PONTIANAK,SP - Suasana haru bercampur bangga menyelimuti ruang VIP Bandara Supadio Pontianak, Kamis (29/1/2026). Enam atlet paralimpik asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang baru saja mengharumkan nama Indonesia pada ASEAN Para Games ke-13 di Thailand akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran. Mereka pulang bukan sekadar sebagai atlet, melainkan sebagai pahlawan olahraga Kalbar.
Senyum lelah namun penuh kebanggaan terpancar dari wajah para atlet saat disambut langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Sugeng Hariadi. Tepuk tangan, pelukan hangat, serta ucapan selamat mengiringi momen kepulangan yang sarat emosi tersebut.
Dari ajang internasional bergengsi itu, enam atlet Kalbar berhasil mempersembahkan 16 medali untuk Indonesia, terdiri dari enam emas, tiga perak, dan tujuh perunggu. Sebuah capaian luar biasa yang menjadi bukti kerja keras, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah para atlet paralimpik Kalbar.
Prestasi itu diraih oleh Januari dengan tiga emas dan satu perunggu, Fauzi Purwolaksono dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu, M. Mabruk Arib Dzaky dengan satu emas, Cici Juliani satu emas dan satu perunggu, Abdul Hadi satu perak, serta Simpson Abraham S dengan satu perak dan empat perunggu.
Dalam suasana penuh kehangatan itu, Sugeng Hariadi tak kuasa menyembunyikan rasa bangga. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan para atlet yang telah membawa harum nama Kalimantan Barat di mata dunia.
“Kita semua patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Atlet-atlet paralimpik Kalbar telah menorehkan prestasi luar biasa. Saya menyampaikan salam dan rasa bangga dari Bapak Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kepada seluruh atlet atas perjuangan dan pengabdian mereka,” ujar Sugeng dengan nada penuh haru.
Menurutnya, raihan 16 medali dari enam atlet bukan sekadar angka, melainkan simbol semangat juang, disiplin, dan keteguhan hati para atlet yang terus berlatih dalam berbagai keterbatasan.
“Enam atlet dari Kalbar, enam belas medali. Ini pencapaian yang sangat luar biasa. Mereka telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan membanggakan daerah,” tegasnya.
Sugeng berharap prestasi tersebut menjadi pemantik semangat, bukan hanya bagi para atlet yang baru pulang bertanding, tetapi juga bagi generasi muda Kalimantan Barat agar berani bermimpi dan berjuang meraih prestasi tertinggi.
“Saya berharap prestasi ini tidak membuat mereka cepat berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk terus berlatih, berkembang, dan bermimpi lebih tinggi hingga ke ajang Paralimpiade,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung rencana ASEAN Para Games berikutnya yang akan digelar di Kuala Lumpur, seraya berharap atlet paralimpik Kalbar kembali mendapat kepercayaan untuk memperkuat kontingen Indonesia dan mengulang bahkan melampaui prestasi sebelumnya.
Di akhir penyambutan, Sugeng mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk terus memberikan dukungan moral kepada para atlet paralimpik.
“Mari kita dukung atlet-atlet kita. Doa dan semangat dari masyarakat Kalbar adalah energi besar bagi mereka untuk terus berlatih dan berprestasi. Mereka adalah kebanggaan kita semua,” tutupnya.
Kepulangan para atlet paralimpik ini bukan hanya membawa medali, tetapi juga membawa harapan, inspirasi, dan keyakinan bahwa Kalimantan Barat mampu melahirkan juara-juara dunia yang mengharumkan nama bangsa.