PUTUSSIBAU, SP – Pagi itu, Desa Ulak Pauk, Kecamatan Embaloh Hulu, tampak berbeda. Sejak matahari mulai meninggi, ratusan warga telah memadati sepanjang jalan menuju Lapangan SD Negeri 06 Apan.
Anak-anak sekolah berdiri rapi dengan senyum penuh semangat, sementara para tokoh adat dan masyarakat mengenakan pakaian terbaik mereka untuk menyambut tamu yang datang.
Suasana semakin meriah saat iring-iringan kendaraan yang membawa Komandan Kodim (Dandim) 1206/Putussibau, Letkol Inf Andreas Prabowo Putro, S.I.Pem., M.I.P., M.Han., bersama Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memasuki desa, Rabu (15/7/2026).
Dentuman musik tradisional, tarian penyambutan, dan prosesi adat khas masyarakat setempat mengiringi langkah para tamu kehormatan menuju lokasi upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatasan (Regtas) ke-129.
Tepuk tangan dan sapaan hangat warga menciptakan suasana penuh keakraban yang mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Bagi warga Desa Ulak Pauk, TMMD bukan sekadar program pembangunan tahunan. Kehadirannya membawa harapan baru akan terbukanya akses jalan yang menghubungkan Desa Ulak Pauk dengan Desa Belatung, Kecamatan Embaloh Hilir.
Jalan tersebut diyakini akan memangkas waktu tempuh sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
Dandim 1206/Putussibau, Letkol Inf Andreas Prabowo Putro, menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
"TMMD adalah wujud kebersamaan dan gotong royong. Kami ingin kehadiran TNI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun kegiatan pemberdayaan yang mendukung peningkatan kesejahteraan warga," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TMMD sebagai bagian dari percepatan pembangunan di wilayah perbatasan.
"Program TMMD menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat mampu menghadirkan pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan warga. Kami berharap infrastruktur yang dibangun dapat membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat perbatasan," katanya.
Kehangatan juga terlihat ketika Dandim, Bupati, dan unsur Forkopimda menyempatkan diri menyapa warga, berbincang dengan tokoh adat, serta berinteraksi dengan anak-anak sekolah. Momen tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang berharap pembangunan di wilayah mereka terus berlanjut.
Tokoh masyarakat Desa Ulak Pauk, Zulkarnaen Effendi, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas dipilihnya desa mereka sebagai lokasi pelaksanaan TMMD Reguler Perbatasan ke-129.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu yang telah menghadirkan TMMD di desa kami. Jalan yang dibangun akan sangat membantu aktivitas masyarakat, mempermudah pemasaran hasil pertanian, serta membuka akses yang lebih baik bagi anak-anak menuju sekolah dan masyarakat menuju fasilitas kesehatan. Semoga semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga demi kemajuan desa kami," ujarnya.
Selain pembangunan jalan penghubung, TMMD Reguler Perbatasan ke-129 juga mencakup pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan, tempat ibadah, serta berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, bela negara, pelayanan keluarga berencana, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Selama satu bulan ke depan, personel TNI bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat akan bergotong royong menyelesaikan seluruh sasaran program.
Lebih dari sekadar membangun infrastruktur, TMMD Reguler Perbatasan ke-129 menjadi simbol kebersamaan dan harapan baru bagi masyarakat perbatasan Kapuas Hulu untuk mewujudkan kehidupan yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (*)