SANGGAU, SP - Sebuah bus milik DAMRI mengalami kecelakaan tunggal di Desa Penyaladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026) siang. Akibat kejadian tersebut, satu orang penumpang meninggal dunia.
Bus yang melayani rute Sintang–Pontianak itu membawa lebih dari 30 penumpang. Insiden diduga dipicu gangguan pada sistem pengereman.
Salah satu warga yang berada di lokasi mengatakan, kecelakaan terjadi tepat di ruas jalan turunan dan tikungan tajam di Desa Penyeladi. Bus diduga mengalami rem blong dan terbalik hingga hampir masuk ke sungai.
"Pas di tikungan tajam, tiba-tiba bus hilang kendali dan terbalik hampir masuk ke dalam Sungai Kapuas,. Diduga rem blong" ungkapnya.
Dia menyebut dari sebanyak 31 penumpang bus, satu orang meninggal dunia di lokasi, satu orang mengalami putus tangan, dan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka berat dan ringan.
Dalam video di lokasi kecelakaan yang beredar di media sosial, terlihat bus terguling dengan bagian sisi kanan menghadap atas dan tertahan pepohonan. Sebagian badan bus keluar dari bahu jalan dan nyaris masuk ke aliran sungai.
Berdasarkan laporan visual dari warga di lokasi, kondisi bus mengalami kerusakan cukup berat. Puluhan warga dan pengendara yang melintas tampak memadati area tersebut untuk memberikan bantuan awal.
Sejumlah korban dilaporkan jatuh akibat insiden ini, bahkan satu orang terlihat sudah dievakuasi di pinggir jalan dalam kondisi meninggal dunia dan ditutup kain hitam. Diduga masih ada beberapa korban lain yang tertahan di bawah badan bus.
Kondisi di lokasi digambarkan cukup genting, dengan warga yang berupaya memberikan bantuan sambil menunggu kedatangan petugas kepolisian dan tim medis untuk proses evakuasi lebih lanjut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sanggau, Ipda Ade S, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi tepat di turunan jalan yang berada di tikungan, sehingga menyulitkan proses penanganan di lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, sebanyak 10 orang mengalami luka ringan dan 10 lainnya mengalami luka berat. Sementara penumpang lainnya berada di Polres maupun lokasi penanganan lainnya.
"Untuk korban jiwa, ada satu orang MD (meninggal dunia), 10 luka ringan, dan 10 luka berat," ujar Ade.
Petugas kepolisian bersama tim terkait saat ini masih melakukan proses evakuasi korban serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian guna mencegah kemacetan, mengingat posisi kecelakaan berada di tikungan jalan utama.
“Selanjutnya untuk proses lebih lanjut kami masih lakukan evakuasi korban lalu kami atur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan karena lokasi berada di tikungan pinggir jalan raya,” jelasnya.
Terkait penyebab kecelakaan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasil penyelidikan tersebut nantinya akan disampaikan secara resmi setelah proses pengumpulan data dan fakta di lapangan selesai dilakukan.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian juga mengimbau kepada seluruh pengendara, khususnya pengemudi angkutan umum, untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan.
“Kedepan kami akan lebih meningkatkan imbauan kepada pengendara agar lebih berhati-hati. Jika lelah, sebaiknya beristirahat,” pungkasnya.
Penanganan Maksimal
Sementara itu, General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa kecelakaan yang melibatkan armada bus DAMRI. Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius bagi perusahaan.
“Perum DAMRI menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas terjadinya insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan salah satu armada bus DAMRI yang membawa 31 pelanggan pada rute Sintang–Pontianak hari ini di Penyeladi, Sanggau,” ujarnya.
Dalam insiden tersebut, satu orang penumpang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, satu penumpang lainnya mengalami luka berat, sementara sejumlah penumpang lain masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Kami turut berbelasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, dan mendoakan agar seluruh korban yang dirawat dapat segera pulih,” tambahnya.
Pihak DAMRI menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses penyelidikan agar penyebab kejadian dapat diungkap secara jelas dan transparan.
Sebagai langkah tanggung jawab, DAMRI memastikan seluruh penumpang telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, termasuk di RSUD Sanggau.
Tim dari DAMRI juga telah berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi serta memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas penanganan korban, sekaligus memberikan perhatian maksimal bagi para penumpang yang terdampak.
Selain itu, DAMRI bersama aparat kepolisian dan instansi terkait tengah melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Ke depan, evaluasi total terhadap aspek operasional dan keselamatan akan dilakukan sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.
“Keselamatan dan keamanan pelanggan merupakan prioritas utama kami. Kami mohon maaf atas kejadian ini dan memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat agar proses penanganan korban dan investigasi dapat berjalan dengan baik,” tegas Ahmad. (dit/ind)