PONTIANAK, SP - Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Kalimantan Barat (IKA Suka Kalbar) menggelar silaturahmi sekaligus reaktivasi kepengurusan sebagai langkah untuk memperkuat kembali konsolidasi dan jejaring alumni di Kalimantan Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Abdur Rani IAIN Pontianak, Sabtu (15/8/2026), tersebut dihadiri sekitar 70 alumni UIN Sunan Kalijaga dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Reaktivasi kepengurusan menjadi momentum penting untuk mempererat kembali hubungan antarsesama alumni sekaligus menyatukan berbagai potensi yang selama ini telah berkiprah di beragam bidang.
Dalam kegiatan tersebut, Kombespol Abdur Rosid, S.Ag., M.Pd., M.H., yang merupakan Auditor Tingkat III Irwasda Polda Kalbar, ditetapkan sebagai Ketua IKA Suka Kalbar. Sementara H. Fatahillah Abror, S.Ag., M.Si., anggota DPRD Kalimantan Barat dari Fraksi PKS, ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina.
Ketua IKA Suka Kalbar, Kombespol Abdur Rosid, mengatakan reaktivasi kepengurusan bukan sekadar menghidupkan kembali struktur organisasi, tetapi menjadi momentum untuk membangun kembali silaturahmi serta menyatukan potensi seluruh alumni.
“Reaktivasi ini bukan sekadar menghidupkan kembali kepengurusan, tetapi bagaimana kita membangun kembali silaturahmi dan menyatukan potensi seluruh alumni. Kita ingin IKA Suka Kalbar menjadi wadah yang mampu memperkuat komunikasi, membangun jejaring, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujar Abdur Rosid.
Menurutnya, alumni UIN Sunan Kalijaga yang berasal maupun berdomisili di Kalimantan Barat memiliki latar belakang profesi dan pengalaman yang beragam. Potensi tersebut perlu dihimpun dan dikelola agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Alumni kita banyak yang berkiprah di berbagai bidang, baik pemerintahan, pendidikan, kepolisian, legislatif, dunia usaha maupun sektor sosial kemasyarakatan. Potensi ini harus kita satukan. Dengan kebersamaan, saya yakin alumni dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar untuk pembangunan Kalimantan Barat,” katanya.
Ia menambahkan, IKA Suka Kalbar ke depan diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para alumni, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, serta melahirkan program-program yang memberikan dampak nyata.
“Kita ingin organisasi ini aktif, produktif, dan memberikan manfaat. Jangan sampai alumni hanya bertemu pada momentum tertentu. Kita harus membangun program, membuka jejaring, saling mendukung, dan bersama-sama memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing,” jelasnya.
Abdur Rosid juga mengajak seluruh alumni mengesampingkan perbedaan latar belakang profesi maupun aktivitas masing-masing. Menurutnya, almamater merupakan titik temu yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.
“Yang menyatukan kita adalah almamater dan semangat untuk memberikan manfaat. Karena itu, mari kita jaga kebersamaan ini. Kita kuatkan organisasi, kita bangun jejaring, dan kita hadir memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan almamater,” tegasnya.
Ia menegaskan, keberadaan IKA Suka Kalbar harus memberikan manfaat, tidak hanya bagi internal organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas. Para alumni dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan sumbangsih sesuai bidang, keahlian, dan kemampuan masing-masing.
Semangat tersebut menjadi salah satu landasan dalam reaktivasi kepengurusan IKA Suka Kalbar. Organisasi alumni diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai gagasan, pengalaman, dan jejaring untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kita berharap ke depan IKA Suka Kalbar dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni. Kita saling menguatkan, saling memberikan manfaat, dan bersama-sama memberikan kontribusi nyata untuk Kalimantan Barat,” pungkas Abdur Rosid.
Perkuat Konsolidasi dan Jejaring Alumni
Reaktivasi kepengurusan IKA Suka Kalbar dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus mengonsolidasikan kembali alumni UIN Sunan Kalijaga yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Kegiatan silaturahmi tersebut menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali membangun komunikasi dan mempererat hubungan setelah aktivitas organisasi sebelumnya belum berjalan secara maksimal.
Antusiasme sekitar 70 alumni yang hadir menunjukkan adanya semangat untuk kembali menghidupkan organisasi alumni di tingkat provinsi. Kehadiran mereka juga menjadi modal penting dalam membangun kepengurusan yang lebih solid dan produktif.
Dengan latar belakang yang beragam, para alumni memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari pemerintahan, pendidikan, penegakan hukum, politik, ekonomi, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Penetapan Abdur Rosid sebagai Ketua IKA Suka Kalbar dan H. Fatahillah Abror sebagai Ketua Dewan Pembina diharapkan semakin memperkuat arah organisasi sekaligus mendorong lahirnya program-program yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Keduanya memiliki pengalaman di bidang masing-masing. Abdur Rosid berpengalaman di institusi kepolisian, sedangkan Fatahillah Abror memiliki pengalaman di bidang legislatif dan kemasyarakatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam pembinaan organisasi sekaligus mendorong para alumni untuk mengambil peran yang lebih luas di tengah masyarakat.
Dengan reaktivasi ini, IKA Suka Kalbar diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi berkembang menjadi rumah bersama bagi alumni UIN Sunan Kalijaga untuk membangun jejaring, berbagi gagasan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Kalimantan Barat. (*)