Ponticity post author Kiwi 30 Juni 2026

Araya Dimsum Mentai, Jalan Baru Seorang Marketing Motor

Photo of Araya Dimsum Mentai, Jalan Baru Seorang Marketing Motor LAYANI PELANGGAN – Penjaga Gerai Araya Dimsum Mentai yang ada di Kota Baru Pontianak saat melayani pelanggan dengan pesanan berbagai jenis Dimsum.suara pemred/aep mulyanto

PONTIANAK, SP - Sore mulai turun di Kota Pontianak. Di salah satu gerai Araya Dimsum Mentai, antrean pelanggan silih berganti. Uap hangat mengepul dari kukusan, sementara aroma dimsum berpadu dengan gurihnya saus mentai khas yang menjadi favorit pelanggan.

Anak-anak, pekerja kantoran hingga keluarga datang menikmati hidangan atau membawanya pulang. Di balik ramainya gerai itu, tersimpan perjalanan Araya Selly Safarani membangun usaha bersama keluarganya setelah rumah makan yang mereka kelola sebelumnya mengalami kegagalan.

Sehari-harinya, Araya adalah Supervisor Marketing Motor. Aktivitasnya dipenuhi target penjualan, strategi pemasaran, hingga kunjungan lapangan. Namun di luar jam kerja, pikirannya tak pernah lepas dari usaha keluarga yang terus mengalami penurunan.

Pendapatan menurun, sementara biaya operasional tetap berjalan. Berbagai upaya mempertahankan rumah makan belum membuahkan hasil hingga akhirnya usaha tersebut harus berhenti.

"Saat usaha rumah makan kami gagal, rasanya seperti kehilangan arah. Saya sempat bingung harus mulai dari mana. Tapi saya sadar keluarga harus tetap berjalan. Kalau kami menyerah, keadaan tidak akan berubah," kenangnya.

Pengalaman itu menjadi titik balik. Bersama keluarga, Araya mulai mencari peluang usaha baru. Berbekal pengalaman di bidang pemasaran, ia ikut merintis Araya Dimsum Mentai.

Araya menegaskan dirinya tidak pernah meninggalkan pekerjaannya sebagai Supervisor Marketing Motor. Ia tetap bekerja sambil membantu keluarga membangun usaha kuliner tersebut.

"Saya tetap bekerja, tetapi di luar jam kerja fokus membantu mengembangkan usaha keluarga. Pengalaman di dunia marketing justru sangat membantu dalam mengenalkan produk kepada masyarakat," ujarnya.

Pilihan akhirnya jatuh pada dimsum. Meski saat itu makanan tersebut mulai digemari, Araya menyadari produknya harus memiliki ciri khas. Dari dapur sederhana, berbagai percobaan dilakukan untuk mendapatkan tekstur dimsum yang pas sekaligus meracik saus mentai dengan cita rasa sendiri.

Perjalanan itu tidak selalu mudah. Penjualan pernah sepi, modal pun sempat menipis. Namun satu hal yang tidak pernah dikompromikan adalah kualitas.

"Saya percaya pelanggan akan kembali kalau mereka puas. Karena itu sejak awal kami berusaha menjaga kualitas bahan baku dan rasa. Walaupun usaha masih kecil, kami tidak ingin mengorbankan kualitas demi keuntungan sesaat," katanya.

Komitmen tersebut mulai membuahkan hasil. Permintaan pelanggan terus meningkat hingga kapasitas produksi harus ditambah dan gerai baru mulai dibuka.

Ketika usaha berkembang, Araya menghadapi tantangan baru, yakni kebutuhan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan gerai. Pada fase inilah ia memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

"KUR BRI memberikan ruang bagi kami untuk bertumbuh. Modal tambahan sangat membantu ketika kami ingin meningkatkan kapasitas produksi dan membuka gerai baru. Tantangan terbesar UMKM sering kali adalah akses permodalan," tuturnya.

Selain memanfaatkan KUR, seluruh gerai Araya Dimsum Mentai kini juga menggunakan QRIS BRI agar transaksi lebih praktis dan pelayanan semakin cepat.

"Sekarang pelanggan lebih suka yang cepat dan praktis. Dengan QRIS transaksi menjadi lebih mudah dan pelayanan juga lebih efisien," katanya.

Dari usaha rumahan, Araya Dimsum Mentai kini berkembang menjadi delapan gerai yang tersebar di Kota Baru, Jeruju, Panglima Aim, Tanray 2, Uray Bawadi, Danau Sentarum, Dr Wahidin, Desa Kapur, dan Sungai Jawi.

Bertambahnya jumlah gerai juga diikuti meningkatnya jumlah tenaga kerja. Bagi Araya, perkembangan usaha bukan hanya soal penjualan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah, usaha ini sekarang bisa memberikan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Harapannya usaha ini terus berkembang sehingga manfaatnya juga semakin luas," ujarnya.

Belum lama ini, Araya Dimsum Mentai juga memperkuat identitas usahanya melalui booth dan container booth custom di sejumlah titik penjualan.

Konsistensi rasa menjadi alasan banyak pelanggan tetap bertahan. Rita Irwanti, warga Jeruju, mengaku pertama kali mengenal Araya Dimsum dari media sosial.

"Yang saya suka itu rasanya konsisten. Kadang makanan yang sedang viral rasanya berubah setelah beberapa bulan, tapi Araya Dimsum sampai sekarang masih sama seperti pertama kali saya beli. Saus mentainya itu yang membuat saya selalu kembali," katanya.

Menurut Rita, Araya Dimsum kini menjadi pilihan keluarganya saat ingin menikmati camilan bersama.

"Kalau anak-anak minta camilan atau kami ingin makan santai sore hari, biasanya ke sini. Sudah seperti langganan keluarga," ujarnya.

Apresiasi terbaik disampaikan oleh Mantri BRI Unit Sungai Jawi, Laela Munadhifa, yang menyatakan bahwa BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mendampingi pelaku UMKM agar usahanya tumbuh secara berkelanjutan.

"Kami rutin melakukan monitoring dan pendampingan kepada nasabah, mulai dari melihat perkembangan usaha, memberikan edukasi pengelolaan keuangan, hingga mendorong pemanfaatan layanan digital seperti QRIS agar transaksi lebih mudah dan usaha semakin berkembang," ujarnya.

Menurut Laela, Araya Dimsum Mentai menjadi salah satu contoh UMKM yang mampu memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal. Konsistensi menjaga kualitas produk serta pengelolaan usaha yang baik menjadi kunci pertumbuhan usahanya.

"Dukungan permodalan akan lebih optimal jika dibarengi dengan pengelolaan usaha yang baik. Hal itu terlihat pada Araya Dimsum. Dari waktu ke waktu usahanya terus bertumbuh, jumlah gerainya bertambah, sekaligus mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat," katanya.

Meski usahanya terus berkembang, Araya tetap menjalankan profesinya sebagai Supervisor Marketing Motor. Baginya, pengalaman di dunia pemasaran menjadi bekal penting dalam membangun usaha bersama keluarga hingga berkembang seperti sekarang. (aep mulyanto)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda