SANGGAU,SP -- Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau terus melakukan pemantauan assesment terjun ke lokasi banjir yang terjadi di Kecamatan Beduai. Kabupaten Sanggau yang terjadi sejak. Senin (21/4/2025) siang tadi.
"Sore ini sekitar pukul 19.00 WIB
Kondisi Banjir Luapan Sungai Kayan, Sungai Beduai dan Sungai Sekayam dampak dari curah hujan intensitas sedang sampai tinggi di Wilayah Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau mengakibatkan meluapnya Anak Sungai Sekayam ( Sungai Kayan dan sungai Beduai ) yang bermuara ke sungai Sekayam di kota Kecamatan Beduai mengakibatkan banjir yang menggenangi pemukiman warga dan menggenangi Jalan Raya lintas Negara di Kecamatan Beduai," jelas koordinator TRC BPBD Sanggau. Tridibyo Saputro. Selasa (22/4/2025) malam kepada wartawan.
"Kurang lebih 50 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian 10 sampai 20 cm di dalam rumah. Ada 2 titik jalan di kecamatan Beduai tergenang banjir.
Titik pertama pada Koordinat 0.69944,110.39030 di depan Kantor Desa Bereng Bekawat Kecamatan Beduai tergenang sepanjang 50 meter dengan ketinggian 5 sampai 15 cm di Titik Kedua pada Koordinat 0.69447,110.39190," tambahnya.
Di RT. 04 Dusun Beduai Desa Bereng Bekawat, lanjut Tridibyo. Tergenang sepanjang 150 meter dengan tinggi genangan 20 sampai 40 cm. Banjir yang terjadi sejak tengah malam Hari Senin 21 April 2025 jam 23.15 wib, sampai saat ini Selasa 22 April 2023 jam 20.00 wib masih bertahan
"Genangan air di jalan mengakibatkan Kendaraan Roda 2 tidak bisa melintas dan untuk kendaraan roda 4 melintas dapat melalui genangan dengan hati – hati," ungkapnya.
Menginat Kondisi banjir masih bertahan. Koordinator TRC BPBD Kabupaten Sanggau ini menghimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan raya untuk tetap waspada mengingan kemungkinan banjir bisa bertambah tinggi apabila terjadi hujan di wilayah hulu ataupun di sekitar lokasi banjir.
"Masyarakat di wilayah Kecamatan Kembayan terutama di wilayah desa Kuala 2 juga dihimbau untuk waspada karena banjir kiriman dari Beduai juga akan berdampak menggenangi area pemukiman warga dan Jalan raya lintas Negara di Desa Kuala 2," pungkas Tridibyo Saputro. (Dit)