Ponticity post authorEliazer 30 Maret 2026

Kinerja Bank Kalbar 2025 Tumbuh Positif, Suib: Terus Jaga Tren Positif Setiap Tahun

Photo of Kinerja Bank Kalbar 2025 Tumbuh Positif, Suib: Terus Jaga Tren Positif Setiap Tahun Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalbar, Suib.

PONTIANAK, SP - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalbar, Suib, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bank Kalbar sepanjang tahun 2025 yang dinilai menunjukkan tren pertumbuhan positif.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Bank Kalbar, terutama direksi dan komisaris, serta pimpinan cabang dan unit se-Kalimantan Barat. Kinerja tahun 2025 ini meningkat secara positif,” ujar Suib, Senin (30/3).

Ia mengakui, pada awalnya sempat pesimis Bank Kalbar mampu tumbuh di atas 5 persen, bahkan melampaui target nasional pemerintah. Hal tersebut disebabkan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari pandemi Covid -19, pemangkasan APBD, hingga kondisi sosial ekonomi nasional yang tidak menentu.

Namun, berdasarkan data yang diperoleh Komisi III DPRD Kalbar melalui rapat kerja bersama mitra, capaian Bank Kalbar justru menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Dari sisi Kredit Usaha Mikro (KUM), terjadi peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Hal ini terlihat dari bagan keuangan sektor KUM yang menunjukkan pertumbuhan cukup drastis, yakni jumlah debitur pada 2025 mencapi 884, plafond penyaluran Rp4,319 miliar, baki debet Rp3,128 miliar.

Sementara itu, pada sektor Kredit Usaha Rakyat (KUR), Suib menilai penyalurannya sangat baik. “Penyaluran KUR pada 2025 bisa mencapai Rp700 miliar, bahkan masih terjadi kekurangan dana. Oleh karena itu, kami mendorong pada 2026 agar dapat diusulkan peningkatan plafon menjadi Rp1 triliun,” jelasnya.

Menurut Suib, peningkatan penyaluran KUR akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan berimbas positif pada sektor perbankan.

Dari sisi fasilitas layanan, Bank Kalbar saat ini telah menyediakan sekitar 449 fasilitas pelayanan. Meski demikian, DPRD mendorong agar layanan terus diperluas hingga ke pelosok daerah, terutama berbasis teknologi informasi.

“Kami meminta penambahan fasilitas layanan hingga ke daerah terpencil sesuai kebutuhan, termasuk penguatan layanan perbankan berbasis IT, rekrutmen tenaga marketing, serta penambahan cabang atau unit syariah, ATM, dan fasilitas lainnya yang mudah dijangkau masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, sektor-sektor potensial seperti perkebunan, UMKM, hingga perikanan perlu didukung penuh karena memiliki peran penting dalam mendorong transaksi keuangan di daerah.

Ke depan, Komisi III DPRD Kalbar berharap Bank Kalbar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih. Pengawasan dan pengendalian akan terus dilakukan agar pengelolaan keuangan daerah berjalan optimal.

“Tahun 2026, kami menargetkan setoran laba ke kas daerah sebesar Rp135 hingga Rp140 miliar. Saya yakin target ini bisa tercapai jika kinerja Bank Kalbar tetap konsisten dan terencana dengan baik seperti tahun sebelumnya,” tegas Suib.

Selain itu, DPRD Kalbar juga tengah menginisiasi regulasi untuk mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalbar agar memiliki NPWP di daerah dan melakukan transaksi melalui Bank Kalbar.

“Regulasi ini diharapkan dapat mengikat perusahaan lintas sektor, seperti perkebunan, pertambangan, dan perikanan, agar bertransaksi melalui Bank Kalbar, sehingga dapat meningkatkan perputaran keuangan di bank daerah,” pungkasnya. (jee)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda