Bengkayang,SP - Atlet karate asal Bengkayang yang tergabung dalam Dojo Siru Baraji menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menembus 10 besar terbaik pada Kejuaraan Nasional Sunan Kalijaga Cup XIII di Yogyakarta, 1–3 Mei 2026.
Manajer kontingen Rudi Hartono mengatakan, tim Bengkayang berhasil mengoleksi total 13 medali yang terdiri atas tujuh emas, satu perak, dan lima perunggu dari delapan atlet yang diturunkan.
“Seluruh atlet yang kami kirim berhasil meraih medali. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi daerah, apalagi persaingan cukup ketat dengan diikuti sekitar 60 kontingen dari seluruh Indonesia,” ujar Rudi saat dihubungi, Minggu.
Ia menjelaskan, raihan medali emas diperoleh dari berbagai nomor, baik kategori open maupun festival, di antaranya melalui Exsel Wirawan (kumite usia dini +30 kg putra), M. Safi’i (kumite kadet -70 kg putra), Manuel (usia dini -30 kg putra), Yehezkiel CS (pra pemula -35 kg putra), Laura Tarumara (pra pemula -30 kg putri), serta Fiora Nadira Ruanlia (kadet -54 kg putri).
Sementara itu, satu medali perak disumbangkan oleh Rudi Hartono pada nomor kumite veteran putra.
Adapun medali perunggu diraih oleh sejumlah atlet, antara lain Yehezkiel CS (pra pemula -35 kg putra), Laura Tarumara (pra pemula -30 kg putri), Fiora Nadira Ruanlia (kumite kadet -54 kg putri), serta R. Valda Anggoda pada nomor kata kadet putri dan kumite kadet -61 kg putri.
Menurut Rudi, capaian tersebut merupakan hasil dari persiapan intensif yang dilakukan selama kurang lebih tiga bulan melalui pemusatan latihan (training camp) di Dojo Siru Baraji.
“Kami melakukan latihan secara intensif meskipun dengan keterbatasan, termasuk pembiayaan yang sebagian besar ditanggung secara mandiri oleh atlet dan dukungan donatur yang terbatas,” katanya.
Ia berharap, prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet muda di Bengkayang untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, serta mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak, terutama dalam hal pembinaan dan dukungan anggaran.
Dengan hasil tersebut, kata dia, karate Bengkayang menunjukkan potensi untuk terus bersaing di level nasional dan membawa nama daerah di kancah yang lebih tinggi.
Pelatih Dojo Soru Baraji Bengkayang, Suprianus Musi, menilai keberhasilan atletnya meraih prestasi di ajang nasional tidak lepas dari latihan intensif serta dukungan berbagai pihak.
“Secara umum hasil yang diraih merupakan buah dari latihan yang intens. Peran pelatih sebagai fasilitator dan atlet sebagai subjek sudah berjalan maksimal,” kata Suprianus Musi.
Ia menyebutkan, selain kerja keras atlet, dukungan dari orang tua, pengurus, dan donatur juga menjadi faktor penting dalam mendorong capaian prestasi tersebut.
Menurut dia, pembinaan atlet karate di Bengkayang akan terus ditingkatkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan ke depan, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
“Ke depan masih banyak agenda kejuaraan yang akan diikuti sebagai bagian dari proses pembinaan dan peningkatan jam terbang atlet,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat para atlet Dojo Soru Baraji akan mengikuti kejuaraan pelajar se-Kalimantan Barat pada Juni 2026 dalam ajang Piala Wakil Gubernur.
Selain itu, pada November 2026, tim juga dijadwalkan mengikuti Sarawak Open Tournament sebagai bagian dari upaya mengasah kemampuan di level internasional.
Dia berharap konsistensi latihan dan dukungan berkelanjutan dapat terus dijaga agar atlet Bengkayang mampu bersaing dan meraih prestasi lebih tinggi di berbagai ajang.(nar)