untuk mengukur skill dan memotivasi diri,” menjadi semangat yang terus mereka pegang.

Mentalitas tersebut membuat setiap pertandingan menjadi bagian dari proses belajar. Menang menjadi motivasi untuk berkembang, sedangkan kekurangan dalam pertandingan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan pada kompetisi berikutnya.

Prestasi Internasional Jadi Motivasi Baru
Keberhasilan di Bali Open IPSC Level III 2026 menjadi pencapaian penting bagi perjalanan dua shooter muda Kalbar tersebut.

Bersaing dengan 341 shooter dari 14 negara memberikan pengalaman berharga bagi Yudhistira dan Arjuna. Persaingan dengan peserta dari berbagai negara juga menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menambah wawasan mengenai perkembangan olahraga menembak di tingkat internasional.

Bagi keduanya, prestasi yang diraih bukanlah titik akhir. Justru, podium di Bali menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Dukungan dari keluarga, pelatih, senior shooter, serta para Taruna yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan latihan juga menjadi faktor penting dalam perkembangan mereka.

Atas dukungan tersebut, Yudhistira dan Arjuna menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pelatih, senior shooter, serta para abang Taruna yang telah memberikan perhatian, waktu, ilmu, dan pengalaman selama proses latihan.
Bersiap Menuju Ajang Berikutnya

Setelah menorehkan prestasi di Bali, tantangan berikutnya sudah menanti. Pada 22–23 Agustus 2026, Yudhistira dan Arjuna dijadwalkan mengikuti ajang menembak dalam rangka HUT Perbakin dan Road to MQS PON XXII/2028 NTB-NTT.

Keduanya berharap dapat mengikuti pertandingan dengan lancar dan kembali memberikan hasil terbaik.
Dukungan dan doa masyarakat Kalimantan Barat pun diharapkan dapat menjadi tambahan semangat bagi dua shooter muda tersebut dalam menghadapi kompetisi selanjutnya.

Perjalanan Yudhistira dan Arjuna menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap medali terdapat proses panjang, latihan yang konsisten, evaluasi, disiplin, serta keberanian untuk terus belajar dari pengalaman.

Dari Kalimantan Barat, keduanya kini membawa harapan untuk terus berkembang dan mengukir prestasi lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional.
Dua shooter muda, satu semangat: terus berlatih, terus belajar, dan terus mengharumkan nama Kalimantan Barat melalui prestasi olahraga. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda