Internasional post authorKiwi 26 Mei 2026

Wamenhaj Tinjau Tenda Jemaah BTH 17 Pontianak di Mina, Soroti Layanan Armuzna

Photo of Wamenhaj Tinjau Tenda Jemaah BTH 17 Pontianak di Mina, Soroti Layanan Armuzna

MAKKAH, SP - Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau langsung kondisi tenda jemaah haji Indonesia di Mina, Senin (25/5/2026) siang.

Dalam kunjungannya ke tenda jemaah Kloter BTH 17 asal Kota Pontianak, yang melaksanakan Tarwiyah, Dahnil menyapa jemaah sekaligus memastikan kesiapan layanan menjelang wukuf di Arafah.

“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat melaksanakan ibadah haji kepada seluruh jemaah Indonesia. Besok kita akan mengikuti puncak haji, yaitu wukuf di Arafah,” ujar Dahnil di hadapan jemaah.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat layanan yang belum memenuhi harapan seluruh jemaah.

Menurut dia, pemerintah terus melakukan evaluasi agar kualitas pelayanan haji semakin baik.

“Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang belum maksimal. Tapi kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap layanan yang masih kurang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Rombongan 6 Kloter BTH 17, Rusdaniar, mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah, terutama dalam aspek komunikasi dan pendampingan jemaah sejak di Tanah Air hingga di Makkah.

“Kami memberikan apresiasi terhadap kinerja Kemenhaj. Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sangat baik, khususnya dalam sosialisasi dan komunikasi yang disampaikan kepada calon jemaah haji sejak proses pendaftaran, manasik, hingga pelaksanaan ibadah di Makkah,” ujarnya.

Rusdaniar juga menilai layanan transportasi menuju Mina dan Arafah cukup baik karena seluruh jemaah mendapatkan tempat duduk di dalam bus. Namun, ia mengakui jumlah armada yang tersedia masih belum sebanding dengan jumlah jemaah yang harus diberangkatkan.

“Layanan transportasi jemputan bus oleh Syarikah Al Bait Guest cukup baik karena tidak ada jemaah yang berdiri. Semua duduk di kursi. Namun, jumlah bus yang disiapkan masih kurang memadai dibanding jumlah jemaah, sehingga jemaah harus menunggu cukup lama untuk diberangkatkan Tarwiyah, apalagi kondisi lalu lintas sangat padat,” katanya.

Menanggapi hal itu, Dahnil menjelaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem taraddudi dalam layanan transportasi selama fase Armuzna. Dengan sistem tersebut, bus akan bergerak secara bergantian untuk menjemput jemaah sesuai kapasitas armada yang tersedia.

“Layanan transportasi yang diterapkan Arab Saudi menggunakan sistem taraddudi. Jemaah dijemput secara bergantian sesuai jumlah bus yang disiapkan. Karena itu, kami mohon kesabaran bapak dan ibu jemaah selama menunggu penjemputan pada pelaksanaan Armuzna,” ujar Dahnil.(mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda