Ponticity post authorelgiants 27 Mei 2026

Iduladha Momentum Meneguhkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial, Wako Pontianak Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo

Photo of Iduladha Momentum Meneguhkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial, Wako Pontianak Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Wako Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto berupa satu ekor sapi jenis limosin seberat kurang lebih satu ton, kepada Ketua BKM Masjid Baiturrahman Kelurahan Batu Layang Kec. Pontianak Utara

PONTIANAK, SP - Meski sempat turun hujan, ribuan umat Muslim memadati Jalan Rahadi Usman depan Kantor Wali Kota untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan ibadah yang berlangsung penuh kekhusyukan, sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari raya kurban.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto berupa satu ekor sapi jenis limosin seberat kurang lebih satu ton, kepada Ketua BKM Masjid Baiturrahman Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, Syarif Muhammad Alkadrie. Selain itu, juga diserahkan simbolis berupa besek sebagai wadah untuk daging kurban.

Edi mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak tahun ini menyalurkan 22 ekor sapi yang disebar ke masjid-masjid.

“Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama kaum fakir miskin dan warga kurang mampu di berbagai wilayah Kota Pontianak,” ujarnya.

Menurut Edi, peringatan Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai pengorbanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menuturkan, semangat berkurban mengajarkan pentingnya gotong royong, kerja sama, saling membantu, serta berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Makna Iduladha bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana kita memaknai pengorbanan dalam kehidupan sosial. Ini menjadi momentum meningkatkan solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi kepada warga yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Khatib Salat Iduladha Ustadz Sahrani menyampaikan tausiyah bertema ‘Kurban dalam Dimensi Religi, Filsafah, dan Sosial.’ Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna ketauhidan, pengorbanan, dan solidaritas kemanusiaan.

Menurutnya, ibadah kurban merupakan warisan keteladanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang mengandung pesan penghambaan total kepada Allah SWT, sekaligus refleksi moral bagi kehidupan manusia modern yang kerap dihadapkan pada tantangan materialisme dan individualisme.

“Esensi utama kurban bukan terletak pada darah dan daging hewan yang disembelih, tetapi pada ketakwaan, keikhlasan, dan kesiapan manusia melepaskan sesuatu yang dicintainya demi menaati perintah Allah,” ujarnya di hadapan jemaah Salat Iduladha.

Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi pelajaran teologis tentang kemenangan iman atas ego, hawa nafsu, dan kecintaan duniawi. Dalam makna yang lebih mendalam, kurban juga merupakan proses menyembelih sifat-sifat negatif dalam diri manusia seperti kesombongan, kedengkian, kerakusan, dan kebencian.

Selain dimensi religius, Ustadz Sahrani menyoroti nilai filosofis kurban sebagai simbol pengorbanan dalam kehidupan. Menurutnya, setiap kemajuan peradaban lahir dari pengorbanan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa.

“Nilai tertinggi kehidupan bukan semata pada apa yang dimiliki seseorang, tetapi pada apa yang mampu ia korbankan demi kemaslahatan yang lebih besar,” tuturnya.

Dalam konteks sosial, ia menilai ibadah kurban memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan dan solidaritas ekonomi. Distribusi daging kurban kepada masyarakat tanpa memandang status sosial disebutnya sebagai wujud nyata keadilan sosial yang diajarkan Islam.

Di tengah ketimpangan ekonomi yang masih terjadi, syariat kurban dinilai menghadirkan pesan kemanusiaan yang relevan—bahwa kekayaan tidak semestinya hanya berputar di kalangan tertentu, tetapi juga harus memberi manfaat bagi kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.

Lebih jauh, Ustadz Sahrani menekankan bahwa substansi kurban tidak boleh berhenti pada penyembelihan hewan semata. Ia mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum muhasabah untuk memperbaiki kualitas iman sekaligus memperluas kepedulian sosial.

“Jangan sampai kita mampu menyembelih hewan kurban, tetapi gagal menyembelih ego, keserakahan, dan kebencian dalam diri kita,” pesannya.

Ia juga menyebut ibadah kurban sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Anak-anak yang menyaksikan prosesi kurban, menurutnya, belajar tentang makna kepedulian, pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada agama sejak dini.

Menutup khutbahnya, Ustadz Sahrani mengajak seluruh jemaah menjadikan Iduladha sebagai energi spiritual untuk membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, harmonis, serta penuh kasih sayang.

“Jadikanlah kurban bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi spirit untuk memperbaharui iman, memperkuat ketakwaan, dan memperluas manfaat bagi sesama,” pungkasnya. 

Adapun jumlah hewan kurban se-Kota Pontianak secara rinci, di Kecamatan Pontianak Barat tercatat sebanyak 168 ekor sapi dan 189 ekor kambing, Pontianak Kota sebanyak 119 ekor sapi dan 91 ekor kambing, Pontianak Selatan sebanyak 92 ekor sapi dan 67 ekor kambing, Pontianak Tenggara sebanyak 145 ekor sapi dan 78 ekor kambing, Pontianak Timur sebanyak 36 ekor sapi dan 35 ekor kambing. Sementara dari Pontianak Utara tercatat sebanyak 30 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Sehingga total keseluruhan hewan kurban yang terkumpul saat ini sebanyak 590 ekor sapi dan 477 ekor kambing. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda