Bengkayang post authorKiwi 07 Mei 2026

Wagup Kalbar Dorong Gerakan Tanam Jagung di Jagoi Babang untuk Dukung Swasembada Pangan

Photo of Wagup Kalbar Dorong Gerakan Tanam Jagung di Jagoi Babang untuk Dukung Swasembada Pangan

BENGKAYANG,SP - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui Gerakan Tanam Jagung Hibrida di wilayah perbatasan, termasuk di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, sebagai langkah strategis mendukung target swasembada pangan nasional tahun 2026.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan gerakan tanam jagung tersebut merupakan bagian dari implementasi program nasional ketahanan pangan yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Asta Cita.

“Salah satu misi dalam Asta Cita adalah mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,” katanya dalam sambutan kegiatan Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Kabupaten Bengkayang, Kamis (7/5).

Menurut dia, gerakan tanam jagung menjadi bukti konsistensi pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat desa hingga nasional.

Ia menyebut sinergi lintas sektor yang terus dibangun mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung yang kini menjadi salah satu komoditas unggulan Kalimantan Barat.

“Gerakan Tanam Jagung ini merupakan langkah konkret memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Krisantus mengungkapkan sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kalimantan Barat mencatat luas panen jagung mencapai 34.503 hektare dengan total produksi sebesar 179.246 ton pipilan kering.

Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kontribusi berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bengkayang yang memiliki potensi besar sebagai sentra pengembangan jagung di wilayah perbatasan.

Ia berharap Bengkayang, termasuk kawasan Jagoi Babang, dapat terus memperkuat perannya sebagai daerah unggulan penghasil jagung di Kalimantan Barat.

Selain memiliki lahan yang luas dan strategis, wilayah perbatasan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian produktif yang mampu menopang ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Dalam kesempatan itu, Krisantus juga mengajak pemerintah kabupaten/kota, kelompok tani, serta unsur TNI dan Polri untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung program Optimalisasi Lahan (Oplah).

Menurut dia, lahan-lahan yang selama ini belum produktif perlu dimanfaatkan secara maksimal menjadi sumber pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Upaya ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata terhadap kedaulatan pangan nasional, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan pengembangan sektor pertanian sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mewujudkan daerah yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan melalui penguatan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah dan kearifan lokal.

Krisantus optimistis melalui kolaborasi, semangat gotong royong, dan inovasi di sektor pertanian, target swasembada pangan tahun 2026 dapat tercapai sekaligus membawa Kalimantan Barat menjadi daerah yang lebih mandiri, berdaulat, dan sejahtera.(nar)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda