Sanggau post authorKiwi 21 Mei 2026

PLN Hidupkan Warisan Sulam Kalengkang, Budaya Melayu Sanggau Kini Menjadi Jalan Pemberdayaan Masyarakat

Photo of PLN Hidupkan Warisan Sulam Kalengkang, Budaya Melayu Sanggau Kini Menjadi Jalan Pemberdayaan Masyarakat Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena dan jajaran beserta Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama secara resmi membuka pelatihan Menjalin dan Sulam kain kalengkang di Sanggar Segentar Alam
SANGGAU, SP - Di tengah derasnya arus modernisasi, menjaga warisan budaya lokal menjadi tantangan yang tidak ringan. Namun di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, harapan itu tetap menyala melalui helai demi helai sulam kalengkang, kain khas Melayu yang sarat nilai sejarah, seni, dan identitas budaya.
 
Komitmen menjaga warisan budaya tersebut kini mendapat dukungan nyata dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sanggau melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, Selasa (19/5).
 
Bersama Sanggar Segentar Alam, PLN menghadirkan pelatihan sulam kalengkang, pelatihan menjahit, serta bantuan peralatan produksi bagi masyarakat di Sungai Sengkuang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
 
Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan pelatihan biasa. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi ruang tumbuh bagi budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.
 
Sulam kalengkang merupakan salah satu warisan budaya Melayu Sanggau yang diwariskan lintas generasi. Motif dan teknik pembuatannya menyimpan filosofi kehidupan masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi nilai ketelitian, kesabaran, dan keindahan.
 
Melalui pelatihan tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sumber kreativitas dan penghasilan di masa depan.
 
Ketua Sanggar Segentar Alam, Sunaryo, mengaku bersyukur atas perhatian PLN terhadap komunitas pelestari budaya di Kabupaten Sanggau. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi baru bagi para pegiat budaya untuk terus menjaga keberlangsungan sulam kalengkang.
“Sulam kalengkang merupakan warisan budaya Melayu Sanggau yang memiliki nilai sejarah dan seni tinggi. Dukungan PLN sangat berarti bagi kami untuk terus melatih masyarakat, khususnya generasi muda, agar budaya ini tetap hidup dan berkembang,” ujar Sunaryo.
 
Ia menambahkan, bantuan alat produksi turut meningkatkan kualitas hasil karya para pengrajin. Dengan begitu, sulam kalengkang tidak hanya bertahan sebagai identitas budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama, menegaskan bahwa kehadiran PLN tidak hanya sebatas menyediakan layanan kelistrikan, tetapi juga membawa manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurut Hendy, budaya lokal memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung melalui kolaborasi yang tepat antara dunia usaha dan komunitas masyarakat.
“Melalui program TJSL PLN Peduli, kami ingin mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat. Bantuan pelatihan dan pengadaan alat ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat serta membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya daerah yang berkelanjutan,” katanya.
 
Dukungan PLN tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sanggau. Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menilai sinergi antara PLN dan Sanggar Segentar Alam menjadi contoh nyata kolaborasi dalam menjaga budaya daerah melalui pemberdayaan masyarakat.
“Program seperti ini sangat penting karena tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan keterampilan masyarakat. Kami berharap peserta pelatihan mampu menghasilkan karya kreatif bernilai jual dan menjadi kebanggaan Kabupaten Sanggau,” ujar Susana.
 
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa PLN terus mendorong program TJSL yang memberikan dampak sosial berkelanjutan, termasuk dalam pelestarian budaya lokal dan penguatan ekonomi kreatif daerah.
“PLN berkomitmen hadir melalui program-program sosial yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap pelestarian sulam kalengkang ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam menjaga warisan budaya lokal sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal,” ungkap Maria.
 
Ia menambahkan, pelestarian budaya daerah merupakan bagian penting dalam pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Di tangan para pengrajin dan generasi muda Sanggau, sulam kalengkang kini bukan lagi sekadar warisan tradisi. Ia telah menjelma menjadi simbol harapan bahwa budaya lokal mampu terus hidup, berkembang, dan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat di masa depan.
 
Melalui program TJSL PLN Peduli, PLN berharap sulam kalengkang khas Kabupaten Sanggau semakin dikenal luas sebagai produk budaya unggulan daerah yang tidak hanya mengangkat identitas lokal, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif masyarakat Kalimantan Barat. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda