PONTIANAK, SP – Suasana pelantikan pejabat di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, 13 Mei 2026, menjadi momen penuh syukur bagi Vitalisius Paulus, SH., MH.
Di tengah ucapan selamat yang mengalir, ada pesan sederhana namun mendalam yang datang dari Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stephanus Paiman OFMCap.
Pesan itu bukan sekadar ucapan formal, melainkan nasihat penuh makna tentang amanah, integritas, dan beratnya tanggung jawab dalam pelayanan publik.
“Selamat kepada Paul atas jabatan sebagai Kepala Samsat Sintang dan Melawi. Semoga amanah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam penyertaan Allah,” ujar Bruder Stephanus.
Bagi Bruder Steph, sapaan akrabnya, sosok Vitalisius Paulus bukan orang baru. Ia mengenalnya cukup lama melalui berbagai forum kebersamaan, termasuk dalam komunitas. “Saya tahu dalam Kesehatian”.
Di matanya, Paul dikenal sebagai pribadi yang tenang, rendah hati, dan tidak canggung melakukan hal-hal sederhana.
“Jujur, tanggung jawab, disiplin dan rendah hati serta mau mendengarkan saat kita ajak diskusi. Sikap sosialnya juga tinggi dan tidak gengsi melakukan pekerjaan sederhana, seperti memungut sampah di lantai forum,” ungkap Bruder Steph.
Bagi seorang pemimpin, kata dia, karakter seperti itu jauh lebih penting dibanding sekadar jabatan. Sebab pelayanan publik membutuhkan keteladanan dan hati yang mau melayani.
Tantangan Besar di Daerah Pertambangan dan Sawit
Namun Bruder Steph menyadari, tugas yang kini diemban Paul bukan perkara mudah. Sintang dan Melawi merupakan wilayah dengan aktivitas pertambangan dan perkebunan sawit yang cukup besar.
Di balik potensi ekonomi itu, terdapat tantangan serius dalam urusan administrasi dan penagihan pajak kendaraan maupun perusahaan.
“Berat cobaan ye tu bro, karena sekarang banyak pertambangan dan perkebunan sawit,” kata Bruder Steph dalam pesannya kepada Paul.
Ia memahami bahwa bekerja di lingkungan pelayanan pajak sering kali membuat seseorang berada di tengah berbagai kepentingan. Karena itu, ia mengingatkan sahabatnya tersebut agar tetap teguh memegang prinsip dan menjalankan tugas sesuai aturan.
“Itu dia yang kuhadapi, menagih pajaknya,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Dalam candaan khasnya, Bruder Steph kemudian menyampaikan pesan moral yang justru terdengar sangat serius.
“Itu dia maksudku… kalau cari kaya sebentar, tapi tidak kekal. Pertanggungjawaban akhir di akhirat, ingat itu,” katanya diselingi emoji tawa.
Menurutnya, godaan dalam jabatan akan selalu ada, apalagi ketika berhadapan dengan perusahaan-perusahaan besar.
“Namanya perusahaan, pastilah besar atau di belakangnya ada siapa-siapa,” ucapnya.
Namun ia percaya, selama seseorang bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi, serta menjalankannya dengan hati yang tulus, maka pekerjaan tidak akan menjadi beban.
“Asal sesuai tupoksi kerjanya, jalankan dengan sukacita hingga tak ada beban,” pesan Bruder Steph.
Pelayanan yang Humanis
Sementara itu, Vitalisius Paulus menyampaikan rasa syukur atas dukungan dan doa dari berbagai pihak atas amanah baru yang diterimanya.
“Mohon doa restu. Saya dipercaya menjadi Kepala Samsat Sintang dan Melawi per tanggal 13 Mei 2026,” ujarnya.
Ia berharap dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta meningkatkan kualitas pelayanan Samsat agar semakin profesional dan dekat dengan masyarakat.
Pelantikan ini diharapkan menjadi semangat baru dalam memperkuat pelayanan publik yang humanis, responsif, dan berintegritas di wilayah Sintang dan Melawi.
Di tengah tantangan birokrasi dan berbagai kepentingan yang mengiringi jabatan publik, pesan Bruder Stephanus menjadi pengingat sederhana bahwa kekuasaan hanyalah titipan sementara, sementara integritas adalah warisan yang akan selalu dikenang. (aep)