SINKAWANG, SP- Yayasan Bhakti Arumi Delangga menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Nurul Islam Singkawang Minggu (08/02).
Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi dan penguatan spiritual yang melibatkan seluruh penyandang disabilitas di Singkawang, dengan partisipasi dominan dari komunitas tuli.
Acara ini turut dihadiri kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Singkawang yakni, SLBN Kota Singkawang, SLB B Dharma Miranti, SLB C Dharma Miranti dan SKHIT Aksara Qu, pendamping, serta tamu undangan dari berbagai unsur.
Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap terwujudnya kegiatan keagamaan yang inklusif dan ramah disabilitas.
Dalam sambutannya, Romli selaku Ketua Panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, panitia, relawan, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan peringatan Isra Mi’raj dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Kemudian sambutan juga disampaikan oleh Fakhrul Maulana selaku Ketua Yayasan Bhakti Arumi Delangga. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya komunitas disabilitas dan para pendidik SLB, ia menegaskan komitmen yayasan untuk terus menghadirkan ruang keagamaan yang setara dan mudah diakses bagi semua disabilitas, ia juga menyampaikan permohonan doa untuk proyek yang sedang dijalankan oleh Yayasan Bhakti Arumi delangga yakni penyusunan Iqro Isyarat yang dikhususkan untuk anak-anak tuli yang ada di Kalimantan Barat (Kalbar).
Rangkaian acara kemudian diisi dengan tausiah agama oleh Ustadz Farid Pradipta, yang menyampaikan pesan-pesan keislaman terkait makna Isra Mi’raj dalam membangun kedekatan kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mengenai pentingnya perintah sholat.
Kegiatan dilanjutkan dengan bayan hadis yang disampaikan secara inklusif oleh santri Maktab Tuli Assami, Ananda Faiz, dengan pendampingan Ustadz Reza, yang memberikan nuansa tersendiri dalam penyampaian nilai-nilai hadis melalui bahasa isyarat.
Sebagai penutup, Yayasan Bhakti Arumi Delangga menyerahkan bingkisan Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada seluruh sekolah SLB di Kota Singkawang. Pemberian ini diharapkan dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik tuli serta memperkuat pendidikan keagamaan yang inklusif.
Tanggapan positif terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Pratama Amanda, salah satu tamu undangan. Ia mengapresiasi pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj yang digelar secara inklusif oleh Yayasan Bhakti Arumi Delangga.
“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Acara terselenggara dengan baik, tertib, dan penuh makna. Terlihat kesungguhan panitia dalam menyiapkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat nilai keagamaan dan kebersamaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pratama Amanda mengaku terkesan dengan rangkaian acara yang disusun secara rapi dan inklusif. Menurutnya, suasana kegiatan berlangsung khidmat namun tetap hangat dan ramah, sehingga seluruh peserta, termasuk penyandang disabilitas, merasa dilibatkan dan dihargai.?
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, khususnya bagi para disabilitas. Selain menambah pemahaman dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, dan inklusivitas,” tambahnya.
Ia pun berharap Yayasan Bhakti Arumi Delangga dapat terus berkembang dan konsisten menghadirkan kegiatan yang edukatif, religius, serta memberdayakan penyandang disabilitas.
“Semoga yayasan ini terus menjadi ruang yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi semua,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Bhakti Arumi Delangga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan sosial-keagamaan yang menjunjung nilai kebersamaan, aksesibilitas, dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat. (ain)