SAMBAS, SP – Potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Sambas mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, seiring komitmen Presiden Prabowo Subianto yang dituangkan dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2025 untuk mendorong swasembada pangan melalui pembangunan infrastruktur yang menyeluruh.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan melalui Herzaky Mahendra Putra, Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja bersama Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I), M. Tahid, ke sejumlah titik di Kabupaten Sambas untuk melihat langsung kondisi pertanian dan mendengar aspirasi para petani pada Sabtu-Minggu, 2-3 Agustus 2025.
Junaidi, Kepala Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tunas Muda, Desa Mekar Jaya, mengatakan bahwa lahan pertanian di wilayahnya seluas 48 hektare dengan total enam gapoktan. Mereka pernah menerima bantuan berupa benih, mesin, hingga pupuk dari pemerintah.
Namun, lahan pertanian tersebut mengalami kesulitan air, terutama saat musim kemarau karena tidak teraliri dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan saluran irigasi yang memadai agar dapat meningkatkan produktivitas.
Selama ini, Desa Mekar Jaya mampu memproduksi 1,8 ton padi per hektare yang kemudian digunakan untuk konsumsi pribadi dan sebagian dijual.
"Dulu kami hanya menanam sekali dalam setahun, sekarang sudah dua kali. Tentu kami berharap dengan adanya perbaikan saluran irigasi, yang semoga juga dilengkapi dengan pompa air, bisa menjangkau seluruh lahan pertanian," ucapnya.
Kepala Desa Mekar Jaya, Ajim, mengungkapkan bahwa lahan pertanian di wilayahnya juga berdekatan dengan perkebunan rakyat seperti jeruk dan cabai. Karena itu, jika saluran irigasi diperbaiki, dampaknya akan luas, tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga bagi perkebunan.
Sementara itu, saat berada di Desa Teluk Pandan, Kepala Desa Junaidi menyampaikan bahwa pihaknya memiliki lahan pertanian seluas lebih dari 100 hektare, yang terbagi di dua lokasi: 103 hektare di Dusun Sekilah dan 40 hektare di Dusun Parut Kongsi.
Junaidi menyebut bahwa hasil panen per hektare di wilayahnya mencapai 1,8 ton. Masalah utama, meskipun daerah sekitar memiliki banyak sungai, tidak ada saluran irigasi sekunder yang berfungsi dengan baik untuk mengalirkan air ke sawah. Padahal, potensi lahan untuk sawah masih sangat luas.
"Perlu rehabilitasi saluran irigasinya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan masa tanamnya serta memotivasi warga memperluas lahannya," ujarnya.
Camat Galing, Suriawan, mengatakan bahwa jumlah penduduk Kecamatan Galing sebanyak 26.117 orang. Produksi panen padi mencapai 7.711 ton dengan total luas lahan 2.400 hektare.
Dengan pola tanam satu kali setahun, beras yang dihasilkan mencapai 4.626 ton. Sementara kebutuhan konsumsi sebesar 105 kg per kapita per tahun, atau setara 2.622 ton beras. Dengan demikian, wilayah ini masih tercatat surplus atau swasembada.
Setelah melihat dan mendengar langsung permasalahan serta harapan masyarakat, Herzaky mengatakan bahwa ia telah mencatat dan akan menyampaikan langsung kepada Menko AHY serta Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang membawahi kementerian teknis di bawah Kemenko Infrastruktur.
"Beliau-beliau punya perhatian luar biasa terhadap program prioritas Pak Presiden Prabowo, apalagi untuk para petani. Tentu harapan Bapak-Ibu akan menjadi perhatian mereka, karena perbaikan saluran irigasi ini merupakan salah satu penunjang kesuksesan program prioritas Presiden Prabowo, yaitu ketahanan dan swasembada pangan," ujar Herzaky.
Herzaky berharap, dengan perbaikan saluran irigasi nanti, masyarakat tidak hanya bisa menanam sekali, tetapi dua hingga tiga kali dalam setahun. Ia juga meminta masyarakat saling menjaga infrastruktur penunjang pertanian yang akan diperbaiki.
Di tempat yang sama, Kepala BWSK I, M. Tahid, menegaskan bahwa masih banyak saluran irigasi yang perlu diperbaiki dan direhabilitasi untuk mendukung serta menyukseskan program swasembada pangan.
"Tentu harapan kami sama dengan Pak Herzaky. Setelah dibangun nanti, saluran irigasi ini harus bisa meningkatkan produktivitas pertanian, bukan sebaliknya. Agar pembangunan benar-benar tepat sasaran," kata M. Tahid.
Herzaky melakukan kunjungan kerja ke Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad, serta Desa Teluk Pandan, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas. Sehari sebelumnya, ia juga telah mengunjungi tiga desa, yakni Desa Penakalan Kecamatan Sejangkung, Desa Tri Kembang Kecamatan Galing, dan Desa Lumbang Kecamatan Sambas.
Pada kunjungan kerja ini, Herzaky juga didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Elfan Salambia, serta sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. (jee)