PONTIANAK, SP - Nama Kalimantan Barat harum di tingkat nasional. Celine Olivia Apriani Theo, siswi SMK Negeri 5 Pontianak, dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki Bendera Pusaka dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8)
Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, dipercaya membawa Bendera Merah Putih. Ia didampingi M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Provinsi Bengkulu sebagai pembentang, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pengerek, serta Achmad Fachri Mubarok dari Provinsi Jambi sebagai Komandan Kelompok 8.
Celine merupakan salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional yang bertugas dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lantas, siapa Celine Olivia Apriani Theo? Berikut profil dan perjalanan Celine hingga dipercaya mengemban tugas penting tersebut.
Profil Celine Olivia Apriani Theo
Mengutip akun Instagram SMK Negeri 5 Pontianak, Celine Olivia Apriani Theo merupakan siswi kelas XI Jurusan Akuntansi di SMK Negeri 5 Pontianak, Kalimantan Barat.
Perjalanan Celine menjadi anggota Paskibraka Tingkat Nasional dimulai dari
proses seleksi di tingkat Kota Pontianak pada Januari 2026. Setelah dinyatakan lolos seleksi tingkat kota, Celine melanjutkan perjuangannya ke tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Namanya kemudian terpilih untuk mewakili Kalimantan Barat sebagai Paskibraka Tingkat Nasional. Penetapan tersebut diumumkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada Senin (22/6/2026).
Dikukuhkan Wakil Presiden Gibran
Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Tahun 2026 pada Sabtu (15/8/2026).
Pengukuhan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Dalam upacara tersebut, Gibran selaku pembina upacara secara simbolis menyematkan Lencana Merah Putih Garuda dan memasangkan kendit kepada pemimpin upacara.
Setelah menjalani rangkaian seleksi dan pembinaan, Celine dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki Bendera Pusaka dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Istana Merdeka.
Celine yang tergabung dalam Tim Indonesia Berdaulat menerima penunjukan sebagai pembawa baki utama pada pagi hari menjelang pelaksanaan upacara. Meski keputusan tersebut ditetapkan menjelang upacara, Celine mampu menjalankan tugas dengan tenang, percaya diri, dan penuh konsentrasi di hadapan Presiden Republik Indonesia serta para tamu negara.
Lalui Seleksi Ketat dan Pembinaan Panjang
Kepercayaan tersebut diraih Celine setelah melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Ia juga menjalani rangkaian pembinaan selama masa karantina sebagai persiapan menghadapi tugas kenegaraan.
Kedisiplinan, kesiapan fisik, ketahanan mental, serta kemampuan menjalankan tugas menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan penilaian Paskibraka.
Sebelum mengukir prestasi bersama Paskibraka Nasional, Celine juga memiliki rekam jejak prestasi di bidang seni. Saat masih duduk di bangku SMP Negeri 2 Sungai Raya, ia pernah meraih Juara II Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2024 cabang seni tarik suara.
Jadi Kebanggaan Keluarga dan Kalimantan Barat
Keberhasilan Celine menjalankan tugas di Istana Merdeka menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, Intonius dan Anastasia, keluarga besar, serta masyarakat Kalimantan Barat.
Merry Elisabeth Gabrielle Loho, ibu baptis sekaligus sosok yang dekat dengan keluarga Celine, mengatakan karakter disiplin dan motivasi tinggi telah terlihat dalam diri Celine sejak kecil.
“Celine sejak kecil memang sudah menunjukkan kedisiplinan yang luar biasa dan memiliki motivasi yang sangat tinggi. Dia selalu bersungguh-sungguh dengan apa yang dicita-citakannya. Kami keluarga sangat bangga melihatnya berdiri teguh dan menjalankan tugas mulia ini di Istana Merdeka,” ujar Merry.
Sementara itu, pihak SMKN 5 Pontianak menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian siswinya yang juga aktif berorganisasi di sekolah.
"Terima kasih telah membawa nama baik SMK Negeri 5 Pontianak khususnya Paskibraka Vechter Five. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran, dalam menjalani seluruh rangkaian pembinaan serta amanah sebagai putra-putri terbaik bangsa," tulis SMKN 5
Prestasi Celine Olivia Apriani Theo menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Barat. Perjalanannya juga menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa kedisiplinan, kerja keras, ketekunan, dan kesungguhan dalam mengejar cita-cita dapat membuka jalan menuju prestasi di tingkat nasional.
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8) Agustus.
Upacara berlangsung khidmat untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara Kolonel Inf Priyo Handoyo kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara.
Setelahnya, 17 dentuman meriam menggema di kawasan Istana Merdeka, disertai bunyi sirene panjang. Dentuman tersebut menjadi penanda dimulainya Peringatan Detik-Detik Proklamasi, membawa suasana halaman Istana Merdeka ke dalam nuansa khidmat dan penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Presiden Prabowo membacakan langsung naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Usai membacakan Proklamasi, Presiden Prabowo kemudian memimpin seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Tanah Air.
“Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.
Setelah mengheningkan cipta, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu Menteri Agama Nasaruddin Umar. Rangkaian upacara kemudian memasuki prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim “Indonesia Berdaulat”.
Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, dipercaya membawa Bendera Merah Putih. Ia didampingi M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Provinsi Bengkulu sebagai pembentang, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pengerek, serta Achmad Fachri Mubarok dari Provinsi Jambi sebagai Komandan Kelompok 8.
Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih perlahan bergerak naik menuju puncak tiang. Bendera kemudian berkibar gagah di langit halaman Istana Merdeka, disambut dengan sikap sempurna dan rasa bangga oleh seluruh peserta serta tamu undangan yang hadir.
Setelah bendera berkibar sempurna, Komandan Upacara kembali menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara. Laporan terakhir tersebut sekaligus menandai berakhirnya prosesi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan persembahan lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar. Lagu tersebut dibawakan oleh Sekolah Rakyat dan Gita Bahana Nusantara (GBN), menghadirkan semangat kebangsaan sekaligus kegembiraan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka berlangsung khidmat dan sarat makna, meneguhkan kembali semangat perjuangan dan persatuan bangsa dalam momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Berkibarnya Sang Merah Putih, lantunan lagu kebangsaan, serta persembahan “Hari Merdeka” menjadi penutup yang menyatukan suasana haru, kebanggaan, dan semangat kebangsaan.
Ria Norsan: Jangan Lupakan Sejarah Perjuangan Bangsa
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengajak masyarakat, terutama generasi muda, tidak melupakan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Pesan itu disampaikan Ria Norsan setelah memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (17/8).
Upacara berlangsung khidmat. Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Barat, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, teks Proklamasi, hingga doa.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Sekretaris Daerah Kalbar Harisson, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, ASN, pelajar, tokoh masyarakat, insan pers, serta tamu undangan lainnya.
Dalam prosesi pengibaran bendera, Utin Lauran Himalaya dari SMA Negeri 2 Putussibau dipercaya sebagai pembawa baki. Dwi Archiles Pane bertugas sebagai pembentang bendera, Riski Saputra Yohanes dari SMA Karya Sekadau sebagai pemegang bendera, dan Arjuna Putra Sriwijaya dari SMAN 1 Pontianak sebagai pengerek bendera.
Bagi Ria Norsan, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan panjang yang dilakukan dengan pengorbanan jiwa dan raga.
“Kalau sekarang kita tidak berjuang dengan bambu runcing lagi, tidak berjuang dengan senjata lagi, tetapi mari kita berjuang dengan mengisi kemerdekaan di segala bidang sesuai dengan profesi kita masing-masing,” kata Ria Norsan.
Ia menilai perjuangan pada masa kini dapat diwujudkan melalui karya, pengabdian, inovasi, serta kontribusi nyata dalam membangun daerah. Persatuan, toleransi, dan gotong royong juga disebut menjadi modal penting untuk membawa Kalimantan Barat semakin maju dan sejahtera.
Namun, di tengah perubahan zaman, Ria Norsan mengingatkan satu hal yang tidak boleh ikut hilang: ingatan terhadap sejarah.
Ia mengutip pesan Presiden pertama RI Soekarno, “Jasmerah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah bangsa perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka mengetahui bagaimana kemerdekaan Indonesia diperjuangkan.
“Kenapa? Nanti anak-anak kita tidak tahu sejarah bangsanya sendiri. Maka mari kaum muda, anak-anak generasi muda, jangan lupa kita membaca sejarah ini, sejarah bangsa kita, supaya kita tahu perjuangan dan pengorbanan bangsa kita untuk memerdekakan bangsa ini,” ujarnya.
Ria Norsan juga menyinggung pentingnya penguatan pendidikan sejarah bagi generasi muda. Ia mengingat kembali pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang pernah diterimanya dan menilai semangat untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa perlu kembali diperkuat.
Baginya, mengenal sejarah bukan berarti terus menoleh ke masa lalu, melainkan memahami dari mana bangsa ini berasal dan menjadikannya pijakan untuk menentukan arah masa depan.
Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka, ia mengajak masyarakat Kalbar meneruskan semangat perjuangan tersebut melalui pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama.
“Di usia 81 tahun, Kalimantan Barat harus terus bergerak. Mari kita jaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong. Kepada seluruh masyarakat Kalbar, mari kita jadikan momentum ini untuk bangkit, berinovasi, dan membangun daerah dengan hati. Merdeka!” kata Ria Norsan.
Edi Kamtono Ajak Warga Perkuat Kebersamaan
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pontianak berlangsung khidmat. Di sisi lain, semangat kemerdekaan juga terlihat dari berbagai kegiatan yang digelar masyarakat di lingkungan masing-masing, mulai dari jalan sehat hingga beragam perlombaan yang melibatkan anak-anak hingga lanjut usia.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam memeriahkan momentum kemerdekaan tersebut.
“Upacara bendera tadi pagi berjalan lancar. Antusias masyarakat Kota Pontianak dalam menyambut Hari Kemerdekaan juga cukup tinggi, dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, permainan, perlombaan, dari lansia sampai anak-anak,” ujar Edi.
Menurut Edi, berbagai kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya terpusat pada kegiatan resmi pemerintah.
Lingkungan permukiman turut menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan membangun kebersamaan.
Edi menyebut semangat tersebut menjadi modal penting dalam membangun Kota Pontianak. Karena itu, momentum HUT ke-81 RI diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Mari kita jadikan momentum 17 Agustus ini sebagai sarana untuk saling memperkuat tali silaturahmi, kebersamaan, serta kolaborasi dalam membangun kota, provinsi, dan Indonesia,” katanya.
Jaga Persatuan dan Taat Aturan
Edi juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan sikap yang bertanggung jawab sebagai warga negara, termasuk menghormati hukum dan aturan yang berlaku.
“Silakan masyarakat, lingkungan mana pun, menyelenggarakan kegiatan. Kita lihat antusias masyarakat luar biasa, ini bentuk hal positif dalam bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan sederhana yang digelar di lingkungan warga memiliki makna penting. Jalan sehat, perlombaan dan berbagai kegiatan kebersamaan dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.
Edi bahkan mencontohkan kegiatan serupa yang berlangsung di lingkungan tempat tinggalnya. Warga menggelar jalan sehat serta berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak hingga orang tua.
Menurutnya, semangat seperti inilah yang perlu terus dipelihara setelah peringatan HUT RI berakhir.
Ia berharap kegembiraan dan kebersamaan yang muncul selama perayaan kemerdekaan dapat menjadi energi positif untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Harapan-harapan baik ini menjadi semangat untuk pembangunan ke depan,” pungkasnya. (din/stp/jee)