MELAWI, SP – Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Melawi menegaskan komitmen bersama untuk mengantisipasi dampak bencana akibat fenomena El Nino yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Kopi Koe Kabupaten Melawi, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan tersebut diinisiasi dan diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Melawi.
Kegiatan itu dihadiri Adrianus Metro Thina, S.IP., M.AP. selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Melawi, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Melawi, di antaranya PT Sinar Dinamika Kapuas, PT Rafi Kamajaya Abadi, PT Citra Mahkota, dan PT Palma Adinusa Lestari.
Dalam pernyataan sikap bersama, perusahaan menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk mencegah dampak El Nino melalui penguatan sarana dan prasarana, teknologi pemadaman, hingga penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen mengintegrasikan sistem deteksi dini milik perusahaan dengan pusat komando penanggulangan bencana daerah di Kabupaten Melawi. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat respons terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Seluruh pihak juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan tanpa bakar (zero burning policy) dalam seluruh rantai pasok dan operasional perusahaan, termasuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak maupun mitra yang melanggar ketentuan tersebut.
Perwakilan DLH Kabupaten Melawi dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menerbitkan surat edaran kepada perusahaan terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino, khususnya di Kabupaten Melawi yang memiliki kawasan perkebunan dan kehutanan cukup luas.
DLH Kabupaten Melawi juga mengapresiasi langkah sejumlah perusahaan yang mulai mempersiapkan sarana pendukung, teknologi pemantauan, embung, hingga personel khusus penanganan karhutla.
“Kami berharap alat-alat yang masih dalam proses pengadaan dapat segera dipenuhi sehingga ke depan Kabupaten Melawi benar-benar siap, baik dari sisi peralatan maupun SDM yang kompeten,” disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, perwakilan PT Citra Mahkota (CSM) menjelaskan bahwa perusahaan telah membentuk struktur tim tanggap karhutla yang terdiri atas beberapa regu, dengan masing-masing regu beranggotakan sekitar 15 orang.
Perusahaan juga memanfaatkan teknologi pemantauan titik panas (hotspot) melalui sistem TEWS dan Wireless Sensor Network (WSN) untuk mendeteksi potensi kebakaran secara dini. Selain itu, drone digunakan untuk patroli dan pemantauan area rawan kebakaran.
Sebagai penguatan sarana pemadaman, perusahaan mengaku telah membangun embung, menara pemantau api, serta memesan puluhan unit pompa air bertekanan tinggi, tangki portabel, dan perlengkapan pendukung lainnya guna menghadapi risiko karhutla saat musim kemarau panjang.
Di sisi lain, PT Palma Adinusa Lestari juga menyatakan telah membentuk tim patroli tanggap bencana yang bertugas melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran di wilayah perusahaan.
Karena sebagian wilayah operasional berada di dekat aliran sungai, perusahaan memperkuat kesiapsiagaan melalui pengadaan mesin robin dan peralatan pemadam kebakaran lainnya. Pemantauan menggunakan drone juga dilakukan guna mendeteksi titik api lebih cepat.
Perusahaan berharap adanya pelatihan lanjutan terkait penanganan karhutla agar personel yang disiapkan memiliki standar kompetensi yang sesuai dalam menghadapi kondisi darurat.
Melalui komitmen tersebut, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Melawi selama musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, sekaligus melindungi lingkungan, aktivitas ekonomi, dan keselamatan masyarakat. (jee)