SANGGAU. SP - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027, berbagai pihak di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, mulai memperkuat komunikasi dan sinergi untuk menciptakan proses demokrasi di tingkat desa yang aman, damai, dan bermartabat. Komitmen tersebut dibangun melalui kegiatan ngopi bareng yang digelar di Warkop Cinday, Terminal Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kamis (22/10/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, kepolisian, unsur TNI, lembaga desa, serta tokoh masyarakat. Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari tahapan persiapan Pilkades Serentak 2027 dengan mengedepankan komunikasi, kebersamaan, dan komitmen menjaga kondusivitas wilayah.
Kepala DPM Pemdes Kabupaten Sanggau Alian, S.ST., Camat Tayan Hilir Ayus, S.Pd., M.M., serta Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H. turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Babinsa Desa Emberas Serda Edi dan Babinsa Desa Cempedak Serda Abdul Wakid dari Koramil 1204-07/Tayan Hilir, Ketua FKUD Leo Harto, Ketua MABT Cin Lie Jung, Ketua TBBR Sri Hartono, serta Ketua Pasundan H. Amin.
Selain itu, kegiatan diikuti para Ketua BPD dari desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades. Mereka berasal dari Desa Kawat, Pedalaman, Pulau Tayan Utara, Beginjan, Sungai Jaman, Balai Ingin, Cempedak, Sebemban, Tanjung Bunut, Subah, Emberas, Melugai, dan Sejotang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan pandangan sejak awal tahapan Pilkades.
Di Kecamatan Tayan Hilir sendiri terdapat 13 desa yang dijadwalkan melaksanakan Pilkades Serentak 2027 dari total 15 desa. Ketiga belas desa tersebut yakni Desa Kawat, Desa Pedalaman, Desa Pulau Tayan Utara, Desa Beginjan, Desa Sungai Jaman, Desa Balai Ingin, Desa Cempedak, Desa Sebemban, Desa Tanjung Bunut, Desa Subah, Desa Emberas, Desa Melugai, dan Desa Sejotang. Sementara Desa Tebang Benua dan Desa Lalang tidak melaksanakan Pilkades Serentak 2027.
Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto mengatakan, persiapan Pilkades tidak hanya berkaitan dengan tahapan administratif, tetapi juga membutuhkan kesiapan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana demokrasi tetap sehat. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses pemilihan, namun tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Pilkades adalah proses demokrasi di tingkat desa. Perbedaan pilihan pasti ada dan itu merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari demokrasi. Yang harus kita jaga adalah jangan sampai perbedaan pilihan berkembang menjadi konflik. Mari kita kedepankan persaudaraan, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta menghormati setiap tahapan dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Iptu Kusdarwanto juga mengajak para tokoh masyarakat, lembaga desa, calon peserta Pilkades, pendukung, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang sejuk selama seluruh rangkaian tahapan berlangsung. Kepolisian, kata dia, akan terus membangun komunikasi dengan seluruh pihak serta melakukan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Keamanan Pilkades bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh pihak dapat menjadi bagian dari solusi, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, dan tidak menyebarkan isu yang dapat memecah persatuan. Kalau komunikasi kita bangun sejak awal, potensi persoalan dapat kita cegah bersama,” tegasnya.
Kegiatan ngopi bareng tersebut berlangsung dalam suasana terbuka, aman, dan kondusif. Melalui forum ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk mengawal Pilkades Serentak 2027 di Kecamatan Tayan Hilir agar berjalan sesuai ketentuan, aman, tertib, demokratis, dan bermartabat, sekaligus tetap menjaga persatuan serta kerukunan masyarakat di Kabupaten Sanggau. _(Dit)