Singkawang post authorKiwi 07 Agustus 2025

Penutupan Workshop Public Speaking ASN Dinkes Singkawang

Photo of Penutupan Workshop Public Speaking ASN Dinkes Singkawang Penutupan Workshop Public Speaking bertajuk "Public Speaking to Public Service: Speak to Lead and Communicate to Inspire" di Aula Dinas Kesehatan dan KB Singkawang, Selasa (5/8)

SINGKAWANG,SP - Giat Workshop Public Speaking bertajuk "Public Speaking to Public Service: Speak to Lead and Communicate to Inspire" resmi ditutup, Selasa (5/8) di Aula Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Singkawang.

"Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang dan Juang Center, sebuah lembaga pelatihan yang fokus pada peningkatan soft skill, khususnya dalam bidang public speaking, service excellent, leadership, dan self development di Kota Singkawang," kata Kepala Dinas Kesehatan dan KB Singkawang, Achmad Hardin, Kamis (7/8).

Workshop ini, katanya, diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari ASN dilingkungan Dinas Kesehatan dan KB, Kapus, Kepala TU dan tenaga kesehatan Puskesmas.

Kemudian Promosi Kesehatan RSJ dan RSUD Abdul Aziz yang tergabung dalam PPKMI Kota Singkawang.

"Selama dua hari workshop, peserta mempelajari dasar-dasar public speaking, mengenali berbagai kendala umum dalam berbicara di depan umum serta cara mengatasinya," ujarnya.

Mereka juga dibekali teknik menyusun konten yang berdampak, membangun kesan yang kuat, dan berkomunikasi dengan meyakinkan.

Sementara materi juga mencakup penguatan mindset dan filosofi public speaking sebagai bagian dari kepemimpinan.

"Workshop ditutup dengan sesi Micro Speaking sebagai ajang praktik langsung di depan audiens," ungkapnya.

Dia menegaskan, pentingnya membangun komunikasi yang bukan hanya canggih secara media, tetapi juga beretika.

“Di zaman sekarang dengan cara komunikasi yang sudah berkembang seperti membuka TikTok, buka Instagram, buka YouTube, kita dapat belajar. Tetapi yang paling penting adalah ethic communication, karena kita menerapkan ethic communication secara verbal dan secara visual," jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa pelatihan public speaking seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan ASN di sektor kesehatan, terutama dalam menjawab tantangan komunikasi publik.

“Public speaking bukan hanya sekadar kemampuan berbicara, tetapi keterampilan menyampaikan pelayanan. Kita sebagai pelayan publik dituntut untuk bisa menjelaskan program secara meyakinkan, menyampaikan pesan dengan empati, dan menginspirasi perubahan positif di masyarakat,” katarnya.

Dia juga menyampaikan harapan agar kerjasama dengan Juang Center bisa terus berlanjut.

“Semoga kerja sama dengan Juang Center ini akan terus berlanjut, karena banyak hal yang memang sebagai dasar di bidang masing-masing memerlukan kemampuan komunikasi yang baik, bahkan tidak hanya di tenaga kesehatan, tapi juga di tenaga administrasi,” ujarnya.

Founder dan CEO Juang Center, Egidius Umbu Ndeta, dalam sambutan penutupnya menyampaikan filosofi bahwa komunikasi adalah alat utama pelayanan.

“Pesawat itu paling aman kalau diparkir di hanggar. Tapi bukan itu tujuannya dibuat. Kita juga begitu-bicara di depan umum memang penuh tantangan, tapi itulah jalan kita untuk menyampaikan pesan penting dan membawa perubahan," ungkapnya.

Public speaking, katanya, bukan soal tampil percaya diri saja, tapi tentang menyampaikan pesan pelayanan dengan hati, jelas, dan berdampak.

Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada peserta dengan predikat terbaik, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”, serta foto bersama sebagai simbol semangat dan komitmen untuk terus mengembangkan diri dalam melayani masyarakat. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda