Internasional post author Kiwi 14 Agustus 2026

Siap Beroperasi pada 2029, HMI Medical Bangun Rumah Sakit Tersier Rp4 triliun di Kuching dan Tambah 500 Tempat Tidur

Photo of Siap Beroperasi pada 2029, HMI Medical Bangun Rumah Sakit Tersier Rp4 triliun di Kuching dan Tambah 500 Tempat Tidur

KUCHING, SP - Persaingan layanan kesehatan di Kuching, Sarawak, Malaysia, semakin berkembang. Sejumlah grup rumah sakit mulai memperbesar kapasitas layanan dengan membangun fasilitas kesehatan baru, sekaligus memperkuat berbagai layanan yang menyasar pasien internasional, termasuk masyarakat Indonesia dari Kalimantan Barat (Kalbar).

Dua proyek besar yang tengah disiapkan menjadi bagian dari perkembangan tersebut. HMI Medical membangun Regency Specialist Hospital Kuching dengan kapasitas 300 tempat tidur dan investasi tahap awal lebih dari RM400 juta.

Sementara Timberland Medical Centre, yang berada di bawah jaringan IHH Healthcare Malaysia, menyiapkan rumah sakit tersier baru berkapasitas 200 tempat tidur di Kuching.

Jika kedua proyek tersebut terealisasi sesuai rencana, Kuching akan mendapatkan tambahan kapasitas sedikitnya 500 tempat tidur rumah sakit baru. Ekspansi ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan spesialis di Sarawak sekaligus menguatkan posisi Kuching sebagai salah satu tujuan medical tourism di kawasan Borneo.

Kehadiran fasilitas baru tersebut juga menjadi perkembangan yang patut diperhatikan oleh masyarakat Kalimantan Barat.

Kedekatan geografis dan akses lintas batas membuat Kuching selama ini menjadi salah satu pilihan warga Kalbar yang membutuhkan layanan kesehatan tertentu di luar negeri.

HMI Medical Investasi Lebih dari RM400 Juta

Salah satu proyek terbesar adalah pembangunan Regency Specialist Hospital Kuching oleh HMI Medical.

Rumah sakit swasta tersier berkapasitas 300 tempat tidur tersebut akan dibangun di kawasan Northbank, Kuching, dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Pembangunannya ditandai dengan acara peletakan batu pertama yang diresmikan Premier Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg.

Dengan investasi tahap awal lebih dari RM400 juta, rumah sakit tersebut akan menjadi rumah sakit swasta pertama HMI Medical di Sarawak.

Regency Specialist Hospital Kuching dirancang sebagai SMART Tertiary Hospital, dengan mengintegrasikan teknologi medis modern, sistem digital yang saling terhubung, serta sistem kerja klinis yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien.

Pada tahap awal, fasilitas yang disiapkan antara lain pusat kanker, smart wards, ruang operasi berteknologi canggih, Intensive Care Unit (ICU), fasilitas diagnostik dan perawatan, serta berbagai layanan spesialis dan multidisiplin.

Pengembangan rumah sakit akan dilakukan secara bertahap. Tahap berikutnya akan menambah kapasitas serta pusat layanan unggulan sesuai perkembangan kebutuhan kesehatan masyarakat.

CEO HMI Medical Group, Chin Wei Jia, mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Sarawak yang dipengaruhi pertumbuhan ekonomi, populasi, konektivitas, dan investasi di wilayah tersebut.

“Seiring kebutuhan kesehatan yang semakin kompleks, Sarawak membutuhkan kapasitas yang lebih besar dan kemampuan spesialis yang lebih kuat. Regency Specialist Hospital Kuching merupakan respons HMI Medical terhadap pertumbuhan tersebut, dengan memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Timberland Siapkan Rumah Sakit Baru 200 Tempat Tidur

Ekspansi layanan kesehatan juga dilakukan Timberland Medical Centre.

Rumah sakit yang telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade tersebut kini berada di bawah jaringan IHH Healthcare Malaysia. Timberland menyiapkan pembangunan rumah sakit tersier baru dengan kapasitas 200 tempat tidur di pusat Kota Kuching.

Senior Operation Executive Timberland Medical Centre, Muhammad Khalid Rahimi, mengatakan pembangunan fasilitas baru tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas layanan seiring bertambahnya pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan spesialis, termasuk pasien dari Indonesia.

Saat ini Timberland telah menyediakan berbagai layanan spesialis, di antaranya kardiologi, nefrologi, ortopedi, oftalmologi, pediatri, urologi, radiologi, serta obstetri dan ginekologi.

Dengan rumah sakit baru tersebut, kapasitas dan jenis layanan diharapkan dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Karena kami berkomitmen memberikan yang terbaik, kami akan mengatur jalannya pelayanan secara end-to-end supaya pasien dapat menikmati layanan yang terbaik,” kata Khalid.

Pengembangan fasilitas itu juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan bagi pasien internasional.

Pasien Indonesia Menjadi Bagian Penting

Kedekatan Kuching dengan Kalimantan Barat membuat masyarakat Indonesia menjadi salah satu pasar potensial bagi industri kesehatan Sarawak.

Bagi sebagian masyarakat Kalbar, perjalanan ke Kuching relatif mudah dibandingkan harus menuju kota-kota besar lain di Indonesia untuk mendapatkan layanan tertentu. Faktor jarak, konektivitas, pilihan dokter spesialis, fasilitas kesehatan, hingga pengalaman pelayanan menjadi pertimbangan sebagian pasien.

Melihat potensi tersebut, rumah sakit di Kuching juga semakin serius membangun layanan khusus pasien internasional.

Timberland Medical Centre, misalnya, menyediakan International Patient Centre yang membantu pasien dari luar Malaysia dalam proses registrasi, penerjemah, hingga kebutuhan administratif lainnya.

Rumah sakit tersebut bahkan menyediakan layanan penjemputan bagi pasien Indonesia dari PLBN Entikong maupun PLBN Aruk untuk membantu perjalanan pasien menuju Kuching.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa persaingan layanan kesehatan kini tidak hanya berlangsung pada pembangunan gedung dan pembelian peralatan medis, tetapi juga pada kemudahan perjalanan dan pengalaman pasien sejak dari daerah asal hingga kembali pulang.

Informasi Layanan Mulai Didekatkan ke Kalbar

Upaya menjangkau masyarakat Kalimantan Barat juga terlihat dari kehadiran layanan informasi Timberland Medical Centre di wilayah Kubu Raya dan Pontianak.

Timberland melalui jaringan IHH Healthcare Malaysia menghadirkan kios informasi atau pop-up booth di Gaia Bumi Raya City, Kubu Raya, di area dekat Imperial Kitchen.

Kehadiran layanan tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai layanan medis, konsultasi awal, estimasi biaya pengobatan maupun rawat inap, serta informasi paket pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, terdapat kantor informasi tetap di Pontianak yang menjadi salah satu titik pelayanan bagi masyarakat Kalbar yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai layanan kesehatan Timberland Medical Centre di Kuching.

Dengan pola tersebut, calon pasien tidak harus datang langsung ke Kuching hanya untuk mendapatkan informasi awal mengenai layanan dan perkiraan biaya.

Medical Check-Up hingga Layanan Spesialis

Selain layanan pengobatan spesialis, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up juga menjadi salah satu layanan yang diminati masyarakat Indonesia yang datang ke Kuching.

Timberland menyediakan sejumlah paket skrining kesehatan dengan tarif yang disebut mulai sekitar RM620 hingga RM1.025, tergantung jenis pemeriksaan dan paket yang dipilih.

Layanan tersebut mencakup beberapa pilihan pemeriksaan, termasuk paket untuk kebutuhan kesehatan perempuan.

Pasien juga dapat memperoleh informasi mengenai layanan spesialis seperti jantung, ginjal, ortopedi, mata, anak, radiologi, urologi hingga kandungan.

Kehadiran layanan medical check-up menjadi bagian dari tren masyarakat yang semakin memperhatikan deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan berkala.

Medical Tourism Sarawak Terus Berkembang

Ekspansi rumah sakit swasta di Kuching berlangsung di tengah pertumbuhan sektor medical tourism Sarawak.

Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan publik, jumlah healthcare travellers ke Sarawak meningkat dari sekitar 64.393 orang pada 2023 menjadi 76.796 orang pada 2024. Jumlah tersebut kemudian dilaporkan mencapai lebih dari 104.000 pasien pada 2025, dengan Kuching menjadi salah satu kontributor utama.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan rumah sakit dan grup layanan kesehatan terus meningkatkan kapasitas.

Bagi Sarawak, pasien internasional tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor kesehatan. Kehadiran pasien dari luar negeri juga berkaitan dengan sektor transportasi, perhotelan, restoran, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya.

Dengan demikian, pembangunan rumah sakit baru memiliki dampak ekonomi yang lebih luas.

Tak Hanya Membangun Gedung, Tenaga Kesehatan Juga Disiapkan

HMI Medical juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari ekspansi di Kuching.

Melalui HMI Malaysia Healthcare Workforce 2030 Fund, perusahaan mengalokasikan sekitar RM50 juta selama lima tahun untuk pengembangan tenaga kesehatan.

Program tersebut mencakup beasiswa, dukungan pendidikan, cross-training, clinical attachment, pengembangan tenaga spesialis, serta pendidikan profesional berkelanjutan.

CEO HMI Malaysia, Stanley Lam, mengatakan pengembangan talenta lokal menjadi salah satu prioritas sebelum rumah sakit baru mulai beroperasi pada 2029.

“Dengan bekerja sama dengan institusi pendidikan dan organisasi kesehatan, kami membangun pipeline tenaga profesional terampil untuk membentuk generasi layanan kesehatan berikutnya di Sarawak,” ujarnya.

Regency Specialist Hospital Kuching sendiri diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan pekerjaan, mulai tenaga medis, perawat, tenaga kesehatan penunjang, manajemen, teknis hingga staf pendukung.

Kuching Semakin Serius Menjadi Hub Kesehatan Borneo

Rangkaian pembangunan tersebut menunjukkan bahwa Kuching tidak hanya ingin menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi Sarawak, tetapi juga terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan di kawasan Borneo.

Tambahan 500 tempat tidur dari dua proyek rumah sakit baru akan memperbesar kapasitas layanan kesehatan di kota tersebut. Pada saat yang sama, investasi teknologi, pengembangan dokter dan tenaga kesehatan, serta penguatan layanan pasien internasional akan membuat persaingan antarpenyedia layanan kesehatan semakin ketat.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, perkembangan ini berarti semakin banyak pilihan ketika membutuhkan layanan kesehatan di Kuching.

Namun, bagi Indonesia, fenomena tersebut juga menjadi catatan penting. Meningkatnya minat masyarakat Kalbar untuk mendapatkan layanan kesehatan di Malaysia menunjukkan adanya peluang sekaligus tantangan bagi pengembangan rumah sakit dan layanan kesehatan di wilayah Kalimantan Barat.

Jika masyarakat memilih berobat ke luar negeri karena alasan fasilitas, teknologi, dokter spesialis, waktu tunggu, biaya, maupun kemudahan pelayanan, maka hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi penguatan sistem kesehatan di daerah.

Pada akhirnya, pembangunan Regency Specialist Hospital Kuching dan rumah sakit baru Timberland bukan sekadar penambahan gedung dan tempat tidur rumah sakit.

Ekspansi tersebut merupakan sinyal bahwa industri kesehatan di Kuching sedang bergerak menjadi lebih besar, lebih modern, dan semakin agresif membidik pasar pasien internasional—termasuk dari Kalimantan Barat.

Dengan posisi geografis yang berdekatan dan konektivitas lintas batas yang semakin berkembang, Kuching berpeluang semakin kuat menjadi salah satu pusat medical tourism di kawasan Borneo dan Asia Tenggara. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda