Ponticity post authorKiwi 13 Februari 2026

Mahasiswa Arsitektur Untan Sajikan Perjalanan Akademik Lewat Pameran Archibition 1.0 Section

Photo of Mahasiswa Arsitektur Untan Sajikan Perjalanan Akademik Lewat Pameran Archibition 1.0 Section Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura menggelar pameran Archibition 1.0 Section yang menampilkan perjalanan karya dari semester awal hingga tugas akhir.

PONTIANAK,SP - Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar pameran bertajuk Archibition 1.0 Section dengan tema “Menapaki Garis Waktu Arsitektur”. Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Februari 2026 ini menjadi ruang dokumentasi sekaligus apresiasi atas perjalanan akademik mahasiswa dari semester awal hingga tingkat akhir.

Pameran dibuka untuk umum pada Jumat dan Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Melalui konsep yang menyerupai garis waktu, pengunjung diajak menyusuri tahapan pembelajaran arsitektur secara sistematis, mulai dari pengenalan dasar perancangan hingga karya tugas akhir.

Ketua Panitia Archibition 1.0 Section, Alya, menjelaskan bahwa konsep “garis waktu” dipilih untuk memperlihatkan proses bertahap dalam pembentukan kemampuan mahasiswa arsitektur.

“Nantinya tamu yang datang akan diajak menyusuri perjalanan karya mahasiswa, mulai dari mahasiswa baru hingga mahasiswa semester akhir,” ujarnya.

Karya yang ditampilkan disusun berdasarkan jenjang Perancangan Arsitektur (PA), yakni PA 1, PA 3, PA 5, PA 7, mata kuliah Arsitektur Kalbar, hingga Tugas Akhir. Setiap jenjang menggambarkan peningkatan kompleksitas perancangan, baik dari sisi konsep, analisis tapak, pendekatan struktural, maupun eksplorasi estetika bangunan.

Pengunjung tidak hanya disuguhkan maket bangunan sebagai representasi bentuk fisik rancangan, tetapi juga poster konsep, hasil rendering digital, serta sketsa proses yang memperlihatkan dinamika berpikir mahasiswa dalam merumuskan ide. Seluruh karya tersebut merupakan tugas akademik mahasiswa pada mata kuliah Perancangan Arsitektur berbobot enam SKS.

“Maket yang ditampilkan hari ini merupakan hasil tugas akhir dari mata kuliah tersebut,” jelas Alya.

Lebih jauh, pameran ini tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga refleksi terhadap konteks lokal Kalimantan Barat. Alya menilai, karakteristik wilayah yang didominasi lahan basah menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur dan bangunan bertingkat.

Menurutnya, kondisi tanah dengan daya dukung tertentu menuntut inovasi teknologi konstruksi yang tepat agar pembangunan tetap aman dan berkelanjutan.

“Kami berharap teknologi konstruksi semakin berkembang agar mampu menjawab tantangan pembangunan di wilayah lahan basah, khususnya di Pontianak,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pembangunan gedung bertingkat di Kota Pontianak umumnya masih berada di kisaran 11 hingga 12 lantai. Ke depan, diharapkan inovasi teknologi memungkinkan pembangunan gedung yang lebih tinggi dengan tetap mengedepankan aspek keamanan struktur, efisiensi, serta kelestarian lingkungan.

Archibition 1.0 Section juga menjadi ruang pembelajaran publik mengenai proses panjang di balik sebuah rancangan arsitektur. Setiap karya yang dipamerkan tidak lahir secara instan, melainkan melalui tahapan analisis, diskusi studio, revisi, hingga penyempurnaan desain.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan arsitektur tidak hanya menekankan hasil akhir berupa bangunan, tetapi juga proses berpikir kritis, kemampuan problem solving, serta sensitivitas terhadap konteks sosial dan lingkungan.

Melalui pameran ini, mahasiswa Arsitektur Untan tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa arsitektur memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan daerah, terutama di wilayah dengan karakter geografis khas seperti Kalimantan Barat.

Archibition 1.0 Section diharapkan menjadi agenda berkelanjutan sebagai wadah apresiasi, refleksi, dan komunikasi antara mahasiswa, akademisi, serta masyarakat mengenai perkembangan gagasan arsitektur di Kalbar.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda