PONTIANAK, SP - Sebanyak 157 Calon Jamaah Haji (CJH) Kalimantan Barat (Kalbar) yang tergabung dalam kloter 14 resmi dilepas untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Pelepasan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, di Asrama Haji Pontianak, kemarin.
Para jamaah dijadwalkan bertolak melalui Bandara Internasional Supadio menuju Embarkasi Batam sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang telah dinanti bertahun-tahun oleh para calon tamu Allah.
Dalam prosesi pelepasan, Harisson tampak turun langsung membantu para jamaah, bahkan satu per satu dinaikkan ke dalam bus. Ia juga memastikan kesiapan layanan, termasuk dukungan medis bagi jamaah, terutama kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Dalam keterangannya, Harisson menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kesehatan menjadi faktor utama dalam menyempurnakan pelaksanaan rukun Islam kelima.
“Ini merupakan penerbangan kloter ke-14 dari Kalbar. Jamaah kita akan bergabung dan berangkat dari Batam menuju Jeddah. Saya berpesan, yang paling utama adalah menjaga kesehatan, jangan sampai saat menjalankan rukun dan wajib haji, justru kondisi kita tidak fit,” pesannya.
Ia juga menyoroti peningkatan kualitas layanan haji tahun ini yang dinilai lebih ramah terhadap kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Pelayanan kita tahun ini memberi perhatian khusus pada jamaah kelompok rentan. Dalam kloter ini ada jamaah yang menggunakan kursi roda, maka saya minta seluruh jamaah saling peduli dan membantu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Harisson menjelaskan sistem pengelompokan jamaah yang diterapkan untuk memperkuat koordinasi dan kebersamaan selama di Tanah Suci.
“Setiap 10 orang ada ketua regu, dan setiap 45 orang ada ketua rombongan. Saya berharap peran ini benar-benar dijalankan untuk memastikan semua jamaah dalam kondisi baik, terutama bagi yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap jamaah membawa nama baik daerah, sehingga sikap saling menghormati dan menjaga kebersamaan harus menjadi prioritas.
“Bapak dan Ibu bukan hanya berangkat sebagai individu, tetapi juga membawa nama Kalimantan Barat. Tunjukkan sikap saling menghormati dan jalankan ibadah dengan penuh keikhlasan,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu CJH asal Kota Singkawang, Syauqi Irfan, mengungkapkan rasa syukur setelah penantian panjang untuk bisa menunaikan ibadah haji.
“Saya mendaftar sejak tahun 2013, artinya sudah sekitar 13 tahun menunggu. Ini adalah kesempatan yang sangat kami syukuri,” ungkapnya.
Ia berharap perjalanan ibadahnya berjalan lancar dan penuh keberkahan.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Singkawang dan Kalbar. Mudah-mudahan kami dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna, diberi kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan selamat,” tuturnya.
Dengan penuh harap, ia menyampaikan keinginan yang menjadi cita-cita seluruh jamaah.
“Harapan kami sederhana, semoga kami bisa menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.
Pelepasan CJH kloter 14 ini menjadi momen penuh makna, tidak hanya bagi para jamaah, tetapi juga keluarga yang mengantar dengan doa dan harapan.
Perjalanan menuju Tanah Suci menjadi simbol pengabdian dan ketulusan, dengan harapan seluruh jamaah dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik serta membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya. (din)