SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meminta kepada orangtua untuk memperketat pengawasan handphone dan pergaulan anak.
Hal itu ditegaskannya menyusul kejadian kekerasan atau penganiayaan berat antar pelajar beberapa waktu lalu.
"Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi, apalagi pelaku dan korban masih kategori anak-anak," kata Tjhai Chui Mie, Kamis (28/5).
Dirinya sempat menjenguk korban kekerasan fisik yang sangat fatal, pemukulan dengan palu di bagian kepala.
"Melihat kondisinya, hati saya sangat teriris," ujarnya.
Kunjungan dilakukan langsung ke rumah sakit oleh Wali Kota Singkawang untuk memastikan korban mendapatkan perawatan terbaik.
"Peristiwa tragis ini menjadi keprihatinan bersama seluruh warga Kota Singkawang. Kekerasan seperti ini tidak seharusnya terjadi di lingkungan kita, apalagi pelakunya juga masih di bawah umur," ungkapnya.
Menurutnya, kejadian ini berawal dari masalah yang mungkin dianggap sepele, yaitu permainan game online. Konflik kecil di dunia maya berujung pada tindak kekerasan di dunia nyata.
"Saya menghimbau dengan sangat kepada seluruh orangtua untuk memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak dan aktivitas digital mereka. Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pendidikan akan segera mengeluarkan Surat imbauan mengenai pembatasan penggunaan HP di luar kebutuhan belajar," pintanya.
Surat imbauan itu akan ditujukan kepada seluruh sekolah dan orangtua.
Isinya menekankan pentingnya membatasi waktu layar, memantau aplikasi game, serta memastikan anak-anak menggunakan gawai untuk tujuan pembelajaran.
"Mari kita pastikan teknologi digunakan untuk ilmu pengetahuan, bukan untuk hal-hal negatif yang memicu emosi dan kekerasan," katanya.
Pemkot Singkawang juga akan berkoordinasi dengan aparat, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi tentang dampak negatif game online berlebihan, cyberbullying, serta pentingnya pengendalian emosi sejak dini.
"Untuk korban tetaplah kuat. Seluruh masyarakat mendoakan agar kamu bisa segera pulih, bisa kembali berjalan, dan kembali bersekolah meraih cita-cita," pesannya.
Kepada keluarga korban, katanya, kami berdiri bersama kalian. Semoga Tuhan memberikan kesabaran dan kekuatan ekstra dalam mendampingi masa pemulihan Wesly.
"Kita pastikan korban mendapatkan perawatan terbaik agar bisa sehat kembali seperti sedia kala," ungkapnya.
Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen mendampingi proses pemulihan Wesly (korban) termasuk memastikan hak pendidikan dan kesehatan korban terpenuhi.
"Kasus ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama," jelasnya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, sekolah, orang tua, dan anak-anak, untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran.
"Tidak ada masalah game yang sebanding dengan nyawa dan masa depan seorang anak," tutupnya. (rud)