Singkawang post authorKiwi 28 Mei 2026

Menteri PU Dody Hanggodo Optimistis Program Sekolah Rakyat Rampung Tepat Waktu

Photo of Menteri PU Dody Hanggodo Optimistis Program Sekolah Rakyat Rampung Tepat Waktu

SINGKAWANG,SP - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau progres pembangunan program Sekolah Rakyat di dua titik yang masih berada dalam kategori “zona merah”.

Meski menghadapi berbagai kendala, pemerintah tetap optimistis proyek tersebut dapat selesai tepat waktu demi mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

“Ini salah dua dari lima titik yang masih masuk zona merah dengan progres terendah. Tapi kami sedang kejar supaya semuanya selesai,” ujar Dody.

Ia menjelaskan, pemerintah terus berupaya mempercepat penyelesaian proyek melalui dukungan berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga tambahan pendanaan.

“Mudah-mudahan selesai Juni. Kami terus berupaya keras. Tapi kami juga berharap jangan sampai hujan terlalu tinggi, karena itu bisa menghambat seluruh effort yang sedang dilakukan,” katanya.

Dody menegaskan, dirinya turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target dan laporan yang diterima benar-benar sesuai kondisi nyata.

“Saya ingin memastikan apa yang kurang dan apa yang belum. Laporan yang saya terima bukan sekadar janji, tapi benar-benar bisa dicek di lapangan dan harus ter-deliver on time,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu kendala utama pembangunan adalah persoalan pendanaan atau cash flow kontraktor pelaksana. Meski pihak kontraktor tidak secara terbuka mengakuinya, pemerintah memahami bahwa masalah keuangan menjadi hambatan utama percepatan proyek.

“Kalau ditanya mereka tentu tidak mungkin mengaku. Tapi dari hasil diskusi kami, kesulitan paling utama memang uang,” ujarnya.

Ia menyebut dukungan pendanaan akhirnya diperoleh melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan BUMN terkait.

“Kalau ada uang, tenaga kerja bisa direkrut, material bisa dibeli. Tapi kondisi ekonomi sekarang membuat semua pihak lebih hati-hati, bahkan supplier juga tidak mau lagi memberi utang material,” jelasnya.
Meski demikian, Dody tetap menekankan pentingnya optimisme dalam menyelesaikan proyek strategis tersebut.

“Harus optimistis. Kalau saya tidak optimistis, bagaimana yang lain? Optimisme itu yang pertama, baru kita bisa berpikir apa yang harus dilakukan agar proyek selesai tepat waktu,” katanya.

Ia memperkirakan sekitar 80 persen proyek dapat selesai dan difungsikan sesuai target pada Juli 2026, sehingga anak-anak dari keluarga miskin ekstrem bisa mulai bersekolah pada tahun ajaran baru.

“Tujuan utama program ini adalah mengentaskan kemiskinan ekstrem. Anak-anak yang hari ini masih hidup dalam keterbatasan harus bisa masuk sekolah tepat waktu di tahun ajaran baru Juli 2026,” tambahnya.

Dody juga memberikan apresiasi besar kepada kepala daerah yang dinilai sangat membantu percepatan pembangunan.

“Support dari kepala daerah luar biasa. Ada yang membantu lahan, perizinan, hingga persoalan teknis lainnya. Peran kepala daerah jangan dilupakan dalam pembangunan Sekolah Rakyat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan komitmen penuh pemerintah daerah untuk terus mengawal pembangunan agar target penyelesaian dapat tercapai.

“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang dan masyarakat, kami berterima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah berkunjung bersama tim ke Kota Singkawang. Kami siap membantu dan mengawal progres pembangunan ini,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia memastikan pemerintah daerah akan turun langsung memantau perkembangan proyek serta membantu menyelesaikan berbagai kendala di lapangan, termasuk urusan perizinan dan administrasi.

“Mudah-mudahan target yang sudah ditetapkan bisa terselesaikan dan tidak mengecewakan. Kami siap mendukung penuh,” tutupnya. (ril)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda