PONTIANAK, SP - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masa bakti 2025–2031 resmi dikukuhkan pada Jumat (13/2/2026). Agenda tersebut dirangkaikan dengan orientasi politik dan musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) DPW PKB Kalbar.
Mulyadi Tawik kembali dipercaya memimpin DPW PKB Kalbar hingga 2031. Pengukuhan dipimpin oleh Ketua DPP PKB Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif, Chusnunia Chalim, serta dihadiri Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, jajaran Forkopimda, dan sejumlah ketua partai politik di Kalbar.
Dalam sambutannya, Mulyadi Tawik menyampaikan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin PKB Kalbar lima tahun ke depan.
“Alhamdulillah pengukuhan ini dapat berjalan baik. Ini amanah untuk menjalankan organisasi lebih baik dari yang lalu. Amanah ini akan kami jaga hingga lima tahun ke depan. Ini menjadi modal awal untuk memenangkan PKB Kalbar,” ujarnya.
Ia memaparkan, capaian PKB di Kalbar menunjukkan peningkatan signifikan. Dari sebelumnya tidak memiliki kursi, kini PKB berhasil meraih total 45 kursi, mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota.
“Ada perubahan raihan kursi dari nol hingga kini total 45 kursi,” katanya.
Menurutnya, tantangan pembangunan Kalbar masih besar. Dengan wilayah yang luas dan potensi sumber daya alam melimpah, Kalbar dinilai belum memperoleh bagi hasil yang maksimal, baik dari sektor sawit, tambang bauksit, maupun pengelolaan pelabuhan Kijing.
“Kalbar ini kaya alam, tapi bagi hasil kita belum maksimal. Ini selalu kita perjuangkan. PKB Kalbar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi tuntutan sosial juga harus kita perjuangkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, PKB siap hadir dan bermanfaat bagi masyarakat di mana pun berada.
“PKB siap menerangi di mana kita berada, sekalipun kita terbakar, yang penting bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengucapkan selamat kepada Mulyadi Tawik dan seluruh jajaran pengurus DPW PKB Kalbar yang baru dikukuhkan.
“Saya berharap pengurus yang baru dikukuhkan, saat mengucapkan sumpah yang diketahui oleh Tuhan, sumpah itu sangat sakral dan harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan PKB Kalbar dapat produktif dalam membesarkan partai sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Menurut Krisantus, partai politik merupakan kendaraan perjuangan dalam mengurus daerah, bangsa, dan negara, bukan untuk dipertentangkan.
“Konsolidasi harus dilakukan dengan disiplin hingga ke akar rumput. PKB ini partai yang sangat nasionalis. Saya tahu di Sanggau banyak yang Kristen menjadi anggota DPRD dari PKB,” katanya.
Ketua DPP PKB Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif, Chusnunia Chalim, dalam arahannya menegaskan bahwa pengukuhan ini harus menjadi momentum penguatan kerja nyata.
“Semoga pelantikan ini bukan hanya nama di atas kertas, tetapi betul-betul menjalankan amanah. Di sini kita memperjuangkan kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan PKB Kalbar sangat signifikan, dari nol kursi hingga kini mencapai 45 kursi di berbagai tingkatan legislatif.
“Tentu kita berharap PKB lebih baik lagi ke depan agar lebih banyak kemanfaatan yang bisa diperjuangkan bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (din/bro)