PONTIANAK, SP – Di tengah padatnya rangkaian persiapan Musyawarah Wilayah (Musywil) XII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Barat (IPM Kalbar) di Sintang, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pontianak, Achmad Mupahir, menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan memberikan arahan kepada para peserta utusan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Pontianak.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kaderisasi dan perjuangan pelajar Muhammadiyah.
Sebanyak 12 peserta utusan Kota Pontianak menerima pesan-pesan penuh makna yang diharapkan dapat menjadi bekal perjuangan selama mengikuti Musywil maupun setelah kembali ke daerah masing-masing.
Dalam arahannya, beliau menyampaikan empat harapan besar kepada seluruh peserta sebagai pijakan dalam membangun gerakan pelajar yang lebih maju, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat.
1. Jadikan Musywil sebagai Awal Gerakan, Bukan Akhir Pertemuan
Musywil bukan sekadar agenda seremonial tahunan ataupun ruang berkumpul semata.
Lebih dari itu, Musywil harus menjadi titik awal lahirnya gagasan, gerakan, dan langkah nyata untuk kemajuan pelajar Muhammadiyah di Kalimantan Barat.
Peserta diharapkan tidak hanya pulang membawa dokumentasi dan kenangan, tetapi juga membawa semangat perubahan serta blueprint program yang dapat diterapkan di daerah, ranting, maupun sekolah masing-masing.
“Jangan pulang hanya membawa foto-foto kenangan. Pulanglah dengan membawa gagasan, gerakan, dan program nyata yang mampu menjawab persoalan pelajar hari ini,” ujar Achmad Mupahir.
Gerakan yang dibangun harus mampu menyentuh persoalan nyata yang dihadapi pelajar hari ini, baik di Kota Pontianak maupun di seluruh Kalimantan Barat.
Selain itu, program-program yang dirancang juga diharapkan mampu memperkuat identitas pelajar Muhammadiyah sebagai pelajar yang religius, intelektual, progresif, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
2. Menjadi Pelopor Kolaborasi, Bukan Kompetisi Kosong
Dalam organisasi, semangat persaudaraan dan kolaborasi menjadi kunci utama kemajuan.
Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh kader IPM untuk memperkuat barisan perjuangan dengan membangun kerja sama antar pelajar, bukan justru terjebak dalam persaingan yang tidak sehat.
“IPM harus menjadi rumah besar bagi pelajar Muhammadiyah untuk tumbuh bersama, bukan tempat saling menjatuhkan demi kepentingan pribadi ataupun kelompok,” katanya.
IPM harus hadir sebagai wadah yang melahirkan kader-kader yang solid, saling mendukung, dan mampu bekerja bersama demi kemajuan persyarikatan Muhammadiyah.
Semangat kolektif ini penting agar gerakan pelajar Muhammadiyah semakin kuat, relevan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi umat.
3. Menjaga Integritas di Tengah Tantangan Zaman
Di era yang penuh tantangan dan perubahan cepat seperti saat ini, integritas menjadi nilai yang sangat penting bagi seorang kader.
Beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Kami berharap Musywil ini melahirkan kader yang berilmu, berakhlak, berkarya, dan mampu memberikan dampak positif bagi umat serta bangsa,” ungkapnya.
Kader IPM harus mampu menjadi teladan di tengah lingkungan pelajar dengan menjaga nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.
4. Bersiap Menjadi Pemimpin Masa Depan
Beliau juga mengingatkan bahwa para pelajar hari ini adalah calon pemimpin di masa mendatang.
Dalam sepuluh tahun ke depan, para kader IPM inilah yang akan mengisi ruang-ruang publik, memimpin organisasi, masyarakat, bahkan bangsa.
Karena itu, sejak sekarang para kader harus mulai belajar memimpin, belajar mengambil keputusan, membangun komunikasi, dan mengasah kemampuan diri.
“Sejarah Muhammadiyah dibangun oleh anak-anak muda yang berani bermimpi dan berjuang. Maka kader IPM hari ini harus berani menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” tegas Achmad Mupahir.
Menjadi kader IPM bukan hanya tentang aktif berorganisasi, tetapi juga tentang mempersiapkan diri menjadi manusia yang mampu membawa perubahan besar di masa depan.
Di akhir pertemuan, silaturahmi tersebut diharapkan menjadi suntikan semangat bagi seluruh peserta Musywil XII IPM Kalimantan Barat agar terus menjaga idealisme, memperkuat gerakan, dan menjadi pelajar yang membawa manfaat bagi sesama.
Semoga pesan dan harapan yang disampaikan dapat menjadi motivasi serta pengingat bahwa setiap kader IPM memiliki peran penting dalam membangun masa depan Muhammadiyah, umat, dan bangsa. (aep)