PONTIANAK, SP - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (KPwBI Kalbar) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB UNTAN) melaksanakan Penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM 2026.
Penelitian yang mencakup 14 kabupaten/kota dan 174 kecamatan di Kalimantan Barat ini dilakukan untuk memetakan komoditas, produk, dan jenis usaha yang memiliki keunggulan serta prospek pengembangan berbasis potensi lokal.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan penelitian KPJU diharapkan menjadi pijakan dalam merancang pengembangan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran.
“KPJU 2026 kami harapkan tidak berhenti pada pemetaan potensi, tetapi menjadi pijakan bersama untuk mendorong pengembangan komoditas, produk, dan jenis usaha unggulan di Kalimantan Barat. Dengan data hingga tingkat kecamatan, program pengembangan ekonomi dapat dirancang lebih sesuai dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing daerah,” ujar Doni, Sabtu (15/8/2026).
Pemetaan dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, antara lain kondisi produksi, ketersediaan bahan baku, kapasitas usaha, potensi pasar, pemasaran, tenaga kerja, akses pembiayaan, serta berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Doni menambahkan, data yang diperoleh di lapangan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kita ingin memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi dan tantangan UMKM di lapangan, termasuk peluang pengembangannya. Informasi ini penting agar intervensi yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha dan memperkuat keterhubungan UMKM dengan pasar maupun rantai pasok,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti dan enumerator akan melakukan pengumpulan data langsung di 174 kecamatan. Untuk menjaga kualitas data, seluruh tim telah mendapatkan pelatihan intensif dengan menghadirkan SEM Institute, yang mencakup metodologi penelitian, penggunaan instrumen, teknik wawancara, pengumpulan data, serta etika penelitian lapangan.
Hasil penelitian KPJU diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam menentukan sektor prioritas, sekaligus memberikan informasi bagi perbankan dan lembaga keuangan dalam melihat peluang pembiayaan UMKM.
Bagi pelaku usaha, hasil pemetaan diharapkan mendukung peningkatan kapasitas, perluasan pasar, peningkatan nilai tambah, dan penguatan rantai pasok.
“Penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi. Kami mengajak pemerintah daerah, perbankan, Apindo, asosiasi usaha, pelaku UMKM, akademisi, dan seluruh mitra strategis untuk bersama-sama mendukung penelitian ini. Semakin kuat data yang kita miliki, semakin besar peluang kita mengembangkan potensi ekonomi daerah secara optimal,” tegas Doni.
Melalui KPJU 2026, KPwBI Kalbar berharap pemetaan potensi ekonomi hingga tingkat kecamatan dapat menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan. (jee)