PONTIANAK, SP – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi inovasi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pontianak yang menggelar Cerdas Cermat Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Menurut Edi, kegiatan tersebut menjadi bentuk kreativitas organisasi kemasyarakatan dalam menghadirkan aktivitas edukatif yang mendorong penguatan wawasan kebangsaan. Inisiatif itu juga menunjukkan bahwa peringatan hari besar organisasi dapat diisi dengan kegiatan yang memberikan nilai positif bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih. Kegiatan HUT Pemuda Pancasila ke-67 yang diinisiasi MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak sangat inovatif dan kreatif, terutama dengan menggelar lomba cerdas cermat,” ujar Edi dalam malam puncak peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Aming Coffee, Jalan Podomoro, Kamis kemarin.
Edi menilai, kegiatan seperti Cerdas Cermat Kebangsaan penting untuk terus dikembangkan karena dapat menjadi sarana memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan. Melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif, organisasi kepemudaan dapat mengambil peran dalam menumbuhkan semangat persatuan dan kesadaran berbangsa.
Ia berharap inovasi serupa dapat menginspirasi organisasi kemasyarakatan lainnya di Kota Pontianak untuk menghadirkan program yang kreatif, produktif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain Cerdas Cermat Kebangsaan, MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak juga menggelar sejumlah kegiatan dalam rangkaian peringatan tersebut, di antaranya Dialog Kepemudaan, anjangsana dan penyerahan bantuan ke panti asuhan, serta aksi donor darah.
Edi turut mengapresiasi kegiatan donor darah yang dinilainya memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menjelaskan, kebutuhan darah di Kota Pontianak mencapai sekitar 120 hingga 140 kantong setiap hari, sedangkan rata-rata ketersediaan berkisar 70 hingga 90 kantong per hari.
“Dalam satu hari di Kota Pontianak memerlukan 120 hingga 140 kantong. Yang didapatkan sehari rata-rata 70 hingga 90 kantong. Kalau ada kekurangan darah, tidak semua jenis darah sama. Karena itu, kita cari pendonor tetap yang berkontribusi untuk kemanusiaan,” jelasnya.
Menurut Edi, kebutuhan tersebut memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk mendorong masyarakat menjadi pendonor darah secara rutin.
Sementara itu Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak, Muhamad Firdaus, mengatakan pembenahan internal menjadi langkah awal yang dilakukannya setelah mendapat amanah memimpin organisasi. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun pola pikir baru di tengah masyarakat mengenai keberadaan Pemuda Pancasila, sekaligus memastikan organisasi mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Firdaus menegaskan, Pemuda Pancasila ingin hadir sebagai organisasi kemasyarakatan yang humanis, dekat dengan masyarakat, serta dapat diterima oleh berbagai kalangan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat perlu dibangun melalui tindakan nyata, bukan sekadar melalui keberadaan organisasi.
“Tentunya kami dari Pemuda Pancasila, ketika saya diamanahkan menjadi pimpinan MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak, pertama-tama membenahi diri. Bagaimana mengubah pola pikir masyarakat bahwa keberadaan Pemuda Pancasila dapat memberikan kontribusi positif untuk pembangunan kota, masyarakat, dan kita bersama-sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kader Pemuda Pancasila berasal dari latar belakang sosial dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus potensi yang perlu dikelola agar seluruh kader memiliki pemahaman yang sama mengenai arah perjuangan organisasi dan tanggung jawab sosialnya.
Karena itu, pihaknya berupaya membekali kader melalui berbagai kegiatan yang dapat memperkuat wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta kemampuan berinteraksi secara positif dengan masyarakat.
“Kita ingin menjadi organisasi yang humanis, organisasi kemasyarakatan yang disenangi dan disukai masyarakat Kota Pontianak. Kami perlu membekali seluruh kader karena memang kader-kader kami multikultur, dari berbagai aspek dan kalangan. Mulai dari kelas kakap sampai kelas bawah ada di Pemuda Pancasila,” kata Firdaus.
Menurutnya, keberagaman anggota harus menjadi kekuatan untuk membangun solidaritas sekaligus memperluas kontribusi organisasi. Setiap kader diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai yang menjadi landasan organisasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan tindakan yang bermanfaat.
Firdaus menambahkan, rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 merupakan bagian dari ikhtiar membangun organisasi yang lebih terbuka terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan Cerdas Cermat Kebangsaan, Dialog Kepemudaan, anjangsana dan penyerahan bantuan ke panti asuhan, serta donor darah diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Kami berikhtiar dan bekerja keras untuk mewujudkan Pemuda Pancasila Kota Pontianak agar betul-betul dapat menjadi pondasi pembangunan masyarakat di Kota Pontianak,” tegasnya.
Melalui pembenahan organisasi dan pelaksanaan berbagai kegiatan sosial serta edukatif, MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak berharap dapat terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Momentum peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk berkontribusi melalui penguatan nilai kebangsaan dan kepedulian sosial.(din)