Potret post authorBob 29 Januari 2026

Wujudkan Generasi Emas 2045, Kemenag Kalbar Perkuat Sinergi dengan BKKBN

Photo of Wujudkan Generasi Emas 2045, Kemenag Kalbar Perkuat Sinergi dengan BKKBN
PONTIANAK, SP - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
 
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, saat menerima kunjungan silaturahmi Pejabat BKKBN Perwakilan Kalbar di Ruang VIP Kanwil Kemenag Kalbar, Rabu (28/1/2026).
 
Muhajirin Yanis didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, H. Mahmud. Menurut Muhajirin, edukasi pendewasaan usia perkawinan menjadi salah satu kunci strategis dalam menyiapkan generasi unggul di masa depan, terutama melalui jalur pendidikan madrasah.
 
“Dalam melakukan pembinaan anak-anak dan remaja, khususnya untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, kita tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antarlembaga, bergerak pada
simpul masing-masing sesuai tugas dan kewenangan,” ujar Muhajirin Yanis.
 
Ia menegaskan, madrasah sebagai lembaga pendidikan berciri keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran peserta didik tentang perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang dan bertanggung jawab.
 
Sementara itu, Sekretaris BKKBN Perwakilan Kalbar, Rindang Gunawati, menuturkan bahwa edukasi pendewasaan usia perkawinan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk Kementerian Agama.
 
“Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus berkomitmen mengajak masyarakat untuk melakukan persiapan yang matang dalam membentuk keluarga. Perkawinan harus direncanakan, baik dari aspek kesehatan, psikologis, maupun sosial,” kata Rindang.
 
Ia menjelaskan, di Kalimantan Barat sinergi antara penyuluh agama dan penyuluh keluarga berencana telah berjalan cukup baik, terutama melalui program pembekalan calon pengantin (catin).
 
Selain itu, sejumlah program strategis BKKBN juga terus diperkuat, di antaranya pemanfaatan aplikasi Elsimil yang telah terintegrasi dengan data BKKBN, Program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) serta PIK-Remaja.
 
“Program-program ini dirancang untuk mendukung pembangunan keluarga yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Rindang.
 
Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi Kemenag Kalbar dan BKKBN dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini hingga remaja, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda