Melawi post authorKiwi 09 Juni 2026

Merajut Silaturahmi, Membangun Kebersamaan: Mukti Plantation Perkuat Sinergi dengan Stakeholder di Melawi

Photo of Merajut Silaturahmi, Membangun Kebersamaan: Mukti Plantation Perkuat Sinergi dengan Stakeholder di Melawi

MELAWI, SP – Dalam dunia investasi perkebunan, konflik sosial kerap menjadi tantangan yang hampir ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Persoalan tumpang tindih lahan, kemitraan plasma, batas wilayah desa, hingga pembagian sisa hasil usaha sering kali menjadi pemicu gesekan antara perusahaan dan masyarakat.

Sebagai langkah preventif untuk menghindari munculnya konflik terbuka, Manajemen Mukti Plantation Group menggelar kegiatan Coffee Morning di Café Anak Rantau, Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi.

Kegiatan yang dipandu Manajer External Relation Mukti Plantation, Drs. Suhadi SW, M.Si., tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari Kecamatan Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, dan Sokan, serta para kepala desa yang wilayahnya berada di sekitar operasional perkebunan Mukti Plantation Group yang meliputi PT AAK, PT AHL, PT AKM, dan PT BSU.

Menurut Suhadi, pertemuan bersama para pemangku kepentingan ini penting untuk terus dilakukan, tidak hanya sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, tetapi juga membangun kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan secara dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

"Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus selalu menempuh jalur formal," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suhadi mengutip pemikiran filsuf Yunani kuno, Plato, yang menyebut bahwa sebuah negara akan kokoh dan berjaya apabila ditopang oleh tiga kekuatan utama, yakni kaum cendekiawan, birokrasi yang kuat, dan para pengusaha.

Menurutnya, kaum cendekiawan berkontribusi melalui penelitian dan karya ilmiah, birokrasi melalui pelayanan yang bersih dan profesional, sementara kalangan pengusaha berperan dalam menciptakan lapangan kerja, membayar pajak, serta menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Karena itu mari kita saling mendukung, saling mengingatkan, dan bersama-sama berkontribusi untuk kemajuan daerah dan bangsa. Jika ada persoalan, mari dibicarakan dengan kepala dingin dan hati yang lapang," kata Suhadi.

Sementara itu, Camat Tanah Pinoh, Budiman, menyambut baik pelaksanaan Coffee Morning tersebut. Mantan wartawan Pontianak Post yang kini menjadi Aparatur Sipil Negara itu berharap forum serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala.

"Jangan sampai pertemuan ini berhenti sampai di sini. Idealnya bisa dilakukan dua atau tiga bulan sekali agar komunikasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat tetap terjaga," ujarnya.

Menurut Budiman, forum seperti ini sangat penting sebagai wadah menampung aspirasi, menyampaikan keluhan, sekaligus mencari solusi yang konstruktif terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.

"Banyak persoalan sosial yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui pendekatan restorative justice tanpa harus berujung ke pengadilan. Namun jika pelanggaran terus berulang dengan pelaku yang sama, tentu langkah hukum perlu didukung," tegasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah kepala desa dan peserta Coffee Morning menyampaikan apresiasi atas respons cepat Mukti Plantation terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. Beberapa program yang dinilai memberikan manfaat nyata antara lain perbaikan akses jalan menuju desa, pemberian beasiswa bagi mahasiswa asal desa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Pontianak dan Singkawang, serta bantuan ekonomi produktif berupa ternak kambing, babi, dan budidaya ikan.

Selain itu, peserta juga menyambut positif tawaran Area Manager Mukti Plantation Melawi, Rudolf Sihombing, yang berencana memberikan pelatihan budidaya kelapa sawit kepada masyarakat.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola kebun sawit secara optimal, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga teknik perawatan yang tepat, sehingga hasil produksi masyarakat dapat meningkat secara maksimal.

Melalui forum silaturahmi dan dialog terbuka seperti ini, Mukti Plantation berharap hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi pembangunan dan kemajuan bersama di Kabupaten Melawi. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda