Ponticity post authorelgiants 30 Januari 2026

Atlet Kalbar Raih 16 Medali di ASEAN Para Games Thailand, Daud Yordan Beri Apresiasi Tinggi

Photo of Atlet Kalbar Raih 16 Medali di ASEAN Para Games Thailand, Daud Yordan Beri Apresiasi Tinggi

?Enam atlet paralimpik asal Kalimantan Barat (Kalbar) menorehkan sejarah gemilang di kancah internasional. Berlaga pada ASEAN Para Games ke-13 di Thailand, mereka tampil sebagai pahlawan olahraga daerah dengan menyumbangkan 16 medali untuk Indonesia, sekaligus mengharumkan nama Kalbar di mata dunia.

Kepulangan para atlet disambut penuh haru dan kebanggaan di ruang VIP Bandara Supadio Pontianak, kemarin. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Sugeng Hariadi langsung menyambut kedatangan pahlawan olahraga Kalbar ke tanah kelahiran, kemarin.

Sambutan hangat, pelukan penuh kebanggaan, serta ucapan selamat mengiringi momen emosional tersebut. Raut wajah lelah para atlet seketika berubah menjadi senyum haru saat perjuangan mereka mendapat apresiasi langsung dari pemerintah daerah.

Enam atlet paralimpik Kalbar yang tergabung dalam kontingen Indonesia itu berhasil menyumbangkan total 16 medali, terdiri dari enam emas, tiga perak, dan tujuh perunggu. Capaian ini menjadi kontribusi luar biasa bagi Indonesia sekaligus bukti nyata bahwa Kalimantan Barat mampu melahirkan atlet berkelas internasional.

Rincian prestasi tersebut diraih oleh Januari dengan torehan tiga emas dan satu perunggu, Fauzi Purwolaksono satu emas, satu perak, dan satu perunggu, M. Mabruk Arib Dzaky satu emas, Cici Juliani satu emas dan satu perunggu, Abdul Hadi satu perak, serta Simpson Abraham S dengan satu perak dan empat perunggu.

Kepala Disporapar Kalbar Sugeng Hariadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perjuangan para atlet paralimpik Kalbar yang telah mengharumkan nama daerah di ajang internasional.

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Atlet-atlet terbaik paralimpik Kalbar telah menorehkan prestasi luar biasa. Saya menyampaikan salam dari Bapak Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, sekaligus mengucapkan selamat dan sukses atas raihan prestasi mereka di ASEAN Para Games ke-13 di Thailand,” ujar Sugeng.

Ia menegaskan, capaian enam atlet Kalbar yang mampu menyumbangkan 16 medali untuk Indonesia merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan patut diapresiasi oleh seluruh masyarakat Kalbar.

“Enam atlet, enam belas medali. Ini sangat luar biasa. Mereka telah membawa nama Kalimantan Barat harum di kancah internasional dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” tegasnya.

Sugeng berharap prestasi gemilang tersebut tidak membuat para atlet cepat berpuas diri, melainkan menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan prestasi hingga level yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan prestasi ini tidak membuat mereka bangga lalu lupa, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berprestasi. Harapan kita, mimpi mereka bisa sampai ke Paralimpiade,” ujarnya.

Ia juga menyinggung agenda internasional berikutnya, di mana ASEAN Para Games akan kembali digelar di Kuala Lumpur, dan berharap atlet paralimpik Kalbar tetap menjadi bagian penting dari kontingen Indonesia.

“Kami berharap atlet Kalbar terus bisa memperkuat kontingen Indonesia di level yang lebih tinggi. Ini menjadi kebanggaan daerah dan bangsa,” katanya.

Dalam momentum itu Sugeng juga mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk memberikan dukungan moral kepada atlet paralimpik.

“Mari kita dukung atlet-atlet kita. Jika belum bisa membantu secara materi, paling tidak kita doakan agar mereka bisa terus berlatih dengan baik dan prestasinya semakin meningkat,” tutupnya.

Salah satu atlet, Fauzi Purwolaksono, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan meraih prestasi di ajang Asia Tenggara tersebut. Ia menyebut berhasil turun di tiga nomor cabang atletik dan kembali meraih emas.

“Alhamdulillah, di event ini saya berhasil di nomor lempar lembing, tolak peluru, dan lempar cakram. Ini menjadi emas ketiga saya berturut-turut di ajang Asia Tenggara,” ungkap Fauzi.

Ia juga menceritakan perjuangannya di nomor tolak peluru, di mana harus menghadapi atlet kuat dari Thailand dalam kondisi fisik yang kurang prima.

“Di nomor tolak peluru saya mendapatkan peringkat tiga. Target saya sebenarnya perak, tapi saat mau bertanding badan saya sedang demam. Alhamdulillah masih bisa mendapatkan perunggu,” ujarnya.

Fauzi turut membagikan kisah perjalanan hidupnya di dunia olahraga. Ia mengaku telah menekuni olahraga sejak sekolah dasar dan sempat menjadi atlet normal sebelum mengalami kecelakaan pada 2006 yang menyebabkan kaki kanannya hancur.

“Setelah kecelakaan, saya mencoba ikut seleksi di Porprov dan nasional melalui NPC. Alhamdulillah bisa sampai di titik ini. Emas pertama saya di ASEAN Para Games 2022 di Indonesia, kemudian Kamboja, dan sekarang Thailand,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalbar, Mustaat Saman, menegaskan seluruh atlet asal Kalbar yang memperkuat Indonesia di ASEAN Para Games Thailand berhasil menyumbangkan medali.

“Enam atlet Indonesia yang berasal dari Kalbar semuanya mendapatkan medali. Mereka berasal dari cabang para angkat berat, para renang, para atletik, dan para tenis meja,” jelas Mustaat.

Ia menambahkan, NPCI Kalbar terus menjalankan program pembinaan melalui pencarian bakat dan latihan berjenjang untuk menjaga kesinambungan prestasi.

“Saat ini atlet-atlet disabilitas Kalbar sudah menjalani latihan untuk persiapan Peparnas 2028 dan Peparprov yang akan digelar pada akhir November tahun ini,” katanya.

Dengan torehan prestasi di ajang internasional tersebut, atlet paralimpik Kalbar kembali membuktikan diri sebagai pahlawan olahraga daerah yang tidak hanya mengharumkan nama Kalbar, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Indonesia di mata dunia.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat, Daud "Cino" Yordan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet disabilitas asal Kalimantan Barat yang sukses mengukir prestasi gemilang di ajang ASEAN Para Games 2026 di Thailand.

Kontingen asal Kalimantan Barat dilaporkan berhasil membawa pulang total 16 medali, yang terdiri dari kombinasi emas, perak, dan perunggu dari berbagai cabang olahraga unggulan.

Pencapaian ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengharumkan nama bangsa dan daerah di kancah internasional.

Dalam keterangan resminya, Daud Yordan menyatakan bahwa perjuangan para atlet di Thailand merupakan inspirasi besar bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

"Ini adalah hasil luar biasa. 16 medali bukanlah angka yang kecil, ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Saya atas nama pribadi dan keluarga besar KONI Kalbar mengucapkan selamat dan sukses," ujar petinju kebanggaan Indonesia tersebut.

Daud juga menambahkan bahwa prestasi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memberikan dukungan maksimal, baik dari segi fasilitas maupun pembinaan atlet paralimpik di masa depan.

Sebagai Ketua KONI, Daud Yordan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan National Paralympic Committee (NPC) Kalbar. Ia berharap bonus dan apresiasi dari pemerintah segera tersalurkan sebagai bentuk penghargaan atas keringat dan dedikasi para pahlawan olahraga ini.

"Kita ingin semua atlet merasa dihargai secara setara. Prestasi di ASEAN Para Games ini membuktikan bahwa potensi atlet kita sangat diperhitungkan di level Asia Tenggara," tuturnya. (din/bob)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda