PONTIANAK,SP - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sekai Hikari Indonesia kembali memberangkatkan siswa magang ke Negeri Sakura Jepang. Untuk pemberangkatan kali ini, sebanyak lima siswa magang yang telah selesai pengurusan adminstrasi dan sudah pembekalan diberangkatkan pada Selasa (27/2/2024).
Hal ini seperti diungkapkan Pimpinan LPK Sekai Hikari Indonesia Kalimantan Barat (Kalbar) Budiman di sela-sela pelepasan siswa magang ke Jepang. Dikatakan Budiman, lima siswa magang ini akan magang diberbagai perusahaan di Jepang.
Sebelum diberangkatkan para siswa tersebut telah diberikan pembekalan terlebih dahulu di tanah air. Mulai dari pola kerja, etika kerja, bahasa cakap, disiplin dan pihak LPK Sekai Hikari pun memberikan pesan khusus agar mereka mengenalkan budaya Indonesia selama di Jepang.
“LPK Sekai Hikari Indonesia pun melakukan pelatihan mulai dari keterampilan hingga bahasa serta budaya. Terutama disiplin, karena budaya di Jepang terkenal dengan disiplinnya dalam kehidupan termasuk dalam bekerja,” ujar Pimpinan LPK Sekai Hikari Indonesia Kalbar Budiman.
Dirinya menjelaskan memastikan pihak LPK Sekai Hikari Indonesia akan tetap mengontrol dan membangun komunikasi dengan para siswa magang setelah pemberangkatan tersebut. Disamping itu Budiman memastikan komunikasi siswa dengan keluarga di kampung pun tetap bisa dilakukan tanpa pembatasan.
“Kondisi siswa yang telah berangkat sebelumnya terpantau baik dan siap untuk beraktivitas disana,” jelasnya.
Budiman mengungkapkan LPK Sekai Hikari Indonesia yang berpusat di Kota Bekasi kini sudah memiliki perwakilan daerah diantaranya Kalbar yang beralamat Jalan Kom Yos Sudarso Kota Pontianak. Kemudian di Provinsi Jawa Timur LPK Sekai Hikari Indonesia Tuban.
Diungkapkannya LPK Sekai Hikari Indonesia juga telah mendapatkan izin pelepasan. Sejak awal hingga kini tercatat sudah ada sekitar 1000-an orang siswa yang dilepas ke Jepang. Lembaga ini khusus melakukan pemberangkatan siswa ke Jepang.
“Saya berharap banyak anak-anak dari Kalimantan khususnya anak kalbar untuk mengikuti Pelatihan di LPK Sekai Hikari Indonesia Kalbar dan tidak lupa peran pemerintah setempat kami harapakan,” kata Budiman.
Apalagi menurutnya setelah Jepang membuka diri pasca pandem covid beberapa waktu lalu sampai saat ini permintaan siswa magang luar biasa banyak ke LPK Sekai Hikari Indonesia. Dengan beragam bidang mulai dari kargo, pertanian, perikanan, las, kontruksi, restoran, perhotelan, pengolahan dan makanan.
“Saat sekarang LPK Sekai Hikari Indonesia sangat banyak membutuhkan siswa khususnya di Kalbar sendiri dengan tingkat Pendidikan tamatan SLTA dan D3 ,S1 untuk dididik dalam program bahasa Jepang,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan dalam keberangkatan kali ini beberapa siswanya berasal dari Kalbar dan besar harapan semakin banyak minat dari anak-anak Kalbar untuk mengikuti program magang tersebut. Dia menyebutkan dengan semakin tingginya daya saing pencari kerja maka solusi magang ke Jepang menjadi kuncinya.
Budiman berharap siswa yang akan berangkat untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi di Jepang. Selain karakter dan budaya, penyesuaian iklim dan cuaca mesti dipelajari. Kedisiplinan juga harus dijaga karena Jepang terkenal disiplin yang ketat.
Termasuk dalam pola pikir yang ingin terus melakukan perubahan. Makanya, siswa yang berangkat harus memahami karakter dan gaya hidup masyarakat Jepang.
“Ambillah hal yang positif dari masyarakat Jepang. Yang negatif jangan ditiru,” ungkapnya.
Budiman berharap pemerintah terkait juga akan ikut mengawasi dan mengontrol siswa ketika berada di Jepang.
“Kita berharap siswa ini bisa menyelesaikan program magang ini dan tak tertutup kemungkinan bisa diterima bekerja pada perusahaan tersebut,” tutupnya.(*)