PONTIANAK, SP – Suasana semarak mewarnai Aula Main Dealer Astra Motor Kalbar, ketika puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kalimantan Barat memperkenalkan karya mereka dalam ajang AHM Best Student (AHMBS) Tingkat Regional 2025.
Kompetisi karya tulis ilmiah tahunan ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga menjadi panggung kreativitas bagi generasi muda Kalbar untuk menyalurkan ide, berinovasi, dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Mengusung tema inspiratif “Gen-Z Do Small Steps, Big Impact!”, para peserta diajak membuktikan bahwa langkah-langkah kecil dapat menghasilkan perubahan besar.
“Tema ini mengingatkan saya bahwa setiap ide sederhana pun bisa membawa manfaat nyata jika diterapkan dengan sungguh-sungguh,” ujar Siska Putri, salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Dari total 34 peserta yang mendaftar, 15 karya terbaik berhasil melaju ke babak final, mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari pakar Astra Motor dan akademisi, termasuk Pak Lie Heng dari Universitas Widya Dharma Pontianak.
Penilaian dilakukan berdasarkan orisinalitas ide, relevansi dengan isu masyarakat, serta potensi pengembangan di masa depan.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah “Sicupu: Solusi Instan Cuma Buang Jadi Pupuk dengan Teknologi Otomatisasi” dari SMA Bina Mulia, yang keluar sebagai juara pertama Regional Kalbar.
Karya ini memanfaatkan teknologi otomatisasi untuk mengubah sampah menjadi pupuk, sebuah inovasi sederhana namun bermanfaat bagi kelestarian lingkungan.
“Saya ingin menunjukkan bahwa kita tidak harus menunggu solusi besar untuk mulai berbuat baik. Langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar jika dilakukan bersama-sama,” kata Rizal Andika, penemu Sicupu.
Tak hanya soal lomba, ajang ini juga menjadi arena inspirasi. Para peserta saling berbagi pengalaman, belajar dari juri, dan mendapat motivasi untuk menjadi agen perubahan di sekolah maupun komunitas mereka.
Januar Agung, Administration Head Astra Motor Region Kalbar, menegaskan pihaknya ingin AHM Best Student bukan hanya kompetisi, tapi wadah bagi remaja Kalbar untuk mengasah kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan kepemimpinan.
"Ide-ide mereka hari ini bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat esok hari. Tentunya, dengan dukungan berbagai pihak, sehingga kita bisa memanfaatkan hasil pemikiran para pelajar terbaik ini," katanya.
Dari kreativitas sederhana seperti pengolahan sampah hingga inovasi teknologi, para Gen-Z Kalbar membuktikan bahwa semangat, kepedulian, dan tindakan nyata bisa melahirkan dampak besar.
AHM Best Student 2025 bukan hanya kompetisi; ini adalah laboratorium kreativitas masa depan, di mana setiap langkah kecil menjadi awal dari perubahan besar bagi bangsa dan lingkungan.
Gen Z Beraksi: Kreativitas Muda Mengguncang AHM Best Student 2025 Tingkat Naional
Sementara itu, puluhan siswa berprestasi dari seluruh Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas muda tidak hanya sekadar gagasan, tapi juga solusi nyata untuk masyarakat.
Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2025, yang berlangsung pada 21-24 Oktober 2025, menjadi panggung bagi para remaja untuk menyalurkan inovasi yang selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dari bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi.
Di malam puncak penghargaan di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, para pemenang diumumkan, menandai keberhasilan mereka bersaing dengan 1.214 siswa dari 36 provinsi di Indonesia, sebelum akhirnya lolos ke babak nasional bersama 26 finalis lainnya.
Refan Enggi Febrianto, siswa dari SMK Bhina Tunas Bhakti Juwana, Jawa Tengah, mencuri perhatian dengan karyanya, Biodiesel Fish Oil (BFO), yang memanfaatkan limbah air pemindangan ikan untuk mengatasi keterbatasan biosolar bagi kapal nelayan.
Inovasi ini membuatnya meraih level Gold dan penghargaan utama berupa sepeda motor Honda BeAT, notebook, serta beasiswa Diploma 3 dari Politeknik Astra.
Tak kalah menarik, Nasywaa Aliya Ramadhani Herenda dari SMAN 3 Yogyakarta membawa pulang level Silver melalui karyanya AGROPEVIA, yang mengubah limbah jagung, tebu, dan pisang menjadi kertas dan kompos berkelanjutan.
Sedangkan Ahmad Ghozi Islami dari SMAN 7 Banjarmasin sukses meraih level Bronze dengan inovasi Mini Weather Stations ESP32 dan Menara Artificial Intelligence Terintegrasi IoT, sistem pendeteksi dini kebakaran hutan di Meratus, Kalimantan Selatan.
“Saya sangat senang bisa menjadi pemenang AHM Best Student 2025. Kompetisi ini membuka peluang untuk mewujudkan ide kecil yang berpotensi membawa perubahan besar bagi masyarakat,” ujar Refan Enggi.
Selain kompetisi, para peserta mendapatkan pengalaman inspiratif melalui sesi sharing bersama alumni AHM Best Student dan motivasi dari Prof. Rhenald Kasali, yang membahas topik “Growth Mindset of Gen Z as Future Leader”.
Mereka juga berkesempatan melihat langsung proses produksi sepeda motor Honda di pabrik AHM Cikarang, sekaligus mengikuti edukasi keselamatan berkendara interaktif melalui Honda Riding Trainer.
Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication AHM, menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga wadah untuk menumbuhkan kreativitas, kepedulian, dan percaya diri generasi muda.
“Kami berharap karya mereka dapat memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya peserta, para guru pendamping juga mendapatkan penghargaan khusus, sementara peserta yang aktif di media sosial dan Honda Riding Trainer Challenge memperoleh beasiswa tambahan.
Tahun ini, AHM juga menghadirkan Content Creator Challenge, menantang siswa SMA untuk membuat konten edukatif di Instagram dan TikTok, menjangkau lebih dari empat juta anak muda.
AHM Best Student 2025 menjadi bukti nyata bahwa Gen Z bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga agen perubahan yang kreatif, peduli, dan siap membawa solusi bagi bangsa.
Dari limbah ikan menjadi biodiesel, dari limbah pertanian menjadi kertas, hingga teknologi pintar untuk mencegah kebakaran hutan, inovasi mereka menunjukkan satu hal: kreativitas muda mampu mengguncang dunia nyata. (*)