Singkawang post authorKiwi 17 Februari 2026

Lapas Singkawang Serahkan Remisi Khusus Tahun Baru Imlek 2026

Photo of Lapas Singkawang Serahkan Remisi Khusus Tahun Baru Imlek 2026 Penyerahan remisi Imlek kepada 3 warga binaan Lapas Singkawang, Selasa (17/2)

SINGKAWANG,SP - Pagi yang cerah di awal tahun 2577 Kongzili membawa suasana berbeda di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singkawang, Selasa (17/2).

Di teras tempat ibadah Konghucu yang terletak di dalam lingkungan Lapas, tampak sejumlah warga binaan berkumpul dengan raut wajah penuh harap.

"Hari ini, mereka secara resmi menerima Remisi Khusus (RK) Tahun Baru Imlek, sebuah kado pengurangan masa pidana yang menjadi bukti nyata dari keberhasilan proses pembinaan yang mereka jalani," kata Kalapas Kelas IIB Singkawang, David Anderson Setiawan.

Dia menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) Remisi tersebut kepada perwakilan warga binaan sebanyak 3 orang khususnya yang beragama Konghucu.

Dalam keterangannya, pihak Lapas menegaskan komitmennya untuk terus proaktif dan transparan dalam mengusulkan hak-hak para penghuni, terutama dalam memastikan setiap warga binaan penganut agama Konghucu mendapatkan hak remisi sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku tanpa diskriminasi.

Dalam amanatnya dihadapan seluruh jajaran dan warga binaan, Kalapas menekankan bahwa momentum pergantian tahun harus dimaknai sebagai titik balik untuk bertransformasi.

Dia menginstruksikan para penerima remisi untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap pola pikir dan perilaku di masa lalu.

"Saudara-saudara harus berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih berintegritas dan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jadikan pengurangan masa pidana ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri dan kedewasaan dalam bertindak," tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan momen jabat tangan yang menyentuh sisi kemanusiaan, dimana para petugas memberikan ucapan selamat yang dibalas dengan senyum penuh syukur dari para warga binaan.

Di balik tembok tinggi ini, remisi Imlek hadir bukan sekadar hitungan angka di atas kertas, melainkan simbol "musim semi" bagi jiwa-jiwa yang sedang berbenah diri.

"Ada harapan besar agar semangat pembaruan di Tahun Baru Imlek ini menjadi bekal bagi mereka untuk kelak kembali ke tengah masyarakat sebagai sosok yang lebih bermartabat dan bermanfaat bagi keluarga," harapnya. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda