Ponticity post authorelgiants 13 Februari 2026

RSUD dr Soedarso Resmi Mulai Fellowship Kardiologi Intervensi, Babak Baru Layanan Jantung di Kalimantan

Photo of RSUD dr Soedarso Resmi Mulai Fellowship Kardiologi Intervensi, Babak Baru Layanan Jantung di Kalimantan LAYANAN JANTUNG - Perdana di Kalimantan, RSUD dr Soedarso mulai pendidikan konsultan intervensi jantung guna mempercepat layanan kesehatan di daerah.

PONTIANAK, SP - Transformasi layanan jantung di Pulau Kalimantan memasuki fase baru. RSUD dr Soedarso Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) resmi memulai pendidikan fellowship kardiologi intervensi yang dilaunching pada Jumat (13/2/2026).

Program ini menjadi yang pertama di Pulau Kalimantan dan menandai penguatan kapasitas sumber daya manusia medis di daerah.

Direktur RSUD dr Soedarso, drg. Hary Agung Tjahyadi, menyampaikan bahwa penetapan rumah sakit sebagai penyelenggara pendidikan fellowship merupakan bagian dari mandat nasional dalam pemerataan layanan kesehatan.

“Beberapa waktu lalu kita sudah ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan fellowship. Proses penerimaan sudah selesai dan Februari ini mulai kegiatan belajar mengajar yang diawali dengan kuliah perdana,” ujarnya.

Fellowship kardiologi intervensi merupakan pendidikan lanjutan bagi dokter spesialis jantung untuk meningkatkan kompetensi menjadi subspesialis atau konsultan intervensi kardiovaskular.

Program ini selaras dengan prioritas nasional KJSU-KIA dari Kementerian Kesehatan yang menekankan peningkatan mutu pelayanan serta pemerataan akses penanganan penyakit jantung.

Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi kesehatan mendorong distribusi alat kesehatan seperti cathlab ke berbagai rumah sakit daerah. Namun menurut Hary, ketersediaan alat harus diimbangi dengan kesiapan tenaga medis.

“Kalau alatnya sudah ada, maka SDM harus disiapkan. Dokter spesialis jantung tidak cukup, harus ditingkatkan menjadi konsultan intervensi agar pelayanan tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi, tetapi juga di kabupaten dan kota,” tegasnya.

Kasus jantung dan stroke membutuhkan respons cepat. Tanpa dokter dengan kompetensi intervensi, peluang keselamatan pasien dapat terhambat oleh jarak dan waktu rujukan.

Saat ini program fellowship dimulai dengan satu peserta. Ke depan, beberapa dokter dari kabupaten di Kalimantan Barat akan mengikuti pendidikan serupa di RSUD dr Soedarso.

Dengan penunjukan ini, RSUD dr Soedarso menjadi rumah sakit pertama di Pulau Kalimantan yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan fellowship intervensi kardiovaskular.

Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI), Nahar Taufiq, menegaskan bahwa fellowship adalah mekanisme resmi peningkatan kompetensi dokter spesialis.

“Fellowship merupakan pendidikan dan pelatihan bagi dokter spesialis untuk menaikkan kompetensinya. Dengan dimulainya training di RSUD dr Soedarso, peserta tidak perlu lagi belajar jauh karena bisa dilakukan di sini,” ujarnya.

Program ini diawali dengan kuliah perdana sebagai simbol dimulainya proses pendidikan.

Kepala Instansi Jantung Terpadu RSUD dr Soedarso, Infan Ketaren, menekankan bahwa program ini dirancang terbuka bagi dokter di Kalimantan Barat, Pulau Kalimantan, bahkan luar Kalimantan.

“Harapannya RSUD dr Soedarso tidak hanya menjadi rumah sakit pelayanan, tetapi juga institusi pendidikan yang mendidik dokter menjadi konsultan intervensi,” katanya.

Karena masih tahap awal, jumlah peserta dibatasi untuk menjaga mutu pendidikan. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap.

Ia juga memaparkan perkembangan fasilitas cathlab di daerah. Saat ini cathlab yang sudah terpasang dan berjalan serta disetujui BPJS berada di Ketapang dan Sanggau. Sementara di Singkawang dan Kota Pontianak, alat dan tenaga sudah tersedia, namun izin operasional masih dalam proses.

Tahun ini, tambahan cathlab direncanakan hadir di Sintang, Sambas, Mempawah, dan Kubu Raya. Sejumlah dokter dari rumah sakit tersebut sedang menjalani proses pendidikan dan diharapkan dapat mengikuti fellowship di RSUD dr Soedarso.

Dengan langkah ini, penguatan layanan jantung di Kalimantan tidak lagi hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga ketersediaan dokter dengan kompetensi intervensi yang merata.

Launching fellowship ini menjadi fondasi penting menuju layanan jantung yang lebih cepat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda