Bengkayang post authorKiwi 17 Februari 2026

Babinsa Dirus dan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Tak Layak Huni

Photo of Babinsa Dirus dan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Tak Layak Huni

Bengkayang,SP- Babinsa Koramil Samalantan, Kodim Bengkayang Serda Dirus, bersama warga Dusun Puaje, Desa Mekar Baru, bergotong royong membangun kembali rumah tidak layak huni milik seorang warga kurang mampu bernama Pak Elat sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan bedah rumah tersebut dilakukan secara swadaya tanpa dukungan anggaran khusus, menyusul kondisi rumah Pak Elat yang dinilai membahayakan keselamatan penghuninya.

"Struktur bangunan lama sudah lapuk, dinding dan atap tidak kokoh, serta berisiko roboh terutama saat hujan dan angin kencang," kata Serda Dirus di Bengkayang, Selasa.

Serda Dirus mengatakan, kegiatan ini berawal dari laporan pemerintah desa dan warga terkait kondisi rumah Pak Elat. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan, dia menilai perbaikan tidak bisa lagi ditunda karena menyangkut keselamatan satu keluarga.

“Kami bergerak karena alasan kemanusiaan. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali, sementara Pak Elat hidup bersama istri dan lima anaknya yang masih kecil,” kata Serda Dirus.

Ia menjelaskan, pembangunan rumah berukuran sekitar 5x7 meter itu diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp48 juta. Namun, karena keterbatasan dana, pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan menekan biaya dan memaksimalkan swadaya masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, warga Dusun Puaje secara sukarela terlibat mengangkut material, membangun pondasi, hingga merangkai struktur rumah.

"Seluruh pekerjaan dilakukan tanpa upah, mengandalkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial," ujarnya.

Dia berharap adanya dukungan dari para dermawan dan pihak terkait agar pembangunan rumah Pak Elat dapat segera rampung dan memberikan tempat tinggal yang aman serta layak bagi keluarganya.

 

Pak Elat yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap karet mengaku tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk memperbaiki rumahnya.

 

"Penghasilan kami hanya dari menoreh karet, dan selama ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga," katanya.

Diapun mengucapkan terima kasih untuk Babinsa, pihak desa dan warga yang sudah bergotong royong membangun rumah miliknya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekar Baru, Cipto, menyampaikan bahwa pihak desa telah beberapa kali mengusulkan program rehabilitasi rumah tidak layak huni ke pemerintah daerah. Namun, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi karena keterbatasan anggaran.

“Dengan kondisi anggaran desa yang terbatas, satu-satunya cara adalah menggerakkan gotong royong masyarakat. Ini menjadi solusi sementara agar warga tetap bisa merasakan kehadiran negara,” ujarnya.

Cipto menambahkan, masih terdapat sejumlah rumah warga lain di wilayah Desa Mekar Baru yang membutuhkan bantuan serupa. Namun penanganannya harus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan dukungan yang tersedia.

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda