Sanggau post author Kiwi 28 Oktober 2026

Panen Jagung Hibrida di Meliau Capai Estimasi 4,09 Ton Pipil Kering per Hektare

Photo of Panen Jagung Hibrida di Meliau Capai Estimasi 4,09 Ton Pipil Kering per Hektare

SANGGAU. SP - Perkuat ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Salah satunya melalui panen jagung hibrida kuartal IV tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan PT BHD, Dusun Sungai Mayam, Desa Sungai Mayam, Selasa (27/10/2026).

Panen dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai dan merupakan hasil penanaman jagung yang dilakukan pada 29 Juni 2026 dengan luas lahan mencapai 2 hektare. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Meliau Iptu Supar, Kepala BPP Kecamatan Meliau Iza Kurniawi, S.St., personel Polsek Meliau, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Meliau serta anggota TPK.

Panen ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus mendorong produktivitas komoditas pangan di tingkat kecamatan. Keterlibatan unsur kepolisian bersama penyuluh pertanian diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Untuk mengetahui potensi produksi secara lebih terukur, BPP dan PPL Kecamatan Meliau melakukan sistem ubinan terhadap tanaman jagung yang dipanen. Pengukuran dilakukan melalui beberapa plot atau sampel guna memperoleh gambaran rata-rata hasil produksi pada lahan tersebut.

Hasil pengukuran menunjukkan sampel pertama menghasilkan 3,5 kilogram, sampel kedua 4,1 kilogram dan sampel ketiga 6,1 kilogram. Dari ketiga sampel tersebut diperoleh rata-rata hasil sekitar 4,56 kilogram per sampel, yang kemudian menjadi dasar penghitungan estimasi produktivitas lahan.

Berdasarkan perhitungan ubinan, estimasi hasil panen tongkol basah mencapai sekitar 7,31 ton per hektare. Sementara setelah dilakukan penghitungan terhadap potensi hasil pipil kering, estimasi produksinya berada di angka sekitar 4,09 ton per hektare.

Kapolsek Meliau Iptu Supar mengatakan, kegiatan panen tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Meliau.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah, penyuluh pertanian dan pihak terkait menjadi penting untuk memastikan program pangan dapat berjalan secara konsisten.

“Panen ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam mendukung ketahanan pangan. Kami dari Polsek Meliau siap mendukung setiap upaya positif yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Iptu Supar.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan komoditas jagung membutuhkan kesinambungan mulai dari proses penanaman, pemeliharaan hingga panen dan pengelolaan hasil. Karena itu, kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan di bidang pertanian perlu terus diperkuat agar potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pelaksanaan panen jagung hibrida kuartal IV tahun 2026 di lahan PT BHD tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Polsek Meliau bersama unsur terkait berkomitmen terus mendorong kegiatan produktif di sektor pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (Dit)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda