Sanggau post author Kiwi 13 Juli 2026

Anggota Komisi III DPRD Sanggau minta APH Tindak Tegas Penambang Emas Ilegal di Sungai Buayan

Photo of Anggota Komisi III DPRD Sanggau minta APH Tindak Tegas Penambang Emas Ilegal di Sungai Buayan

?SANGGAU, SP – Anggota Komisi III DPRD Sanggau. Fransiskus Taufik, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengambil tindakan hukum yang lebih tegas terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang daerah aliran Sungai Buayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Imbauan lewat spanduk dinilai belum cukup untuk menghentikan kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.

?Fransiskus Taufik mengatakan, pihaknya menyoroti aktivitas tambang emas ilegal tersebut hingga kini masih terus berlangsung dan diduga melibatkan pelaku dari luar daerah.

?"Pekan lalu sudah ada pemasangan banner dari pihak kepolisian. Saya berharap tidak berhenti pada imbauan saja, tetapi juga dilakukan penindakan tegas terhadap aktivitas PETI yang hingga kini masih berlangsung," ujar Taufik kepada wartawan, belum lama ini yang di kutik dari wabsite resmi DPRD Sanggau.

?Menurut politisi Partai Golkar ini, ketegasan hukum sangat diperlukan karena dampak kerusakan ekosistem sungai sudah berada dalam tahap yang mengkhawatirkan.

"Aliran Sungai Buayan yang setahun terakhir dilaporkan rusak, sebelumnya merupakan sumber air bersih utama bagi warga setempat untuk mandi dan mencuci," ungkap Taupik.

?Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak legislatif, para pelaku penambangan emas ilegal di kawasan tersebut disinyalir tidak hanya warga lokal. Taufik menyebut ada indikasi keterlibatan pekerja dari luar Kabupaten Sanggau, seperti dari Kabupaten Sekadau dan Ketapang.

?"Oleh karena itu, selain penegakan hukum, ia juga meminta adanya kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk berhenti terlibat dalam aktivitas PETI demi menyelamatkan masa depan lingkungan Sanggau. Kerusakan lingkungan akibat PETI sangat merugikan kita semua. Mengembalikan kondisi alam yang sudah rusak seperti semula bukan perkara mudah," pungkas Fransiskus Taupik. (Dit)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda