BENGKAYANG, SP- Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satunya melalui peninjauan lokasi usulan pembangunan pengamanan pantai di kawasan wisata Pantai Kura-Kura, Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, yang selama beberapa tahun terakhir mengalami abrasi cukup serius.
Kunjungan lapangan dilakukan oleh jajaran Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang dipimpin Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Romi Firman, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal beserta jajaran, dan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, M Tahid.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Pantai Kura-Kura sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang mengharapkan pembangunan struktur pengamanan pantai sepanjang kurang lebih 600 meter.
Berdasarkan data dan keterangan masyarakat setempat, pada Desember 2022 gelombang tinggi dan air pasang menyebabkan abrasi sepanjang sekitar 10 hingga 15 meter.
Kondisi tersebut terus menjadi ancaman bagi kawasan pesisir, permukiman warga, aktivitas ekonomi masyarakat, serta objek wisata yang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Bengkayang.
Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat terkait penanganan abrasi di Pantai Kura-Kura.
“Kami datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Selanjutnya, berbagai masukan dan kebutuhan yang kami temukan akan kami komunikasikan kepada Menteri PU Bapak Dody Hanggodo dan juga kepada Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar dapat menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujar Herzaky, Minggu (7/6/2026).
Menurut Herzaky, Pantai Kura-Kura tidak hanya memiliki fungsi perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga berperan penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
“Pantai Kura-Kura memiliki potensi wisata yang besar. Pantainya bersih, luas, dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Wisata lokal tumbuh, UMKM bergerak, dan secara langsung menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Karena itu, perlindungan kawasan ini menjadi penting,” katanya.
Herzaky menegaskan, perhatian terhadap kawasan pesisir di Bengkayang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia secara merata hingga ke wilayah terdepan dan terluar.
“Ini bagian dari komitmen Presiden Prabowo dan Menko AHY untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata. Jika ada ancaman abrasi yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan sektor pariwisata, maka negara harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai sarana fisik, tetapi juga harus mampu melindungi masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
“Pak Menko AHY selalu menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik. Infrastruktur harus mampu melindungi masyarakat, memperkuat konektivitas, dan menggerakkan roda ekonomi rakyat. Karena itu, kebutuhan pengamanan pantai seperti ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karimunting, Iskandar, menyampaikan abrasi menjadi persoalan yang terus dihadapi masyarakat pesisir, terutama saat musim cuaca ekstrem.
“Di kawasan wisata ini memang sangat rentan terhadap abrasi. Pada musim gelombang tinggi, terutama sekitar November hingga Desember, pasir-pasir pantai banyak terkikis dan terbawa gelombang. Bahkan air laut sering masuk hingga ke warung-warung milik masyarakat yang berada di sekitar pantai,” kata Iskandar.
Karena itu, pemerintah desa dan masyarakat berharap pembangunan pengamanan pantai dapat segera direalisasikan untuk melindungi kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.
Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, mengapresiasi kunjungan jajaran Kemenko Infrastruktur dan Kementerian PU yang turun langsung melihat kondisi di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kemenko Infrastruktur dan jajaran Kementerian PU. Abrasi di kawasan ini memang membutuhkan penanganan yang serius karena setiap tahun pantai terus mengalami pengikisan. Selain melindungi masyarakat, kawasan ini juga merupakan salah satu objek wisata penting bagi Kabupaten Bengkayang,” ujarnya.
Menurut Syamsul, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan kemampuan daerah dalam menangani persoalan abrasi skala besar. Ia berharap usulan pembangunan pengamanan pantai dapat memperoleh perhatian sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Menutup kunjungan tersebut, Herzaky menegaskan pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan berbagai kebutuhan teknis dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami akan terus mengawal aspirasi ini. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh data dan kebutuhan teknis tersusun dengan baik sehingga dapat menjadi dasar dalam proses pengambilan kebijakan dan perencanaan program ke depan,” pungkas Herzaky. (jee)