SINGKAWANG, SP - Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang melakukan pemantauan pergerakan asap lintas batas negara.
"Pemantauan yang dilakukan merupakan kegiatan sistematis mengamati, mendeteksi, mengukur kadar, serta melaporkan sebaran dan ketebalan asap hasil kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang bergerak melintasi garis batas wilayah negara, baik masuk ke wilayah kita maupun negara tetangga seperti Malaysia," kata Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang, Yuyu Wahyudin, Minggu (16/8).
Kegiatan monitoring memiliki tujuan untuk mendeteksi dini arah gerakan, ketebalan, dan jangkauan asap sebelum kualitas udara memburuk.
"Serta untuk mendapatkan data yang akurat untuk peringatan dini bagi masyarakat dan pihak terkait," ujarnya.
Kemudian, mewujudkan keterbukaan dan kerjasama pertukaran data dengan negara tetangga (seperti Malaysia), menjadi dasar penyusunan kebijakan penanggulangan bersama dan penurunan dampak kesehatan serta ekonomi, menjaga nama baik wilayah dan menunjukkan kesungguhan dalam menjaga lingkungan bersama.
Menurutnya, cara dan sarana yang dilakukan yaitu, pemantauan langsung di lapangan melalui pos pengamatan, menara pantau dan patroli rutin di jalur perbatasan.
Kemudian bantuan teknologi yang meliputi citra satelit, kamera pantau jarak jauh, alat ukur kualitas udara (PM2,5, PM10, ISPU).
Serta pertukaran Informasi dengan cara rapat rutin, laporan berkala dan komunikasi cepat dengan instansi setempat serta pihak berwenang negara tetangga.
Beberapa hal utama yang diamati, antaralain, arah dan kecepatan angin, tingkat ketebalan dan jangkauan asap, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), titik panas yang berpotensi memperluas asap ke arah perbatasan serta laporan keluhan kesehatan warga di jalur terdampak. (rud)