PONTIANAK, SP – Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, M. Saupi, menyatakan sikap tegas terkait maraknya narasi negatif dan fitnah yang menyerang Presiden Prabowo Subianto di media sosial.
Ia menilai serangan tersebut sengaja digulirkan untuk mendegradasi kepercayaan publik terhadap program-program prioritas pemerintah.
Menurut M. Saupi, serangan yang masif di platform digital saat ini sudah melampaui batas kritik konstruktif.
Ia menegaskan bahwa DPW Tani Merdeka Indonesia Kalbar siap menjadi garda terdepan dalam mengawal kewibawaan kepala negara dan menyosialisasikan keberhasilan program pemerintah.
"Kami melihat ada upaya sistematis melalui fitnah di media sosial untuk menghambat gerak pemerintah. Presiden Prabowo sedang fokus pada hilirisasi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani.
"Kami di daerah tidak akan tinggal diam melihat pimpinan kita diserang dengan narasi yang tidak berdasar," ujar M. Saupi di Pontianak, Kamis (12/2/2026).
M. Saupi mengimbau seluruh kader Tani Merdeka dan masyarakat Kalimantan Barat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Ia menekankan beberapa poin penting di antaranya verifikasi informasi. Masyarakat diminta melakukan cross-check terhadap setiap informasi yang menyudutkan program pemerintah.
Kawal swasembada pangan, fokus utama saat ini adalah memastikan program cetak sawah dan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) di Kalbar berjalan sukses.
Solidaritas organisasi, Tani Merdeka Indonesia Kalbar siap melakukan langkah-langkah edukatif dan hukum jika fitnah terus berlanjut dan mengganggu kondusivitas daerah.
Pihaknya meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sektor pertanian di Kalimantan Barat akan mengalami kemajuan signifikan. Oleh karena itu, gangguan dalam bentuk kampanye hitam di media sosial harus segera dihentikan agar pemerintah bisa bekerja maksimal untuk rakyat.
"Presiden bekerja untuk kedaulatan pangan kita. Jika ada yang mencoba menggoyang fokus tersebut dengan fitnah, kami di Kalbar yang pertama kali akan pasang badan," pungkasnya. (bob)