Ponticity post authorKiwi 29 Agustus 2023

In Memoriam Arie Chandra Tio, Bos Ayani Mega Mall Pontianak Tutup Usia

Photo of In Memoriam Arie Chandra Tio, Bos Ayani Mega Mall Pontianak Tutup Usia

PONTIANAK, SP -  Berita Duka datang dari Bos Ayani Mega Mall Pontianak, Arie Chandra Tio. Pria ramah yang juga dikenal dengan berbagai aktivitas sosialnya ini tutup usia di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak pada pukul 20.30 WIB, Senin, 28 Agustus 2023.

Jenazah Almarhum Arie Chandra Tio sendiri, saat ini disemayamkan keluarga di rumah kediaman mereka, di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Meninggal di usia ke-76 Tahun, Arie Chandra akan dimakamkan pada Jumat pagi, 1 September 2023, di Pemakaman Yayasan Sungai Jernih, Jalan Khatulistiwa Batu Layang, Kota Pontianak.

Saat Suara Pemred tiba di rumah duka, tampak sejumlah kerabat keluarga, teman bisnis, warga, dan para pejabat di Kota Pontianak, memberikan penghormatan terakhir.

Tampak datang memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Arie Chandra di antaranya Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto. Lalu Komjen Pol (Purn) Arief Sulistyanto, mantan Kapolda Kalbar dengan jabatan terakhir Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Tidak Ada Riwayat Sakit

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Kalbar, yang juga abang kandung almarhum, Santyoso Tio mengatakan sempat terkejut mendengar Arie Chandra Tio meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Medika.

“Karena  selama hidup, almarhum tidak pernah sakit. Kita tidak tahu apakah almarhum ada sakit kronis atau bagaimana. Apakah serangan jantung, atau mungkin juga kecapean akibat olahraga, kita tidak tahu. Karena saat di rumah sakit, nyawa almarhum sudah tidak tertolong lagi," ucapnya.

Santyoso Tio juga menceritakan, pertama kali mengetahui almarhum sudah meninggal dunia, dikabari oleh anaknya. Pada waktu itu, anak almarhum menelpon anaknya menyampaikan bahwa almarhum sedang USG di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak.

"Mendengar kabar itu, saya sempat pergi ke Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak, untuk melihat kondisi almarhum. Namun sekitar satengah jam  upaya pertolongan dari Dokter, yang akhirnya menyampaikan kepada keluarga almarhum sudah meninggal," jelas Santyoso Tio.

Bela Sungkawa Gubernur

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Arie Chandra Tio / Tio Ui Neng. Dirinya mengaku cukup mengenal dekat sosok Arie Chandra Tio / Tio Ui Neng.

Bahkan orang nomor satu di Provinsi Kalbar itu menyebut telah berteman selama 25 tahun dengan mendiang Arie Chandra Tio / Tio Ui Neng. Sutarmidji mengenang sosok Arie Chandra Tio Tio Ui Neng sebagai teman yang selalu mengalah.

“Karakter beliau yang saya tahu selama 25 tahun lebih berteman adalah beliau selalu mengalah ketika ada dua (pihak) benturan kepentingan yang langsung (atau) tak langsung beliau ada disitu,” ungkap Gubernur Sutarmidji.

Sebagai pengusaha Gubernur Sutarmidji mengenang sosok mendiang Arie Chandra sebagai orang yang sangat ulet. Serta selalu menjaga hubungan baik antar sesama pengusaha dan teman-temannya.

Disamping itu mendiang Arie Chandra juga dikenang Gubernur Sutarmidji sangat memiliki jiwa sosial yang tinggi dan sangat cinta terhadap daerahnya. Salah satunya terbukti dengan mendiang Arie Chandra yang bersedia menjadi Dewan Pertimbangan PMI Kalbar.

“Beliau (Arie Chandra) sosok yang sederhana, ulet dan humanis. Selamat jalan sahabat, kami akan kenang kebaikanmu saat kita berinteraksi,” kata Gubernur Sutarmidji.

Aktivitas Jaga Bumi

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengucapkan rasa bela sungkawa atas meninggalnya Arie Chandra Tio Tio Ui Neng. Dirinya menyebut cukup lama berteman dengan mendiang Arie Chandra Tio Tio Ui Neng.

Salah satu momen yang dikenang Edi Rusdi Kamtono yakni sosok mendiang Arie Chandra Tio Tio Ui Neng berkontribusi terhadap pembangunan dan peduli lingkungan. Sering kali mendiang Arie Chandra Tio Tio Ui Neng mengambil inisiatif untuk turut melakukan penghijauan.

“Saya berteman dengan beliau sudah lama, beliau sangat peduli terhadap pembangunan dan penghijauan, beliau mempunyai insiatif penghijauan sama-sama kita untuk menghijaukan Kota Pontianak terutama daerah yang gersang,” ungkap Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

“Beliau salah satu pengusaha yang cukup berkontribusi dalam pembangunan, sosoknya enak diajak bicara, mudah berkoordinasi serta wawasan beliau luas,” kenangnya.

Pandai Bermasyarakat

Sementara itu, Ketum KONI Kalbar, Fachrudin Siregar menilai sosok almarhum Arie Chandra Tio, adalah sosok yang pandai bermasyarakat dan berorganisasi .

Hal itu kata Fachrudin Siregar dapat dilihat dari berbagai kegiatan, baik kegiatan kemasyarakatan dan juga kegiatan organisasi yang selalu mendukung dan memberikan motivasi.

"Yang paling berkesan terhadap sosok almarhum yaitu semangatnya, karena setiap kegiatan, almarhum selalu memberikan semangat dan masukan kepada saya, juga kepada teman teman lainnya," ucap Fachrudin Siregar.

Mungkin 3 tahun terlalu singkat untuk ukuran waktu. Namun menjadi panjang bila bercerita tentang sosok pak Arie Chandra yang kukenal dalam kurun waktu hampir 3 tahun itu.Bermula dari jalan pagi santai setiap pagi di Mega mall beliau tiba tiba mengajakku bergabung di perusahaannya.

“Kalimat yang selalu ku ingat waktu pertama kali beliau mengajakku adalah, Saya tidak berjanji yg muluk muluk  saya hanya berjanji bahwa saya mau berbagi. Kalau kita mau kaya mari kaya bersama sama." Kalimat yg belum pernah saya temui selama saya bekerja dengan satu perusahaan manapun sepanjang hidup saya,” tutur Ali Ahuan, kerabat almarhum.

11 Januari 202, Ahuan mengisahkan ia bergabung bersama perusahaan Arie Chandra di Kalindo Grup. Hingga, Senin, 28 Agustus 2023 hampir 3 tahun sudah kabersamaan kerja sama tersebut.

“Semua yang pernah beliau ucapkan telah beliau buktikan dalam tindakan nyata. Kami bisa menjadi begitu dekat untuk bekerjasama,” paparnya.

“Bagi saya, pak Arie tidak hanya berperan sebagai seorang bos ( pimpinan ) akan tetapi lebih kental menjadi teman berdiskusi maupun bercanda dalam kehidupan sehari hari di luar jam kerja,” lanjutnya.

Bagi Ahuan, Arie Chandra adalah sosok seorang bos yang tidak melihat bawahan sebagai karyawan yang bisa diperintah, namun, ia meperlakukan kami sebagai rekan.

“Saya mengistilahkanya memanusia kan manusia. Beliau selalu menghargai orang dalam berpendapat dan mau berbagi wawasan yang beliau punya,” ujar Ahuan.

“Semangat yang beliau tularkan adalah nyawa perusahaan. Walau dalam kehidupan sehari hari beliau termasuk orang yang sederhana,” sambungnya.

Namun cerita kehidupan tidak selalu manis manis saja. Kodrat manusia bagaikan pergantian siang dan malam. Terang gelap kehidupan pasti terjadi, hanya waktunya yg terkadang tdk kita tahu. Terkadang juga sulit menerimanya.

Pukul 20.33 tanggal 28 Agustus 2023, hari selasa yg kelam. Semua perjalanan itu harus berakhir. Bagai tersambar petir aku membaca kalimat di WA Doni menantunya.

"Pak Arie sdh meninggal pada pukul 20.33" Sebelumnya memang pak Ali Uhan ada info ke saya bahwa pak Arie kecelakaan. Tapi saya berharap dlm hati semoga tidak serius.

“Kenyataannya, beliau pergi utk selamanya. Rasa duka terlalu sulit untuk ku ungkap dengan kata. Pak Arie, masih banyak rencana rencana kita yg belum terwujud. Sebagai bawahan, sebagai adik, sebagai teman, aku mohon maaf karena masih banyak rencana yg belum bisa kita wujudkan,” katanya.

“Teriring doa dari kami  keluarga dan segenap karyawan Kalindo Grup semoga pintu sorga dibukakan untuk bapak. Semoga pak Arie bersemayam dalam haribaan sang pencipta.

Selamat jalan pak Arie, selamat jalan panutan dan orang yg sangat saya hormati. Aku bersyukur karena pernah bertemu dan menjadi bagian dari perjalanan hidupmu

Semoga suatu hari nanti kita akan bertemu lagi dalam kehidupan yg kekal. Amin,” pungkas Ali Ahuan.

Kisah Tekad Dirikan Sekolah Khusus untuk Mengolah Sumber Alam Kalbar

ADA yang sangat menarik saat Suara Pemred bertemu dan berbicang dengan Arie Chandra, Bos Ayani Mega Mall Pontianak medio tahun 2021.

Dan harus diakui nama Arie Chandra sangat melekat dengan kawasan pusat perbelanjaan paling ternama di Kota Pontianak yang dibangun tahun 2003 dan bisa menyerap hampir 4 ribu tenaga kerja itu.

“Tanah Kalimantan Barat (Kalbar) ini kaya akan alam. Ada pertanian, perkebunan, kelautan,  hutan dan tambang,” ujarnya.

“Alangkah baiknya ke depan untuk bisa mengolah sumber-sumber alam tersebut, kita juga harus siapkan sumber daya putra putri  Kalbar dArie sekarang,” lanjut Ko Arie, dalam obrolan santai, dengan Pemimpin Redaksi Suara Pemred, Harry Daya.

“Tentunya, tidak ada yang terlambat, caranya  kita dirikan sekolah atau perguruan tinggi yang mempelajari khusus atau fokus terhadap sumber alam yang ada di Kalimantan Barat ini, sehingga hasilnya bisa maksimal dan ilmu yang adik-adik kita didapat bisa tepat sasaran, begitu juga masa depannya, dan lapangan pekerjaannya,” kata pria yang lahir di Ketapang 7 September 1956 lalu ini.

Menurut Arie, fokus kurikulum mempelajArie serta memanfaatkan alam sekitar itu lebih penting agar tergali sumber alam secara maksimal.

Misalnya di bidang pertanian, panen padi yang bisanya satu tahun hanya satu atau dua kali panen, dengan keahlian SDM yang handal nanti dalam setahun bisa berlipat ganda panen dan jumlahnya. Begitu juga di perikanan, perkebuanan dan lainnya. 

“Oh ya, kebetulan saya kenalkan dengan anak perempuan saya, namanya Lidya Chandra. Dia saya minta pulang untuk bantu saya bangun Kalbar setelah selesai kuliah desainer di Amerika. Disana kuliahnya fokus, dan menariknya kampus buka terus sampai malam.

“Dan pelajaran pratiknya lebih besar.  Nah, di Kalbar dengan sekolah atau perguruan tinggi mungkin bisa seperti itu, termasuk pengajarnya pun harus diambil dArie perusahaan yang ahli di bidangnya agar tepat guna,” jelas Arie yang didampingi putrinya Lidya Chandra. 

Kepada Suara Pemred pun, Lidya Chandra membenarkan penjelaskan ayahnya. Kuliahnya fokus dan kampus buka terus sampai malam. Dan lingkungan dan dunia usaha disana sangat mendukung pendidikan kampus. Praktiknya lebih banyak.

“Dosen atau pengajarnya memang orang-orang yang ahli dibidangnya dan masih aktif bekerja di luar sesuai dengan ilmunya,” timpal Lidya ramah.

Arie juga menceritakan bahwa dirinya bisa dikatakan salah satu orang yang mengagumi dan sangat menghormati tokoh nasional asal Kalbar dr H Oesman Sapta.

“Beliau sangat peduli dengan tanah Kalbar ini. Lihat saja apa yang diperjuangkan dan dibangun untuk rakyat Kalbar selama ini. Itu sangat Luar biasa dan itu harus dicontoh anak-anak muda ke depan,” tuturnya.

“Selain Mega Ayani Mall dan Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak, saya juga membangun Hotel Aston di Ketapang, bukan karena nilai ekonominya, tapi saya ingin Ketapang maju dan berkembang. Sama dengan Hotel Mahkota Kayong di Sukadana,  itu rugi tapi beliau ingin daerah itu maju nantinya, ” tambah pria yang saat kecil pernah bekerja sebagai teli hasil hutan dan penjaga karcis bioskop di Ketapang milik orang tuanya ini.

Agar Kalbar bisa maju dan berkembang lebih cepat, selain perbaikan SDM dengan sekolah atau perguruan tinggi yang fokus mempelajArie sumber alam, Arie juga berharap pemerintah dan semua pihak mengevaluasi dan memberbaiki sistem perizinan dan ketenaggaan kerjaan serta peburuhan agar tidak memberatkan semua pihak. 

Beberapa negara kaya, lebih menginvestasikan ke negara Vietnam dan lainnya, karena mereka menilai perizinan dan sistem ketenagakerjaan di Indonesia memberatkan mereka.

“Harus diakui faktor perizinan yang masih jadi kendala bagi dunia usaha. Bayangkan dulu izin Mega Ayani Mall itu sampai 31 izin. Rumah Sakit Mitra Medika itu izinnya sampai 34 surat. Untuk bisa mengadakan genset saja sampai 6 izin. Dan pasti itu semua ada biaya dan waktu, lalu bagaimana jika mereka yang modalnya pas-pasan kan jadi repot, dan sulit berkembang, mudah mudahan ini dapat diperbaiki, ” tambah Arie owner RS Mitra Medika Pontianak ini.

Adik kandung Ketua Kadin Kalbar Santioso ini juga mengungkapkan, untuk bisa sukses dan berhasil tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. “Dari kecil kita sudah biasa hidup susah, bekerja jadi teli dan jual karscis bioskop di Ketapang makanya sekolah SMU pun tak tamat,” paparnya.

“Umur belasan tahun saya sudah merantau ke Jawa dan Jakarta, beli kayu, jadi agen mie, dan buka warung sate. Saya dengan Bang Santioso pernah cArie kardus di tempat sampah untuk mebel ketika itu. Tapi semua pengalaman itulah yang membuat mental kuat dan  tidak mudah putus asa,” katanya lagi sambil tersenyum. (hrd/din/mar/bob)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda