Ponticity post authorKiwi 06 Mei 2026

Putra Kalbar Sandang Bintang 1 TNI AL, Brigjen TNI (Mar) Yustinus Radiman Ditugaskan Hadapi Ancaman Electronic Warfare

Photo of Putra Kalbar Sandang Bintang 1 TNI AL, Brigjen TNI (Mar) Yustinus Radiman Ditugaskan Hadapi Ancaman Electronic Warfare

PONTIANAK, SP – Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) Yustinus Radiman, S.H., yang kini menjabat sebagai Sahli KASAL Tingkat III Bidang Teknik Pernika dan Siber TNI Angkatan Laut, terus menunjukkan kiprahnya dalam penugasan strategis di lingkungan Markas Besar TNI AL.

Dalam pelaksanaan tugasnya, ia kerap melakukan mobilisasi ke berbagai wilayah sebagai bagian dari tanggung jawab yang diemban, termasuk keterlibatannya dalam Tim Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Dengan latar belakang intelijen serta pengalaman yang ditempa di lingkungan Pasukan Marinir, Yustinus Radiman dipercaya mengemban peran penting yang berkaitan erat dengan kesiapan menghadapi ancaman electronic warfare (EW).

Dalam konteks perang modern, electronic warfare menjadi salah satu tulang punggung kekuatan militer karena mencakup kemampuan mendeteksi, mengganggu, hingga melindungi sistem dari serangan berbasis spektrum elektromagnetik.

Sebagai salah satu unsur pendukung utama Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Yustinus Radiman berperan dalam menyiapkan infrastruktur serta integrasi sistem yang mendukung kesiapan tersebut. Electronic warfare mencakup tiga domain utama, yaitu kemampuan mendeteksi dan mengidentifikasi sinyal musuh (electronic support), melakukan gangguan terhadap sistem lawan (electronic attack), serta melindungi sistem sendiri dari berbagai bentuk serangan elektronik (electronic protection).

Ketiga domain ini sangat bergantung pada kesiapan dan keandalan bidang Teknik Pernika dan Siber. Dalam implementasinya di lapangan, peran Teknik Pernika dan Siber tidak hanya sebatas pengoperasian perangkat seperti radar surveillance dan Electronic Support Measures (ESM), tetapi juga mencakup pengumpulan serta analisis data spektrum elektromagnetik yang menjadi dasar dalam membaca potensi ancaman.

Selain itu, dukungan terhadap sistem jamming radar dan komunikasi, penggunaan decoy, hingga integrasi dalam Combat Management System (CMS) menjadikan pernika sebagai bagian dari alat tempur non-kinetik yang sangat vital. Tidak kalah penting adalah aspek perlindungan sistem, di mana penguatan terhadap jaringan komunikasi dan radar dilakukan agar tahan terhadap gangguan seperti jamming dan spoofing. Dalam perkembangan terbaru, domain peperangan juga telah menggabungkan spektrum elektromagnetik dengan ruang siber dalam konsep Cyber Electromagnetic Domain, sehingga ancaman yang muncul bisa berupa kombinasi antara serangan elektronik dan peretasan siber.

Dalam situasi seperti ini, peran Teknik Pernika dan Siber menjadi semakin krusial dalam menjaga stabilitas sistem pertahanan. Selain itu, dukungan terhadap operasi armada juga menjadi bagian penting, terutama dalam memastikan komunikasi tetap berjalan meskipun berada dalam lingkungan yang penuh gangguan. Penyediaan tactical data link antar kapal, pesawat, dan pusat komando menjadi faktor penentu keberhasilan operasi di lapangan.

Tanpa dukungan bidang Teknik Pernika dan Siber, kapal perang berpotensi kehilangan kemampuan deteksi, tidak mampu melakukan gangguan terhadap musuh, serta rentan terhadap serangan elektronik dan siber.

Dengan demikian, kesiapan electronic warfare TNI AL sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya dan sistem yang berada dalam lingkup ini. Brigjen TNI (Mar) Yustinus Radiman menerima surat perintah penugasan dari Panglima TNI pada Selasa, 5 Mei 2026. Ia merupakan alumni Sekolah Menengah Seminari Atas Nyarumkop, Kalimantan Barat, serta lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1998 angkatan ke-44.

Ia juga pernah mengikuti pendidikan di Lemhannas China di Beijing. Yustinus Radiman lahir di Sasak, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada 2 Juli 1976. Ucapan selamat dan doa pun datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Bruder Stephanus Paiman, OFMCap, Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP). Ia menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut sekaligus harapan agar amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Selamat kepada Brigadir Jenderal TNI (Mar) Yustinus Radiman atas kepercayaan dan penugasan yang diberikan. Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Kalbar. Saya mengenal beliau sebagai pribadi yang sederhana, tekun, dan memiliki komitmen kuat dalam pengabdian. Semoga dalam setiap langkah tugas yang dijalankan, beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Kiranya tetap setia pada nilai-nilai iman, rendah hati dalam kepemimpinan, serta menjadi berkat bagi banyak orang, baik di lingkungan TNI maupun bagi masyarakat luas. Kami juga mendoakan agar setiap tanggung jawab yang diemban dapat dijalankan dengan penuh sukacita dan integritas, serta selalu dalam lindungan Tuhan,” ujar Bruder Stephanus Paiman. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda