Bengkayang,SP – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis melepas keberangkatan 10 jemaah calon haji asal daerah itu menuju Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pelepasan berlangsung khidmat di Kabupaten Bengkayang, Senin, dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, tokoh agama, serta keluarga jemaah.
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada para jemaah yang mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima setelah melalui penantian panjang.
“Kesempatan ini patut disyukuri. Gunakan sebaik-baiknya untuk beribadah secara maksimal dan khusyuk,” ujar Sebastianus.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan fisik dan mental. Karena itu, para jemaah diminta menjaga kesehatan serta mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah. Selain itu, ia mengingatkan bahwa para jemaah juga membawa nama baik daerah dan bangsa.
“Jaga sikap, patuhi aturan, serta tunjukkan akhlak yang baik karena bapak dan ibu adalah duta daerah dan bangsa,” katanya.
Bupati juga mengimbau agar jemaah menjaga kekompakan serta saling membantu agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Bengkayang, lanjut dia, berkomitmen mendukung penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari tahap persiapan hingga kepulangan jemaah ke tanah air.
Ia juga meminta petugas haji dan tenaga kesehatan menjalankan tugas secara optimal demi kelancaran dan keselamatan jemaah.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mendoakan seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kembali dengan predikat haji yang mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bengkayang Ahmad Sihabuddin menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengusung tema ramah lansia, disabilitas, dan perempuan sebagai bentuk pelayanan inklusif.
“Ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT yang patut disyukuri. Negara hadir memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah sesuai regulasi,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh jemaah calon haji Bengkayang telah mengikuti bimbingan manasik haji baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, serta menjalani pemeriksaan kesehatan termasuk vaksinasi meningitis dan polio.
Menurut dia, jumlah jemaah haji asal Bengkayang tahun ini sebanyak 10 orang, terdiri atas delapan jemaah reguler, satu prioritas lanjut usia, dan satu pendamping, dengan komposisi empat laki-laki dan enam perempuan.
Jemaah tertua tercatat atas nama Nasrah Hasan Bujang Kasim berusia 79 tahun, sedangkan yang termuda Urai Rika Kamariah berusia 46 tahun, keduanya berasal dari Kecamatan Seluas. Ia menambahkan, para jemaah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 14 bersama jemaah dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat dengan total 440 orang.
“Jemaah akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Pontianak, kemudian ke Embarkasi Batam sebelum diterbangkan ke Madinah menggunakan maskapai Saudia Airlines,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan kesiapan layanan selama di Tanah Suci, termasuk akomodasi jemaah yang telah ditentukan di wilayah Mekkah. Ia mengimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan, kekompakan, serta menaati seluruh ketentuan selama menjalankan ibadah.
“Jaga diri, luruskan niat, dan jaga nama baik daerah serta Indonesia,” katanya.
Dia berharap seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta membawa keberkahan bagi Kabupaten Bengkayang.(nar)