SINGKAWANG, SP - DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Singkawang mengurbankan sebanyak 30 hewan kurban di kota setempat, Rabu (27/5).
Ketua DPD LDII Kota Singkawang, Ferli Dedek mengatakan, puluhan hewan kurban ini terdiri dari sapi 13 ekor dan kambing 17 ekor yang tersebar di Kecamatan Singkawang Tengah, Timur, Utara dan Selatan.
Ferly Dedek yang juga bertindak sebagai Khatib Sholat Ied di Masjid Al Barokah Jalan Veteran Gang Awang Sani, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, dalam khutbahnya menyampaikan bahwa realitas ekonomi saat ini cukup menantang; inflasi yang menghimpit dan kesenjangan sosial yang kian lebar.
Di saat sebagian dari kita bingung memilih menu hidangan, di sudut lain, ada saudara-saudara kita yang bingung apakah esok dapur mereka masih bisa mengepul.
"Dalam konteks inilah, kurban hadir bukan hanya sebagai ritual darah, melainkan sebagai instrumen keadilan ekonomi. Daging kurban yang kita bagikan adalah pernyataan sikap bahwa: 'Aku menolak kenyang sendirian selagi saudaraku kelaparan.'
Ini adalah bentuk redistribusi kekayaan yang paling tulus," katanya.
Oleh karena itu, dia mengajak para jamaah untuk bersama-sama merenungkan, jika kurban adalah jembatan kemanusiaan yang meruntuhkan tembok kasta antara si kaya dan si miskin.
"Saat kita menyerahkan hewan kurban, kita sebenarnya sedang menyerahkan 'ego kepemilikan' kita. DPP LDII mengingatkan
bahwa kurban adalah bukti nyata kesalehan sosial. Di tengah situasi ekonomi yang sulit, kurban menjadi 'oase' yang mendinginkan suhu kecemburuan sosial dan memperkuat kohesi bangsa," ujarnya.
Jangan sampai kita menjadi hamba yang kaya secara finansial, namun miskin secara empati.
Ingatlah, harta yang kita kurbankan tidak akan berkurang, melainkan bertransformasi menjadi keberkahan yang menjaga stabilitas ekonomi umat. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum Idul Adha ini untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong," ungkapnya.
Jangan biarkan ada satu pun tetangga di sekitar kita yang melewati hari raya ini dengan perut kosong.
"Jadikan kurban kita sebagai modal sosial untuk membangun Indonesia yang lebih peduli dan bermartabat," ajaknya.
Dia juga mengajak para jamaah untuk menjadikan Idul Adha 1447 H ini sebagai momentum untuk menyembelih sifat pelit di tengah gaya hidup konsumtif.
Menghidupkan kembali ketaatan mutlak kepada Allah di atas logika manusia yang terbatas serta menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW.
"Semoga setiap tetesan darah hewan kurban kita menjadi saksi pembebasan diri kita dari belenggu duniawi menuju rida Illahi," harapnya. (rud)