Potret post authorBob 16 September 2025

Dari Mie Aceh hingga Kopi Tarik, Warung Seulanga Jadi Rujukan Kuliner Aceh di Pontianak

Photo of Dari Mie Aceh hingga Kopi Tarik, Warung Seulanga Jadi Rujukan Kuliner Aceh di Pontianak

PONTIANAK, SP - Sejak berdiri pada 2010, Warung Seulanga Khas Aceh di Jalan Purnama, Kota Pontianak, hadir menjadi tempat melepas rindu bagi perantau asal Aceh sekaligus memperkenalkan cita rasa khas Tanah Rencong kepada masyarakat luas.

Pemilik Warung Seulanga, Irda, menceritakan perjalanan usahanya yang berawal dari niat sederhana untuk mencari rezeki.

“Awalnya coba-coba, siapa tahu ada peluang bisnis. Alhamdulillah, semakin hari semakin berkembang. Kalau bertemu dengan orang Aceh, biasanya kita sama-sama melepas kerinduan lewat makanan khas kampung halaman. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke Aceh, cukup datang ke tempat kami,” ujarnya.

Menariknya, Warung Seulanga bukan hanya menjadi favorit warga Aceh yang merantau di Pontianak, tetapi juga masyarakat lokal. Seiring waktu, menu-menu khas Aceh yang disajikan semakin dikenal luas dan diterima oleh lidah masyarakat Pontianak.

Menu andalan yang paling dicari adalah Mie Aceh. Variannya cukup lengkap, mulai dari mie basah, goreng, tumis, hingga rebus. Inovasi terbaru, mie Aceh versi Bangladesh, juga mendapat respons positif dari pelanggan.

Tidak hanya itu, minuman khas seperti kopi tarik dan teh tarik baik panas maupun dingin menjadi teman setia bersantap di warung ini.

Menurut Irda, keunikan kuliner Aceh terletak pada kekuatan rempah-rempahnya yang membuat rasa masakan lebih menonjol dibandingkan menu serupa dari daerah lain.

Bahkan, mie yang digunakan diproduksi sendiri tanpa bahan pengawet, sehingga memiliki tekstur lebih kenyal dan ukuran lebih besar dibandingkan mie kuning biasa.

“Sehari kurang lebih 35 sampai 40 kilogram mie kami produksi. Jam ramai biasanya setelah Magrib, antara pukul setengah tujuh sampai jam sembilan malam. Sering kali penuh, sampai tidak ada tempat duduk,” jelasnya sambil tersenyum.

Dari segi harga, Warung Seulanga tetap menjaga agar tetap ramah di kantong, mulai dari Rp20 ribuan, sehingga bisa dinikmati berbagai kalangan.

Salah satu pelanggan, Dina, mengaku awalnya penasaran setelah melihat ulasan di TikTok.

“Saya lihat di TikTok, jadi pengen coba. Ternyata teh tariknya enak, sesuai selera, dan canenya gurih manis. Mie Acehnya juga beda, bentuknya khas, bumbunya kuat, dan ternyata dibuat sendiri. Rasanya jelas berbeda dengan mie goreng yang biasa ada di Pontianak,” ujarnya.

Bagi masyarakat Aceh di perantauan, Warung Seulanga bukan sekadar rumah makan, tetapi juga tempat berkumpul melepas rindu kampung halaman.

Sementara bagi masyarakat Pontianak, warung ini menjadi destinasi kuliner untuk merasakan pengalaman baru menikmati kekayaan cita rasa Nusantara.

Dengan mempertahankan resep asli Aceh dan terus berinovasi menghadirkan menu-menu baru, Warung Seulanga perlahan menjelma menjadi salah satu ikon kuliner khas daerah di Kota Pontianak. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda